Tuesday, July 3, 2018

Nugget Donat Cap Cay Kesukaan Anak-anak


Nugget Donat Cap Cay Kesukaan Anak-anak -- Anak-anakku suka nugget So Good. Rasanya yang gurih dan renyah membuat nugget So Good selalu jadi favorit saat disajikan di setiap waktu makan. So Good juga mudah diolah dan disajikan, jadi memudahkan Bunda saat kekurangan ide mau masak apa hari ini :)

Kalau anak-anak mudah makan nugget, tidak demikian halnya dengan sayur-sayuran. Entah kenapa nasib kedua jenis bahan ini berbeda :') Padahal semua sudah paham bahwa sayuran itu baik untuk kesehatan. Kandungan vitaminnya baik untuk daya tahan tubuh. Serat pangannya baik untuk pencernaan.

Bagaimana supaya anak-anak mau makan sayur? Bundanya harus kreatif! Dan, dengan bantuan nugget So Good, kreativitas Bunda jadi lebih mudah terwujudkan.

Wednesday, June 27, 2018

Atur Sendiri Paket Liburan Lebih Mudah dan Murah


Atur Sendiri Paket Liburan Lebih Mudah dan Murah -- Anak-anakku belum pernah naik pesawat dan kapal laut. Kadang kalau suami tugas ke luar kota yang membutuhkan transportasi udara atau laut, anak-anak masih suka merajuk dan minta ikut, meskipun tidak sesering dulu. Jadi kepikiran kan untuk sesekali mengajak anak-anak liburan dengan naik pesawat dan kapal laut. Nah, waktu libur setelah Idulfitri cukup panjang, masih ada empat minggu tersisa lho sampai mereka kembali masuk sekolah. Waktu yang ideal untuk mengajak anak-anak liburan yang agak jauh hihihi ... .

Anak-anakku suka pantai dan laut. Sampai saat ini, liburan terjauh mereka adalah ke Anyer. Aku ingin mengajak mereka bertualang ke tempat-tempat yang lebih jauh, lebih menarik.

Aku juga ingin mengajak mamaku untuk ikut liburan kali ini. Anak-anakku dengan dengan neneknya. Mama suka sekali jalan-jalan, dan aku yakin Mama akan suka perjalanan naik pesawat dan kapal laut. Mamaku berjiwa petualang juga lho. Aku hanya harus memastikan bahwa Mama merasa nyaman dengan transportasi dan akomodasi yang akan kami gunakan nanti.

Sunday, June 24, 2018

Pencuri Puding


Pencuri Puding -- Dulu saat aku kuliah, aku kost bersama tiga orang lain, di sebuah rumah dengan empat kamar tidur. Dua buah kamar tidur terletak di bagian belakang rumah, di lantai satu. Pintu-pintu kamar tidur membuka langsung ke arah ruang makan yang menyatu dengan dapur kecil. Satu pintu di ruang makan terhubung dengan ruang tamu di bagian depan rumah, satu pintu lagi untuk ke kamar mandi dan pintu ketiga mengarah ke halaman belakang tempat kami menjemur pakaian. Aku dan Teh Uwi tinggal di lantai satu.

Di lantai dua, ada dua buah kamar tidur untuk Teh Sari dan Teh Gigi, serta sebuah kamar mandi. Untuk naik ke lantai dua, kami menggunakan tanggal kecil di sisi kiri ruang tamu.

Orangtua Teh Gigi adalah pemilik rumah ini. Teh Uwi dan Teh Sari adalah teman dekat Teh Gigi, meski mereka berbeda jurusan. Kuliah mereka semua dua tingkat di atasku.

Aku adalah si anak baru, anak bawang.

Friday, June 8, 2018

Bebek Aja Antri!


Bebek Aja Antri! -- Dari tempatku berdiri, kira-kira di urutan kedua belas dari orang yang paling depan di antrian gubuk sate kambing ini, aku mengelilingkan pandang. Mataku terhenti di seorang ibu separuh baya yang tampak mencurigakan.

Sang ibu mengenakan baju kondangan yang cukup meriah. Baju atasan kebaya berwarna ungu tua berpayet, dengan kain sarung cokelat prada. Selop keemasan berhak tiga senti membungkus kakinya yang gemuk. Kakinya gemuk? Iya sih, wajar karena tubuhnya pun tidak bisa dibilang langsing. Meski demikian, gerak geriknya gesit. Sang ibu bergerak maju dari arah belakang antrian, mencoba menyelipkan diri di antara orang-orang yang mengantri gubuk lasagna panggang di sebelah gubuk sate kambing. Saat berjalan, kembang goyang berwarna emas di kondenya bergetar, serirama dengan ayunan tas tangan berwarna sama yang tergantung di lengan kanannya.

Monday, June 4, 2018

Kepo vs Care


Kepo vs Care -- Seorang teman A posting sesuatu di grup WA, sambil menyebut nama seorang teman B. Teman C menyahut bahwa, Eh B kan udah ngga ada di grup. Aku ikut nimbrung dan bertanya, Lho kapan B left group? Kenapa?

C menjawab sambil memberi ikon tertawa, Kamu kepo ih. Dan aku berhenti di situ, hanya membalas dengan ikon senyum miring.

Kepo. Ada yang bilang bahwa istilah yang populer beberapa tahun belakangan ini, adalah singkatan dari Knowing Every Particular Object, alias pengin tahu sagala rupa tentang semua hal. Tapi dari apa yang dijelaskan oleh bahasawan Ivan Lanin, kepo berasal dari bahasa Singlish alias Singaporean English Kay Poh (Kaypo) yang berarti nosey parker atau busy body. Maknanya adalah orang yang sok sibuk dan mengganggu (urusan orang lain).

Hey, aku ngga kepo ah. Aku perhatian.

Saturday, June 2, 2018

For the Love of Cats


For the Love of Cats -- Pertama kali Fai kecil jongkok di depan kucing kurus yang duduk di luar pagar rumah tetangga sebelah, merentangkan tangan gemuknya untuk meraih hewan berbulu kumal itu, memanggilnya dengan suara ba-ba-ba yang lucu, aku tahu saat itu, bahwa kecenderungan untuk menyukai sesuatu dapat diwariskan.

Fai kecil sangat suka kucing. Tidak heran, karena aku juga suka binatang lucu berkaki empat itu. 

Dulu waktu aku kecil, aku dan kakak perempuanku memelihara seekor kucing kampung yang kami beri nama Honey. Agak kurang pantas sih, karena Honey adalah kucing jantan. Bulunya putih dengan spot-spot abu-abu di sana-sini. 

Mungkin seharusnya kami tidak menamainya Honey. Mungkin gara-gara namanya yang feminin, Honey jadi kurang gahar. Tubuhnya langsing semampai, suaranya kecil dan lembut. Jarang sekali Honey mengeong keras, kecuali saat berhadapan dengan kucing jantan lain. Hanya berhadapan, karena sejurus kemudian Honey akan secepat kilat lari masuk ke dalam rumah dengan ekor terselip di kedua kaki belakangnya, gemetaran bersembunyi di bawah kursi di ruang tamu sementara aku dan kakakku mengusir kucing lawannya dengan sapu ijuk. Kadang dia sampai terkencing-kencing karena ketakutan. Siapa yang membersihkan lantai yang bau pesing tajam itu? Mama.

