Tuesday, August 28, 2018

Nikmati Hari #AsikTanpaToxic dengan Natsbee Honey Lemon


Nikmati Hari #AsikTanpaToxic dengan Natsbee Honey Lemon --- Aku menatap pantulan wajahku di cermin, jemariku menyentuh dagu, lalu naik ke tulang pipi dan terhenti di situ. Aku mencoba menghitung titik-titik hitam yang bertebaran, tampaknya bertambah banyak dibanding beberapa tahun yang lalu.

Flek-flek hitam itu tidak muncul dengan sendirinya, tidak juga secara serta merta. Aku sadar, bahwa mereka mulai berdatangan sejak aku mulai mengendarai motor sendiri. Paparan polusi yang dihasilkan oleh asap knalpot kendaraan yang kuhadapi hampir setiap hari, juga sinar matahari yang menyengat kulit wajah, menyebabkan timbulnya flek-flek hitam ini. Eh, aku kan pakai jilbab ya. Nah, terlihat sekali lho perbedaan tampilan antara kulit wajah yang tertutup jilbab dan yang tidak tertutup. Yang tertutup jilbab lebih bersih dan lebih sedikit flek hitamnya.



Ini flek-flek hitam yang bermunculan di sekitar pipi huhuhu ....
Polusi dari kendaraan bermotor memang sulit sekali untuk bisa dihindari. Saat tiba di kantor, aku selalu merasa wajahku seperti mengenakan lapisan baru make-up. Yups, make-up polusi! *sigh. Apalagi saat pulang kantor dan di jalan aku harus bermacet-macet ria di tengah kepungan asap knalpot bus dan angkot, duh! Wajah rasanya bertambah tebal satu sentimeter oleh keringat dan debu!

Kalian tahu enggak, kalau polusi kendaraan adalah sumber toksin. Eits, tunggu dulu. Sebelum kita melangkah lebih lanjut, kan kita tahu ya ada yang namanya toksin, ada juga toksik. Bedanya apa sih?

Perbedaan Toksik dan Toksin


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, TOKSIK adalah (n) racun, (a) beracun atau (a) berkenaan dengan racun.

Sedangkan, TOKSIN adalah (n Kim) zat racun yang yang dibentuk dan dikeluarkan oleh organisme yang menyebabkan kerusakan radikal dalam struktur atau faal, merusak total hidup atau keefektifan organisme pada satu bagian.

Bingung karena hampir sama artinya? Ih, jangan :) Jadi sederhananya, toksin adalah segala sesuatu yang membahayakan tubuh yaitu bahan-bahan toksik, dapat berasal dari dalam tubuh kita sendiri atau berasal dari luar tubuh.

Lanjut yaaa ....


Dari Mana Toksin Berasal?


Jika aku tadi di awal bilang kalau flek di wajahku timbul karena polusi kendaraan, nah itulah salah satu sumber toksin. Salah satu? Ya, karena toksin bisa berasal dari tiga sumber: lingkungan, gaya hidup, dari dalam tubuh kita sendiri.


Toksin dari Lingkungan

Toksin yang berasal dari lingkungan sering kita jumpai sehari-hari. Asap kendaraan, asap industri, juga pestisida dan herbisida dalam sayuran yang kita makan. Hey, bahkan perlengkapan perawatan dan kebersihan kulit dan wajah kita pun bisa jadi mengandung bahan toksik, lho. Maka berhati-hatilah memilih produk untuk tubuh kita.


Toksin dari Gaya Hidup

'Penyakit jaman dulu sih enggak aneh-aneh. 
Sekarang mah, masih muda juga sudah kena penyakit macam-macam'.

Pernah dengar orangtua kita berkata begitu? Atau mendapati rekan kerja atau teman sekolah yang seusia dengan kita, jatuh sakit mendadak atau bahkan sampai tidak tertolong lagi? :(

Ungkapan bahwa orang zaman now lebih mudah terserang penyakit 'aneh-aneh', mungkin memang ada benarnya. Ritme kehidupan zaman sekarang yang serba cepat menuntut kita untuk serba cepat juga dalam mengolah makanan, dan seringkali solusinya adalah makanan cepat saji yang berlimpah garam dan gula biang, mengandung penyedap rasa dan pewarna makanan yang semuanya adalah buatan. Belum lagi pengawet yang digunakan oleh hampir semua jenis makanan olahan.

Bagaimana dengan gaya hidup Work Hard Play Hard ?

Banyak kaum urbanis yang melayani gaya hidup work hard play hard dengan mengonsumsi suplemen secara berlebih agar tubuh selalu fit untuk diajak bekerja dan bermain keras. Sementara aku tidak serta merta menyalahkan gaya hidup ini, marilah kita sedikit pikirkan bahwa tubuh kita itu perlu istirahat lho. Jika setelah work hard lalu kita langsung play hard, maka tubuh tidak akan punya kesempatan untuk beristirahat dan beregenerasi, yang pada akhirnya memicu stress dan menurunkan kesehatan kita sendiri. Suplemen yang dikonsumsi berlebih juga dapat memperberat kerja ginjal dan hati.


Toksin dari dalam Diri Sendiri

Tubuh kita sendiri menghasilkan bahan-bahan toksik? Aduduh, terus gimana dong?

Yups, memang benar.

Untuk hidup dan mempertahankan hidup, kita perlu makan dan minum. Nah, proses pengolahan makanan dan minuman atau metabolisme, selain menghasilkan energi juga secara default menghasilkan 'limbah beracun', di antaranya adalah karbondioksida dan amonia. Jika toksik ini tidak terbuang dengan baik, tentunya akan berakibat buruk bagi tubuh.