Thursday, May 31, 2018

Kisah Panci Berkilau


"Ma, ada tamu ... ," seruku dari ambang pintu depan.

Aku menatap dua anak kecil yang berdiri dengan malu-malu di teras, mata mereka terpaku ke lantai. Dari kemiripan raut wajah keduanya, aku yakin mereka kakak beradik. Yang laki-laki berusia sekitar 8 tahun, mengenakan baju kaus dan celana pendek biru bergambar Transformer. Si adik, seorang anak perempuan yang usianya mungkin 6 tahunan, mengenakan baju terusan pink bergambar Putri Elsa.  

Pagi itu wajah mereka segar, dengan rambut yang masih basah. Tetapi baju mereka lusuh, membungkus badan-badan yang kurus. Si gadis kecil memegangi sebuah panci berkilau. Panci itu cukup besar. Bukan sembarang panci, aku tahu. Itu panci mulus mahal yang sering kulihat iklannya di televisi.

"Ada apa, sih? Pagi-pagi sudah teriak-teriak," Mama tiba-tiba muncul di belakangku. Aku yang masih memandangi kedua anak itu, tersentak. 

Makan di Korea Selatan, Begini Aturan yang Harus Kamu Patuhi


Sumber gambar: thespruceeats.com
Makan di Korea Selatan, Begini Aturan yang Harus Kamu Patuhi -- Kalau melihat adegan makan di drama Korea Selatan, rasanya enak banget ya cara mereka makan. Aneka hidangan ditata di atas meja, dengan berbagai makanan yang terlihat lezat. Tapi ternyata tata cara makan di Korea nggak segampang yang terlihat di layar kaca.

Ada aturan yang jumlahnya cukup banyak yang harus dipatuhi untuk menjaga sopan santun di Korea. Apa saja? 

Tuesday, May 29, 2018

Morinaga Allergy Solution: Pahami Alergi Anak agar Si Kecil Tetap Berprestasi


Morinaga Allergy Solution: Pahami Alergi Anak agar Si Kecil Tetap Berprestasi -- "Wah, kenapa dadanya merah-merah ya?" gumam Dokter Spesialis Anak mengerutkan keningnya sambil mengamati dada Fai yang sedang terbaring di atas meja periksa. Jarinya meraba sekitar area yang memerah, dan Fai yang sedang tidur menggeliat perlahan.

Dokter paruh baya itu ganti menatap wajah Fai yang terlelap, tersenyum lalu membungkus kembali bayiku dalam balutan baju tidur flanel hangat. Dia kemudian menatapku, memberi tanda bahwa kontrol kesehatan Fai sudah selesai dan aku boleh mengangkat bayiku dari meja periksa. Aku tidak bisa tidak merasa penasaran. 

"Merah-merah tadi kenapa, Dok? Waktu di rumah sih belum ada," tanyaku sambil menimang Fai. Iya, di rumah saat aku memakaikan pakaiannya, tidak ada ruam apa pun di tubuh Fai.

Monday, May 28, 2018

Menikmati Cita Rasa Kenangan di Waroenk Talubi


Menikmati Cita Rasa Kenangan di Waroenk Talubi -- Apa yang akan kalian lakukan untuk mempertahankan kenangan manis? Mencetaknya, memberi pigura lalu memajangnya di dinding? Bagaimana kalau kenangan itu berupa rasa masakan orang tua atau nenek kita? Mungkin kita akan simpan baik-baik ya resepnya dan sebisa mungkin menurunkannya terus pada anak cucu kita sehingga tidak akan hilang oleh waktu.

Tapi bagaimana jika resep itu menciptakan cita rasa yang begitu enak, sehingga ingin rasanya kita berbagi perasaan senang saat kita menyantapnya?

Yang dilakukan oleh Mba Ellen Sunaryo dan sanak saudaranya adalah membuka Waroenk Talubi.

Sunday, May 20, 2018

Cara Mengatasi Rasa Iri dan Dengki

Cara Mengatasi Rasa Iri dan Dengki -- Melihat orang lain senang dan kita merasa susah hati? Melihat orang lain susah dan kita merasa senang hati? Duh Say, itu namanya iri hati nan dengki :(

Berdasarkan KBBI, iri berarti kurang senang melihat kelebihan orang lain (beruntung dan sebagainya); cemburu; sirik; dengki.

Sedangkan dengki berarti menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain.

Hampir sebelas dua belas ya? Tapi dengki berada di tingkatan yang lebih tinggi karena ada perasaan marah di dalamnya.

Umar bin Khaththab ra berkata, "Cukup sebagai bukti si pendengki terhadapmu manakala ia merasa gundah di saat kamu bahagia."

Menurut Ibnu Taimiyah, "Iri (hasad) adalah sekadar benci dan tidak suka terhadap kebaikan yang ada pada orang lain yang ia lihat."

Monday, May 14, 2018

Langsing Kembali secara Sehat, Mudah dan Enak dengan Slim&Fit


Langsing Kembali secara Sehat, Mudah dan Enak dengan Slim&Fit -- Hayooo ... siapa ibu-ibu yang merindukan body langsing saat seperti masih single? ^^

Jadi endutz pasca melahirkan itu biasa banget ya Mams, ini tampaknya jadi masalah kebanyakan para ibu baru di luar sana, dan di dalam sini ... aku juga sama hehehe. Berdasarkan dua kali pengalaman melahirkan anak pertama dan kedua dulu, berat badanku tetap di kisaran 65 kilo bahkan setelah masa menyusui selesai. Apakah aku over weight? Ngga juga sih. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan kalkulator Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index), dengan berat badan 65 kilogram dan tinggi badan 168 cm, skor IMT-ku adalah 23.03. skor IMT-ku masuk ke kategori sedikiiiit di atas normal. Masih alhamdulillah hehehe ...

Bagaimana cara menghitung IMT?

IMT = berat badan (kg) : tinggi badan kuadrat (m2)

Friday, May 4, 2018

Kreasi Snack Manis dan Cantik dengan SKIPPY


Kreasi Snack Manis dan Cantik dengan SKIPPY  -- Jika aku harus menciptakan atau mengkreasikan suatu menu, pertimbangan utamaku pastinya bahwa menu kreasiku itu harus lolos penilaian versi 'enak'-nya Faza dan Izzan, dua anak laki-lakiku. Kenapa? Ahaha, karena pertimbangan mereka yang paling penting. Kalau mereka bilang suka dan menghabiskan makanan yang kubuat, rasanya melayanggg....

Mereka juga jujur, meskipun beberapa tahun ini, kejujuran mereka lebih bisa dipoles oleh kesopanan.
Kalau dulu mereka akan mengerucutkan bibir, membelalakkan mata dan berkata, "Ngga enak!!" keras-keras, kini mereka akan tersenyum malu-malu dan berkata, "Sebenarnya enak Bun, tapi aku kurang suka," Haha..

Tuesday, April 24, 2018

Berani Wujudkan Mimpi dengan SOBATKU


Berani Wujudkan Mimpi dengan SOBATKU -- Pernah ngga sih kalian punya mimpi, kalau kalian punya uang berjuta-juta, kalian mau melakukan apa? Kalau aku sih, aku mau naik haji. Aku juga mau menabungkan sebagiannya untuk biaya sekolah anak, mungkin beli kendaraan baru, atau jalan-jalan ke luar negeri bersama keluarga.

Duh, banyak amat ya mimpiku! :)

Bagaimana jika ternyata mimpi untuk mendapatkan uang berjuta-juta itu, bisa terwujud dengan mudah? Kalian tertarik? Pastinya YA!

Nah, mimpi itu bisa diwujudkan dengan menabung di SOBATKU.

Eh siapa sih SOBATKU?

Thursday, April 19, 2018

Kalau Cinta Kok Bosan?


Kalau Cinta Kok Bosan? -- Iya, kok bisa sih bilang bosan kalau katanya cinta? Yakin kamu benar-benar cinta? Atau hanya di mulut saja?

Bosan karena setiap hari ketemu? Lha, kamu bernapas kan setiap hari? Bosan ngga ketemu sama udara?

Kalau kamu cinta sama seseorang, atau sesuatu, kamu akan merasa selalu membutuhkannya. Mungkin kamu tidak bisa selalu dekat, tapi saat kalian berjauhan, kamu akan merasa kehilangan dan membutuhkan, seperti kamu membutuhkan udara.

Ah, itu kan kalau masih kasmaran saja... .
Eits, ya jangan begitu dong. Lebih enak mana, setiap hari merasa cinta dan membutuhkan, atau hanya kasmaran sesaat lalu 'bosan'?

Sunday, April 8, 2018

Pillsbury Banana Cake Lebih Enak Dari Keik Banana


Pillsbury Banana Cake Lebih enak dari keik banana -- Pisang sebagai buah yang tidak mengenal musim, mudah ditemui di mana saja. Hampir setiap hari pisang ada di pasar, di tukang buah, bahkan tukang sayur yang lewat depan rumah pun ada.

Rasanya yang enak dan harganya yang relatif murah membuat pisang jadi buah favorit banyak orang. Buah ini juga ada banyak variannya, dengan rasa manis dan legit yang bervariasi dari satu jenis ke jenis lainnya, membuatnya mampu memenuhi selera berbagai lapisan.

Ada pisang yang cocoknya dimakan langsung, ada pula yang enak setelah diolah terlebih dulu. Jenis olahan pisang pun sangat beragam, dari yang secara sederhana seperti dikukus, dibakar atau digoreng, atau yang agak rumit seperti dibuat kolak, sale, atau bahkan keik, bolu dan puding.

Hal inilah yang membuat Talubi Bogor melirik pisang sebagai bahan utama produk mereka. Sudah ada beberapa yang di-release ke pasaran dan semuanya laris manis karena diminati pelanggan. Produk terbaru mereka yang berbahan dasar pisang, dirilis di bulan Maret 2018 adalah Pillsbury Banana Cake.

Setelah sukses dengan New York Style Banana Cheese Cake, Talubi Bogor mempersembahkan Pillsbury Banana Cake dengan tagline Lebih Enak dari Keik Banana.
 
Aku senang sekali berkesempatan untuk mencicipi keempat varian rasanya:

Pillsbury Banana Cake Strawberry Keju

Pillsbury Banana Cake Strawberry Keju

Pillsbury Banana Cake Choco Oreo

Pillsbury Banana Cake Choco Oreo

Pillsbury Banana Cake Choco Cheese

Pillsbury Banana Cake Choco Cheese

Pillsbury Banana Cake Pandan Keju Choco-Mint

Pillsbury Banana Cake Pandan Keju Choco-Mint
Aku paling suka yang rasa pandan keju choco-mint, karena rasa banana cake-nya unik berpadu dengan aroma pandan. Rasa choco-mint nya juga membuat keik ini terasa lebih berbeda. Semua keik ini tidak berbahan pengawet yaa, jadi hanya bertahan 4 hari di luar kulkas tapi bisa lebih lama di dalam kulkas.

Pillsbury Banana Cake ini dibanderol dengan harga Rp25.000,00 per kotaknya. Sungguh cukup terjangkau untuk keik dengan ukuran dan rasa seperti ini.

Cukup datang ke outlet-outlet Talubi Bogor di bawah ini dan kalian dapat membawa pulang keik-nya untuk dinikmati sendiri atau untuk oleh-oleh:
Jl. Padjajaran 20M, Bogor
Jl. Sholeh Iskandar 18B, Bogor
Jl. Raya Gadong Sebelah Vimala Hills, Puncak, Bogor

Produk ini juga bisa dikirim via JNE YES, Grab atau Gojek. Untuk mengecek ongkos kirim dan bertanya-tanya dulu sebelum memesan, hubungi saja nomor di bawah ini:
WA : 08884829626
Line : @bikabogor

Pillsbury Banana Cake juga sudah tersedia di toko-toko online seperti Tokopedia, Bukalapak dan Shopee.

Jadi kalau kalian suka pisang, kalian juga pasti bakalan suka dengan Pillsburry Banana Cake, soalnya rasanya pisang banget sih! :)

Monday, April 2, 2018

Tampil Cantik dengan Model Baju Tunik



Tampil Cantik dengan Baju Model Tunik -- Apa sih model baju yang paling banyak menghuni lemari pakaian kalian, Teman-teman? Apakah tergantung pada jenis pekerjaan, mode yang sedang heitss saat ini, atau simply berdasarkan kenyamanan kalian dalam mengenakannya? 

Untuk kalian para wanita kantoran, mungkin lemari pakaiannya lebih banyak berisi pakaian kerja formal dan semi formal, terutama bagi yang tidak mengenakan seragam ke kantor. Apalagi jika kalian sangat mobile dan banyak bertemu klien di luar kantor atau sering melakukan dinas luar, memiliki berbagai baju dengan beragam model bisa jadi 'wajib' hukumnya ya? Masa sih, bertemu klien pakai baju yang itu-itu lagi ^^ Kalian harus tampil smart, chic and pretty definitely!

Tuesday, March 20, 2018

Tentang Belajar Menulis : #3 Baca Buku!


Tentang Belajar Menulis: #3 Baca Buku! --  Lho, kita kan mau belajar menulis? Kok malah disuruh baca buku?

Untuk tantangan TOM minggu kedua, Teh Rena meminta kami untuk mencari buku favorit karena kita akan membuat satu tulisan per harinya berdasarkan buku-buku favorit itu. Kalau tidak punya bukunya, bolehlah buku-buku yang kita ingat pernah baca dulu. Kenapa harus buku favorit, ya untuk memudahkan saja, karena biasanya kalau kita suka suatu buku, kita mudah mengingat-ingat isinya.

Maksud dari latihan ini adalah untuk belajar menulis menggunakan referensi, agar tulisan kita lebih berisi dan memiliki dasar pemikiran. Hal ini terutama penting sekali jika kita akan menulis tulisan non-fiksi yang perlu data pendukung atau hasil penelitian.

#1 Judul: Apalah Artinya Nama
Buku sumber inspirasi: Rump, the true story of Rumpelstiltskin

Apalah artinya nama. Bukankah bunga mawar akan tetap indah dan harum, meski namanya bukan mawar? Seseorang dari antah berantah, akan asing dengan nama mawar, yang akan dia lihat adalah tampilan luar dan harumnya kepribadian diri. Maka nama tidaklah penting baginya. Cocor bebek adalah tanaman yang sangat berguna. Banyak bermanfaat untuk kesehatan dan indah pula dipandang mata. Tapi, jika tinggal tersedia dua saja pilihan nama di dunia ini untuk anakmu, nama mana yang akan kaupilih? Mawar, atau cocor bebek? Pilihan yang sulit kah?

#2 Judul: Membaca ulang cerita anak 'Peter Pan'
Buku sumber inspirasi: Dongeng Klasik Sepanjang Masa 'Peter Pan'

Peter Pan berkisah tentang anak yang bisa terbang yang berpetualang dengan Tinkerbell, Wendy dan dua adiknya di negeri antah berantah Neverland melawan para bajak laut. Dulu aku memandang ini sebagai kisah anak-anak belaka. Sekarang sebagai orangtua, aku merasa ada sesuatu yang lain. Diceritakan bahwa orangtua Wendy dan kedua adiknya melihat mereka terbang di tengah malam dibawa oleh Peter Pan. Tidakkah perasaan orangtua itu hancur melihat anak-anaknya pergi meninggalkan mereka?

Lalu tentang rasa iri Tinkerbell yang membuat anak-anak yang hilang memanah Wendy. Hmmm... rasa iri yang sangat besar ya. Apakah rasa iri ini sedemikian wajar dirasakan sehingga dapat membuat Tinkerbell membuat 'plot' seperti itu?

#3 Judul: Never Ending Momwar
Buku : Mommylicious

'Tidak ada istilah ASI yang ngga cukup. Makanya Allah perintahkan kita untuk menyusui sampai dua tahun. Kitanya saja yang harus berusaha lebih keras," ujar seorang ibu kepada Mama Rina. Rina adalah pengarang buku Mommylicious, dia juga teman saya. 
Ah, apakah karena teman, jadi saya lebih bisa memahami perasaannya. Saja juga merasa marah saat membaca ini. Saya merasakan pedih dan sakit hati Rina. Ibu itu tidak tahu perjuangan Rina. Aku, mampu memberi ASI ekslusif untuk anak-anakku, aku mampu menyusui mereka hingga dua tahun. Tapi aku tak akan 'sembarang' bicara demi ego pribadi walau atas ketidaktahuan. Think before you speak!

#4 Judul: Kemana Takdir kan Membawamu?
Buku: Petualangan Dannie si Benih Kecil

Dannie di benih dandelion kecil terbang dibawa angin. Petualangan yang sangat seru! pikirnya. Tidak ada rasa takut meski Awan berkata, bahwa mungkin saja dia akan jatuh di tanah yang tandus dan mati. Di hatinya terselip doa atas pikiran yang positif, 'Semoga aku jatuh di tanah yang subur'. Semesta mendukung dan Dannie jatuh di padang yang subur dengan hujan yang cukup. Dannie tumbuh dewasa dan benih-benih kecil tumbuh darinya. 'Terbanglah anak-anakku, bersiaplah menghadapi takdirnu!' ucap Dannie!
Bagaimana denganku? Aku yang dibekali kaki, tangan dan akal, yang mampu melawan angin... siapkah menghadapi takdirku?

Seperti dilihat dari empat contoh tulisanku, aku mengambil tiga buku anak dan satu buku semi-parenting untuk bahan referensiku. Sebenarnya, koleksi bukuku tersebar di rumah orantua dan rumah kakak-kakakku, jadi pilihan buku di rumahku terbatas. Betewe, dari persentasenya, terlihat ya aku lebih suka cerita anak daripada genre cerita lainnya hehehe...

Tadi aku bilang, referensi penting untuk tulisan non-fiksi, lalu apakah tulisan fiksi tidak memerlukan referensi? Tentu saja perlu. Teh Rena mengatakan bahwa fiksi memerlukan referensi dan literatur pendukung untuk membuat cerita fiksi tidak kehilangan logikanya.

Referensi juga membuat tulisan kita lebih kaya. Lebih banyak membaca akan membuat tulisan kita lebih berisi. Kosa kata kita akan lebih bervariasi. Sudut pandang kita lebih luas. Hal ini secara langsung menyatakan bahwa kalau mau menulis, ya harus banyak membaca! Ini adalah sesuatu hal yang mutlak dalam dunia kepenulisan.

Pada praktiknya nanti, apalagi jika kita mau menulis novel dengan tingkat keruwetan yang tinggi, referensi tidak hanya terbatas pada buku saja. Kita bisa mengandalkan mesin pencari google, gmaps bahkan street view-nya untuk mendapatkan bayangan serealistis mungkin tentang situasi atau latar tempat terjadinya cerita kita.

Ah ya, tantangan minggu kedua ini masih harus ditulis dalam batas waktu tiga menit saja, dan masih harus disetor paling telat jam 10.00 pagi. Di minggu kedua ini, sudah tidak ada lagi keluh kesah tentang betapa paginya kami harus menyetor tugas. Semua peserta insyaaAllah sudah terdobrak mental block-nya :)

Monday, March 19, 2018

Tentang Belajar Menulis: #2 Tiga Menit Menulis Spontan

Tentang Belajar Menulis: #2 Tiga Menit Menulis Spontan -- Di tulisanku yang pertama, aku sudah memperkenalkan metode tiga menit menulis spontan dari Teh Rena Puspa, untuk mendobrak mental block 'aku tidak bisa menulis'.

Di tulisan kedua ini, aku akan mencoba membahas sedikit lebih dalam tentang metode tiga menit menulis spontan ini.

Minggu pertama Training Online Menulis bersama Teh Rena Puspa dan Penerbit Ihsan Media diisi dengan empat hari tantangan untuk menyetorkan satu tulisan setiap harinya, yang hanya boleh ditulis dengan spontan selama tiga menit saja. Tidak ada peraturan lain yang ribet kok, hanya saja tulisan sudah harus masuk ke email penerbit paling telat jam 10.00 pagi. Hahaha... ini sudah bikin emak-emak agak ribut dan tawar menawar pun terjadilah. Ya maklumlah ya, kalau ngga nawar bukan emak-emak dong :D

Wednesday, March 14, 2018

Tentang Belajar Menulis: #1 Meruntuhkan Mental Block


Tentang Belajar Menulis: #1 Meruntuhkan Mental Block -- Menjadi penulis sebenarnya bukan cita-citaku. Bukan cita-cita masa kecil, maksudku. Seperti anak-anak lain, aku dulu ingin jadi dokter, pilot atau astronaut.

Aku berhenti bercita-cita jadi dokter saat aku sadar, mungkin di SMP, bahwa aku takut darah dan takut menghadapi mayat. Padahal duluuu itu aku pengin jadi dokter forensik hahaha... begimane sih... Ya dokter forensik itu tampak keren di film dan novel detektif, dan peranannya penting dalam memecahkan misteri pembunuhan. Tapi mereka seringkali bekerja sendirian, hanya ditemani si mayat yang akan diobrak-abrik tubuhnya dan mayat-mayat lain dalam kotak-kotak penyimpanan di ruangan dingin itu. Bagaimana kalau mereka tiba-tiba hidup! Hiiii....

Aku juga berhenti berkeinginan jadi pilot dan astronaut saat gigiku mulai bolong hahaha... Lalu aku punya keinginan jadi duta besar, tapi hapalan IPS ku ngga banget deh wkwkwk... Saat SMP juga aku mulai menyadari kalau aku suka pelajaran Bahasa Inggris. Lalu aku ingin jadi tour guide.

Yah, ada suatu fase dalam hidupku saat aku 'terjerumus' dalam dunia kimia. Terjerumus itu kesannya tidak disengaja ya, dan saat sudah sadar seharusnya cepat-cepat dong naik menyelamatkan diri dari lubang nestapa. Tapi aku terjerumus cukup lama, sekitar 20 tahun hehehe... Menyesal? Tidak juga. Dari situ aku mendapatkan suami, keluargaku sekarang dan pekerjaan yang cukup membantu kehidupan kami selama kurang lebih 12 tahun.

Selama aku belajar di sekolah tingkat atas, kuliah dan bekerja, aku banyak mendapat kesempatan mengasah kemampuan bahasa Inggrisku secara non-formal. Secara sadar, aku mulai berpikir bahwa mungkin ada bidang lain di luar sana yang dapat menampung kemampuanku ini. Lalu aku mulai merambah dunia penerjemahan. Ternyata asyik juga, dan berbayar pula hehehe...

Berbarengan dengan perkenalanku dengan dunia alih bahasa, aku juga mulai ngeblog. Secara otomatis, dunia kepenulisan mulai mengisi hari-hariku. Katanya, kalau suka membaca biasanya suka menulis. Atau, kalau mau menulis harus suka membaca. Aku merasa punya modal dalam hal membaca, karena aku suka membaca dari kecil, meskipun sejak punya tiga anak aku sudah jarang bisa berbagi waktu dengan buku.

Menulis itu gampang. Hanya tinggal duduk dan mengetik. Iya kah?

Ternyata tidak seperti itu urusannya denganku. Seringkali aku merasa kesulitan. Apa saja sih hambatanku dalam menulis?

Dua hal inilah yang menjadi hambatan terbesarku:
1. Tidak dapat ide.
2. Tidak ada waktu.

Masalahnya, benarkah kedua hal ini memang hambatan, atau hanya mental block saja? Alias sesuatu yang hanya ada di pikiran? Nah, saat aku mengikuti kelas menulis daring Training Online Menulis bersama Teh Rena Puspa dan Penerbit Ihsan Media, aku diajarkan untuk mendobrak mental block ini. Bagaimana caranya?

Caranya unik dan asyik! Selama satu minggu, 4 hari tepatnya, kami -- aku dan 49 teman lainnya -- diwajibkan menyetor satu tulisan per hari, yang hanya boleh ditulis selama tiga menit saja. Tulisan harus spontan, tentang apa saja yang terlintas di kepala. Tidak usah memikirkan tata bahasa, typo atau logika dulu, yang penting nulis!

Sounds unbelievable? At first it was! Apa coba yang bisa ditulis selama 3 menit? Tapi setelah kucoba, guess what? Ternyata ada baaannyaaaakkk sekali ide di kepala yang dapat dituangkan, sehingga rasanya tiga menit itu kurang!

Kalian ngga percaya? Aku kasih contoh ya. Misalnya saja nih, kalau kalian adalah emak-emak macam aku, coba deh jalan ke dapur. Lihat kompor, pikirkan apa yang kalian lakukan dengan kompor itu pagi ini? Masak apa tadi? Apa ada insiden atau kejadian khusus hari ini dengan kompor itu? Nah, itu saja sudah bisa jadi satu paragraf lho. Ah, cuma satu paragraf... Eitss! Jangan remehkan satu paragraf ya, karena satu novel itu diawali oleh satu paragraf dulu, bahkan mungkin satu kata saja!

Ide itu ada di sekitar kita. Bertebaran di mana-mana, jika saja kita mau meluangkan waktu sejenak untuk membuka pikiran dan membiarkannya masuk.

Latihan menulis spontan selama tiga menit setiap hari juga menyadarkanku tentang betapa berharganya waktu yang selama ini kuanggap tidak ada. Ya, sebagai ibu dengan bayi berusia 21 bulan, aku sering beralasan bahwa waktuku habis untuk menemani si kecil. Padahal, waktu luangku sangat banyak! Sebagai contoh saja, dulu saat Defai tidur, aku sering menghabiskan waktu dengan browsing ngga jelas dan lihat-lihat IG lucu tanpa tujuan. Niat awal sih refreshing, eh bablas terus sampai Defai terbangun lagi. Padahal jika dalam waktu tiga menit saja aku sudah bisa menulis satu paragraf, coba hitung berapa banyak yang bisa aku hasilkan jika aku mau fokus menulis selama 30 menit saja. Dan waktu luangku setiap harinya ya pasti lebih dari 30 menit! Dududuhh... berapa banyak waktu luang yang sudah kubuang sia-sia selama ini...

Teh Rena juga memberikan masukan bahwa waktu terbaik untuk menulis adalah di dini hari sebelum masuk waktu subuh. Ini masuk akal, karena saat itu otak masih segar, belum ada distraksi -- asal saja Defai belum ikutan bangun juga hehehe...

Aku sih fleksibel dalam soal waktu, asal tidak mengganggu waktuku bersama Defai saat dia terbangun. InsyaaAllah aku sudah membuat komitmen untuk sebisa mungkin tidak berada di depan laptop dan handphone saat bersama Defai. Lagipula, Defai tidak mengizinkan. Dia memperbolehkanku masak di dapur, atau lama di depan mesin cuci atau ke halaman untuk menjemur baju, tapi langsung rewel begitu aku duduk di depan laptop. Tanganku langsung ditarik-tarik. Defai tidak mau diduakan dengan gadget, Buuunn! ^^

Nah, ini adalah empat tulisanku selama empat hari tantangan tiga menit menulis spontan:

Tulisan 1:

Tangannya memeluk Kiara erat. Masih terasa betapa napas Kiara terengah sisa tangisnya tadi, tapi perlahan mulai bertambah tenang. Ani masih mendekap erat. Pikirannya melayang tak keruan. Ia jatuh terduduk. Separuh tak menyangka bahwa dirinya mampu berbuat seperti tadi. Perlahan dekapannya meregang. Diletakkannya putri yang katanya, kesayangannya itu, perlahan di buaian. Perlahan sekali. Seperti meletakkan berlian pusaka keluarga. 

Tulisan 2:

Tanganku menyingkap tirai jendela. Malam begitu gelap, birunya seperti batu safir. Kaca jendela terasa dingin, kontras dengan pengapnya hatiku. Aku mendorong bingkai jendela dan semilir angin malam menggelitik menggodaku untuk membuka jendela lebih lebar lagi. Jangan buka jendela malam-malam, kata ibuku, angin malam jahat. Tapi mana mungkin angin malam sepoi-sepoi ini bisa jahat. Semerbak bau tanah basah menyergap hidungku.

Tulisan 3:

Judul: A day in a life of a translator mom

Tangan-tangan kecilnya menjulur ingin mengetuk-ngetuk keyboard juga. Pikiranku berkejaran menerjemahkan kata-kata di layar, sementara bibir bersenandung menyanyikan lagu untuk menenangkannya. Aku pasti bisa bekerja lebih cepat dengan dua tangan, tapi tangan kiriku sudah cukup kaku mendekapnya selama satu jam ini. Hhhh... dia sedang sedikit demam dan ingin selalu kugendong, sementara deadline di depan mata. Mom... is a multitasking job, no kidding! 

Tulisan 4:

Judul: Anak

Mengapa mereka melakukannya begitu rupa? Mengapa mereka mau melakukannya, berkorban waktu, tenaga, uang dan emosi untuk mendapatkan anak? Sebagian bahkan menempuh cara yang tidak masuk akal. Sebagian mengorbankan pernikahan mereka. Apakah anak sedemikian berharga, lebih berharga dari rasa cinta pada keluarga besar, kepada pasangan? Apakah anak sesuatu yang absolut? Anak... sesuatu yang tidak diketahui pasti masa depannya, diperjuangkan keberadaannya dengan mengorbankan segalanya...


Tulisanku selanjutnya tentang belajar menulis, di blogpost berikutnya yaaa...




Sunday, March 11, 2018

Segarnya Pertemanan Asinan Blogger, Bangkitkan Potensi Diri


Segarnya Pertemanan Asinan Blogger, Bangkitkan Potensi Diri -- Komunitas, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di dalamnya.

Kalau aku modif sedikit, menurutku komunitas adalah sekelompok orang yang berkumpul bersama secara sadar dan sepakat untuk saling memberi dan mendapat manfaat dari kebersamaan mereka, berdasarkan kesamaan ide, minat atau hal lainnya antar sesama anggota komunitas.

Iya harus sadar dan sepakat, karena kalau tidak maka rasa nyaman berada dalam komunitas tersebut tidak akan ada. Yang terasa hanya keterpaksaan. Dan apa gunanya komunitas? Apa gunanya berkumpul bersama? Untuk memberi dan mendapat manfaat. Lho? Kok asas manfaat banget sih? Tidak apa-apa... karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya, apalagi kalau bisa sampai memberi manfaat bagi lingkungan yang lebih luas. Itu hebat sekali. Jadi asas manfaat itu tidak apa-apa, asal kita juga memberi, bukan maunya hanya menerima saja. 

Thursday, March 8, 2018

Yummy and Crunchy New York Style Premium Banana Cheese Cake


Selalu ada yang baru dari Bika Talubi. Kali ini, toko pusat oleh-oleh Bogor ini menelurkan produk premium yaitu New York Style PREMIUM Banana Cheese Cake.

Mengikuti kesuksesan pendahulunya yaitu New York Style Crunchy Banana Cheese Cake yang unik karena berbentuk pisang dan berlapis pastry crunchy di luarnya, di bulan Februari 2018 Bika Talubi meluncurkan versi premiumnya yang lebih besar dan lebih nikmat.

Masih menggunakan pisang asli sebagai bahan bakunya, New York Style Premium Banana Cheese Cake hadir dengan bentuk segitiga yang cantik. Ukurannya yang relatif besar membuatnya cocok jadi hantaran atau dinikmati bersama keluarga.


Wednesday, March 7, 2018

Berbagi Uri-cran Berbagi Solusi Alami Atasi Anyang-anyangan


Berbagi Uri-cran, Berbagi Solusi Alami Atasi Anyang-anyangan -- Semua yang pernah merasakan sakit saat buang air kecil pasti sepakat bahwa ini adalah sakit yang sangat mengganggu. Jadi saat kakak perempuanku mengeluhkan sakit ini, ditambah dengan merasa ingin buang air kecil tapi tidak terasa tuntas, aku tahu dia sedang mengalami anyang-anyangan dan langsung memberinya Uri-cran.

Eh, apa sih anyang-anyangan itu? Dan apa hubungannya dengan Uri-cran?

Tuesday, March 6, 2018

Penantian


20.03

Sang suami menelpon istrinya. Suaranya terdengar tak biasa. Kabar yang dibawanya memang tidak menggembirakan. Mobil mogok. Mesin sudah diperiksa, tapi kendaraan warisan itu tak juga mau bergerak. Mungkin memang sudah uzur. Tapi janganlah merajuk di waktu ini. Jangan di jalan ini. 

Di ujung lain telepon, tak urung sang istri ikut merasa risau. Malam sudah pasti gelap. Di mana suamiku bilang tadi? Ah, jalanan itu kan sepi sekali! Selepas kompleks perumahan itu, ada beberapa kilometer yang sisi kiri dan kanannya hanya pepohonan besar dan ilalang merapat, sebelum tiba kembali ke jalanan ramai. Tepat di tengah sepi itulah suaminya sekarang. Sang istri menengok ke jendela. Hujan masih merinai, gerimis seharusnya syahdu. Tapi tak terasa seperti itu kali ini.

Friday, February 23, 2018

Bakpiaku, Oleh-oleh Kekinian dari Yogyakarta


Bakpiaku, Oleh-oleh Kekinian dari Yogyakarta --- Saat visual menjadi salah satu penentu utama keputusan, maka kemasan memegang peranan penting dalam memikat kesan pertama konsumen.

Beberapa hal, tidak dapat dinilai langsung dari kualitas isinya. Untuk produk-produk sejenis ini, utamanya makanan, produsen akan bersaing untuk mendapatkan perhatian calon pembeli pertama-tama melalui pengemasan yang cantik, menarik dan unik.

Setidaknya, itulah yang akan terjadi jika calon konsumen itu adalah aku. Aku sang visual. Aku yang terpincut kemasan cantik Bakpiaku. Kotak kemasan isi 20 berwarna putih bersih minimalis yang cantik. Kemasan kecilnya berbentuk permen kotak yang dapat diputar kedua ujungnya untuk mengeluarkan dus berisi 5 buah bakpia yummy.

Saturday, February 17, 2018

Horee, Asinan Blogger Menang 100 Dolar!


Mendapat hadiah dalam dolar itu masih mengagumkan ya?

Iya dong, dolar masih punya daya tarik tersendiri. Jadi saat Asinan Blogger memenangkan hadiah $100 dari Bika Talubi, rasanya senang luar biasa!

Bika Talubi mengadakan lomba foto Instagram Smile Challenge dengan pose memegang New York Style Banana Cheesecake di tangan. Lomba yang diadakan dalam rangka mempromosikan keik terbaru keluaran toko oleh-oleh khas Bogor ini diikuti oleh banyak peminat, yang dapat dilihat di IG mereka @bikatalubi.

Sunday, February 11, 2018

Cerita Velg dan Es Kelapa

Ada cerita menarik tentang sesuatu yang hilang dan kembali. Tentang orang-orang baik di jaman serba tidak menentu ini. Tentang harapan yang harus terus dipelihara, juga rasa ikhlas yang harus dipersiapkan jika yang terjadi adalah bukan yang kita harapkan.

Mungkin yang aku alami adalah hal remeh dan sepele, tapi kita harus bisa menarik manfaat dari semua kejadian bukan? Entah kenapa, hal ini selalu teringat dalam hati dan pikiran. Dan aku ingin mengenangnya lebih lama lewat tulisan.

Kejadiannya belum lama, di sekitaran bulan Januari 2018. Menurutku, kejadian ini dapat kujadikan momentum awal yang baik untuk memulai tahun 2018.

Friday, February 9, 2018

Kerak Telor, Makanan Unik Khas Betawi


Kerak Telor, Makanan Unik Khas Betawi -- Pertama kali aku makan kerak telor mungkin sekitar 13 tahun yang lalu, saat aku masih bekerja di Jakarta. Bersama teman-teman kantor, aku main ke Pekan Raya Jakarta di Kemayoran. Penjual-penjual kerak telor ini dulu dapat di temui di tepi lapangan tempat artis-artis Pekan Raya Jakarta manggung. Penasaran banget sama makanan satu ini, aku bela-belain menunggu karena penjual kerak telor itu baru ada menjelang malam, lalu aku terburu-buru mengejar kereta api terakhir untuk pulang ke Bogor. Jadi, kerak telor itu selalu membangkitkan kenangan akan Pekan Raya Jakarta saat itu. Bagaimana rasanya kerak telor di tahun 2005? Aku juga sudah lupa...

Di Bogor, agak sulit ya menemukan tukang kerak telor. Katanya sih, ada yang mangkal di Jalan Suryakencana, tapi kami jaraaangg pergi ke arah pecinannya kota Bogor itu. Jauh dan muachettt...

Jadi saat kami lari pagi di Stadion Pakansari dan menemukan seorang mamang tukang kerak telor, aku langsung berhenti dan membeli.

Tuesday, February 6, 2018

Berenang di Pakuan Regency Bogor


"Ini kan ya, Pakuan Regency?"
"Mestinya iya,"
"Kolam renangnya ada di sport center-nya,"
"Itu dia!"

Ups, hampir saja terlewat. Tujuan kami berangkat dari rumah pagi-pagi, menyingsingkan selimut yang hangatnya membujuk untuk kembali ke alam mimpi di hari Minggu 4 Februari 2018 itu, adalah untuk menyambangi perumahan yang terletak di bilangan Dramaga, dengan sasaran utama adalah kolam renangnya.

Mau apa? Ya berenang lah. Gimana seh.

Wednesday, January 31, 2018

Lari Pagi di Stadion Pakansari Cibinong Bogor


Pak Suami sedang giat-giatnya berolahraga. Aku harus mendukungnya. Kami semua mendukungnya. Maka saat Pak Suami menggulirkan ide untuk lari pagi di Stadion Pakansari, aku langsung mengiyakan. Dan mengajukan diri untuk menemani.

Kami belum pernah benar-benar singgah di stadion baru bertaraf internasional ini. Kalau lewat sih sudah beberapa kali. Kubayangkan, pasti Sabtu dan Minggu di stadion ini ramai sekali oleh para pelari pagi, dan tentunya penjual makanan hehehe... Ah, nah sekarang kalian mulai bisa menebak kan apa tujuanku menemani PakSu lari pagi?

Stadion Pakansari Cibinong Bogor adalah stadion sepak bola masih relatif baru. Diresmikan pada pertengahan tahun 2015, stadion ini mampu menampung hingga 30.000 penonton dan dapat digunakan untuk beragam kegiatan lain seperti kompetisi atletik dan juga drumband. Pastinya besarrr dong ya. Menurutku, laga sepak bola yang paling memperkenalkan Stadion Pakansari sebagai stadion internasional adalah laga semifinal Piala Suzuki AFF antara Indonesia lawan Vietnam dan final melawan Thailand di akhir tahun 2016. Stadion ini juga rencananya akan menjadi salah satu stadion pertandingan sepak bola, atletik dan drum band untuk ajang Asian Games 2018, bersama-sama dengan empat stadion lain di Indonesia.

Friday, January 26, 2018

Katsaridaphobia


Perempuan itu menjerit dari dapur dan berlari menuju ke suaminya sambil menunjuk-nunjuk ke arahku. Dia menarik-narik lengan suaminya. Manja sekali dia! Apa dia tidak tahu kalau suaminya capek sepulang bekerja?

Perempuan itu seperti tidak peduli dan terus merengek. Suaminya perlahan bangkit dan berjalan ke tempatku tadi berdiri. Dia terdiam sebentar, lalu berbalik menghadap istrinya. "Tidak ada apa-apa di sini," ucapnya lelah.

"Tadi ada di situ! Aku melihatnya! Tiba-tiba ada di sebelahku!" istrinya berkeras.

Tentu saja perempuan itu benar. Aku memang ada di situ tadi. Aku benci dia, maka aku suka mendekatinya. Tahukah kau, bahwa ketakutanmu dapat kucium? Ketakutanmu mengundangku. Tapi aku telah pergi bersembunyi ke sudut gelap. Memandangi kalian.

Wednesday, January 24, 2018

Jalan-jalan ke Taman Wisata Matahari Bagian 2: Berenang dan sholat Jumat


Liburan adalah waktunya bersantai. Karena alasan itu, biasanya kami jarang memilih hari Jumat untuk pergi berlibur. Rasanya kagok, karena ada sholat Jumat yang masjidnya harus cukup besar dan waktunya relatif lebih lama dari sholat lainnya. Tapi bagaimana kalau satu-satunya hari yang tersisa adalah Jumat? Koq bisa sih? Ya bisa dong, kan di hari-hari lainnya kami ada acara lain hehehe...

Kenapa ngga Sabtu atau Minggu saja pergi liburannya? Karena tiket gratis masuk Taman Wisata Matahari tidak berlaku di hari Sabtu dan Minggu, wkwkwk...

Jadi ini adalah bagian 2 dari seri Jalan-jalan ke Taman Matahari. Lanjut yaaa... Jadi kenapa sih maksain banget harus jalan-jalan padahal itu tuh hari Jumat? Ya ngga apa-apa juga sih ya. Tempat Jumatan kan masih bisa dicari. Tapi waktu luang untuk bisa pergi bersama-sama sebagai satu keluarga, ke suatu tempat secara ((( GRATISAN ))) kayanya jarang-jarang ada ya. Ih, kamyu mental gratisan amat sih? Eh, koq situ jadi nyolot sih? Bae weh atuh!

Tuesday, January 23, 2018

Jalan-jalan ke Taman Wisata Matahari Bagian 1: Menikmati perjalanan


Taman Wisata Matahari adalah taman wisata keluarga yang ramah di kantong. Itu adalah kesimpulan yang kami dapat saat kami melewatkan satu hari liburan akhir tahun di sana. Lebih ramah lagi karena kami punya tiket masuk gratis yang kami dapat dari kakak ipar kami hihihi.... Lumayanlah tiket masuknya kan senilai Rp35.000,00 per orangnya. Karena keluarga kami terdiri dari lima orang, jadi kami berhemat Rp175.000,00. Ada Defai kecil yang usianya baru 1 tahun 9 bulan, tapi tingginya sudah di atas 80cm, jadi Defai kena biaya masuk. 

Kami berangkat di hari Jumat tanggal 29 Desember 2017. Kami biasanya sih enggan ya jalan-jalan berwisata di hari Jumat. Rasanya waktunya pendek karena ada sholat Jumat. Tapi tampaknya banyak orang yang tidak sependapat dengan kami. Jalan tol tetap saja penuh. 

Tuesday, January 16, 2018

Romantika Periksa Darah


Masih di sekitaran kisah tentang menghabiskan dana asuransi kesehatan suami :) Kalian bisa baca cerita pertamaku tentang topik ini di postingan Jangan Takut Scaling Gigi.

Sejak pertengahan tahun, aku sudah sounding ke suami bahwa aku ingin melakukan cek darah. Yang standar saja sih. Concern-ku ke gula darah dan kolesterol saja. Terakhir aku melakukan cek darah adalah saat hamil, berarti itu sekitar dua tahun yang lalu, karena Defai sekarang berusia 19 bulan.

Kenapa cek darah? Pertama-tama, murni hanya untuk mengatahui kondisi kesehatanku saat ini. Kurasa cek darah adalah screening pertama untuk itu. Aku sering merasa lelah, dan aku sudah makan banyak sekali tapi tetap kurus. Harusnya aku senang ya? Ahaha... lagipula aku masih menyusui. Tapi tak ada salahnya koq cek darah. Lalu kenapa tidak sekalian medical check up lengkap, yang meliputi cek kondisi jantung, hati, dan lain-lain? Emmm... untuk yang itu, ngga sanggup biayanya bow hehehe... Cek darah ini saja maunya yang gratisan, makanya kami menunggu sisa plafon asuransi suami :)

Sunday, January 14, 2018

Mitten


Orangtuaku tidak menyetujui hubungan kita. Aku tidak tahu kenapa, lebih tepatnya, aku tidak memahaminya. Apa salahmu? Aku ingin mereka menyukaimu, sungguh.

Papa bilang, kamu memberi pengaruh buruk kepadaku. Aku jadi emosional, gampang marah-marah. Mama bilang, kamu membuatku lupa makan, abai dengan kesehatanku sendiri bahkan sampai sulit tidur. Kurasa tidak. Aku hanya sangat suka menghabiskan waktu denganmu.

Mama bilang, kamu mengalihkan perhatianku dari kasih sayang Mama. Tapi memang kenyataannya, kamu yang paling mengerti aku. Kamu selalu ada saat kubutuhkan. Kamu membuatku tenang.

Thursday, January 11, 2018

Jangan Takut Scaling Gigi


Menghadapi akhir tahun adalah saatnya menghitung-hitung sisa plafon asuransi (^_^)

Ya, alhamdulillah suamiku bekerja di perusahaan yang memiliki asuransi perlindungan kesehatan yang cukup baik dan mencakup suami-istri dengan tiga anak. Manfaat asuransi ini berakhir setiap tanggal 31 Desember, jadi sisa plafon yang ada lebih baik dimanfaatkan lah ya daripada terbuang sia-sia.

Aku sudah lama sounding ke suami bahwa aku ingin cek darah, suami ingin ke dokter kulit, dan anak-anak ingin kuperiksakan ke dokter gigi, untuk di-scaling. Jarang-jarang lho ada asuransi yang begini, karena perawatan gigi acapkali dianggap sebagai bagian dari perawatan estetika dan tidak termasuk kesehatan.

Apa sih scaling? Scaling adalah proses menghilangkan karang gigi. Karang gigi sendiri adalah plak gigi alias sisa-sisa makanan di sela-sela gigi yang tidak terbersihkan saat menyikat gigi atau flossing, yang lama-kelamaan menumpuk dan mengeras.

Saturday, January 6, 2018

Serunya Main Perahu Donat di Pantai Anyer


Pantai berarti pasir, laut dan kesenangan...

Sudah tiga kali kami sekeluarga besar liburan semesteran di Pantai Anyer, dan kami tidak pernah bosan. Anak-anak suka main pasir dan air... eh, hey! Kami orangtuanya juga suka! Hahaha...

Kami tiba di cottage Pesona Krakatau hari Minggu tanggal 24 Desember 2017 jam 14.00, dan kedua kakak Defai sudah tidak sabar main ke pantai.

Jika tahun kemarin Defai masih belum terlalu kami perkenalkan dengan pantai -- lebih tepatnya, Defai dibundel terus dalam jaket dan hanya menjejakkan kaki di pasir pantai untuk take pic dan diposting di IG, wkwkwk -- maka tahun ini kami sengaja membeli baju renang agar Defai tidak salah kostum di pantai hahaha...

Thursday, January 4, 2018

Icip-icip Oleh-oleh Khas Bogor Kekinian: New York Style Banana Cheese Cake Bika Bogor Talubi


Senangnya saat hobi icip-icip mendapatkan penyalurannya :)

Itu yang kurasakan saat aku mendapat kesempatan untuk mengulas New York Style Banana Cheese Cake dari Bika Bogor Talubi. Waw, dari namanya aja udah keren ya... bikin penasaran seperti apa ya penampilan dan rasanya!

Saat yang kutunggu-tunggu tiba saat Abang Kurir datang, mengetuk pintu dan menyodorkan tiga kotak pipih. Hmmm... sebelum dibuka pun sudah tercium aroma keik pisang yang harum. Saat dibuka, aromanya menguar lebih menggoda dan waah.. tampilannya keik-nya cantik sekali!

Tuesday, January 2, 2018

Nyamannya Liburan di Pesona Krakatau Cottages & Hotel


Ini adalah kali kedua kami, keluarga besar dari suamiku, menginap di Pesona Krakatau Cottages & Hotel saat liburan semesteran sekolah anak-anak.

Pesona Krakatau Cottages & Hotel berada di tepi pantai Anyer, Serang, Provinsi Banten. Kami memang selalu mengincar tempat liburan yang ada pantainya. Maklumlah ada banyak pasukan cilik yang sangat suka cibang cibung di air.

Pesona Krakatau Cottages & Hotel berjarak sekitar 180-an kilometer dari Bogor via tol Tangerang-Merak. Dengan kecepatan normal, jarak tempuh adalah sekitar 5 jam. Hanya saja, kemarin itu ada perbaikan jalan yang sedikit menghambat kami, sehingga menambah satu jam dari jarak tempuh biasanya.