Saluran pencernaan kita juga mengandung bakteri yang jika berada dalam jumlah yang tepat berfungsi membantu proses pengolahan makanan, pembentukan vitamin dan berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Jika ada gangguan di saluran pencernaan, akan ada pertumbuhan bakteri yang berlebih, yang kemudian akan menyerap nutrisi yang sebenarnya diperuntukkan untuk tubuh kita, juga mengeluarkan bahan buangan yang beracun bagi tubuh kita.

Satu lagi sumber toksin dari diri sendiri adalah emosi kita. Ya. Emosi. Duh, kita kaum perempuan kan gampang emosian. Gampang kena toksik dong? Benar, sekali lagi ... benar.

Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa emosi negatif yang bertumpuk dan tidak terselesaikan, mengarah pada gangguan syaraf dan metabolik, stress dan gangguan hormonal. Pada akhirnya, tubuh akan menderita gangguan kemampuan untuk melakukan detoksifikasi.

Apa tanda-tanda toksik yang menumpuk dalam tubuh?

Pada wajah, toksik yang menumpuk akan terlihat dari kulit wajah yang kusam, kurang bercahaya dan berflek hitam. Jika toksin sudah terlalu banyak, bisa timbul jerawat dan ruam.

Pernah dengar cerita tentang krim wajah yang mengandung bahan beracun? Sesaat mungkin wajah akan terlihat putih dan mulus, namun setelah tidak mampu lagi menampung racun, kulit wajah akan bereaksi dengan timbulnya jerawat dan ruam kemerahan. Ini adalah tanda-tanda yang jelas menunjukkan bahwa kulit wajah sedang berusaha mengeluarkan racun.

Kita tentu sudah tahu, bahwa hati atau liver adalah organ tubuh yang salah satu fungsinya adalah untuk menyaring semua bahan beracun yang masuk ke dalam tubuh. Hati adalah benteng penjaga tubuh kita dari dalam. Jika hati bekerja terlalu keras mengeluarkan racun yang terus menerus kita 'masukkan' ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang tidak sehat, atau obat-obatan yang sembarang kita konsumsi, hati bisa mengalami malfungsi, maka ia tidak akan dapat lagi bekerja optimal.

Tubuh akan memberikan sinyal-sinyal untuk memberitahukan kita bahwa ada yang salah yang terjadi di dalam sana. Akan terjadi peradangan, pembentukan radikal bebas dan peningkatan keasaman darah yang membuat tubuh 'lebih tua' dari usia yang sebenarnya. Kita juga akan merasa lemas dan mudah lelah. Pada kasus yang lebih parah, hati yang sudah terlalu rusak tidak akan dapat diperbaiki lagi.


Bagaimana cara detoksifikasi?

Tubuh sebenarnya memiliki mekanisme-nya sendiri untuk mengeluarkan bahan-bahan toksik dari dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh, sistem pencernaan dan kulit kita adalah para pelindung tubuh dari toksik. Namun bagaimana jika tubuh sudah terlalu banyak menanggung beban bahan toksik? Alangkah baiknya kita tidak sepenuhnya bergantung hanya pada tubuh, tetapi justru membantu tubuh kita dengan melakukan detoksifikasi.

Detoksifikasi adalah proses untuk membebaskan tubuh dari bahan-bahan toksik, yang masuk melalui lingkungan seperti polutan atau melalui konsumsi yaitu makanan/minuman olahan seperti fast food atau junk food.

Nah, sekarang setelah kita tahu bahayanya, kita merasa BUTUH dong untuk terbebas dari bahan-bahan toksik itu.

Bagaimana caranya?

Dari beberapa literatur yang kubaca, ada setidaknya enam cara untuk melakukan detoksifikasi. Aku mencoba untuk menjalani semua, walaupun secara perlahan.

1. Makan makanan sehat dan alami


Makanan sehat alami tentu baik untuk kesehatan.
Sumber gambar: pixabay.com
    Yang lebih baik tentu saja adalah bahan pangan organik yang bebas pestisida, herbisida dan segala jenis -sida lainnya. Jika ini sulit dilakukan karena mahal (ini derita aku juga ... hiks) maka setidaknya kurangilah beban tubuh dalam mengatasi beragam toksik yang masuk ke dalam tubuh dengan mengurangi konsumsi fast food, junk food dan  makanan olahan.

Apakah kemudian kita sama sekali tidak boleh 'menikmati' hidup dengan mengonsumsi makanan enak yang tidak sehat itu? Hehehe, tentu saja boleh, tapi sesekali saja ya. Ingat bahwa kesehatan kita, apalagi sebagai orangtua, bukan milik kita sendiri. Anak-anak kita pastinya ingin kita berumur panjang dalam keadaan sehat.

    Untuk orang-orang yang mengutamakan kesehatan sekaligus kepraktisan, kini sudah banyak bermunculan katering sehat, yang menggunakan bahan alami, minim gula dan garam serta minyak.

2. Minum banyak air putih

Air putih menyingkirkan racun dari dalam tubuh.
Sumber gambar: pixabay.com
     Air putih sangat bermanfaat untuk mengeluarkan toksin-toksin dalam tubuh. Konsumsi air putih yang banyak juga akan memperingan kerja ginjal dan membersihkannya. Kulit wajah akan lebih bersih, badan juga akan terasa lebih bugar. Tidak suka dengan air putih yang tidak berasa? Ada lho orang-orang yang 'tidak bisa' minum air putih karena tidak ada rasanya. Untuk mengatasi ini, kalian bisa memasukkan seiris lemon, stroberi atau daun mint ke dalam sebotol air, maka kalian akan dapatkan air detoks yang tidak hanya enak, tapi juga menyehatkan

3. Berolahraga
     
Aku suka berenang, apalagi bersama keluarga.

Olagraga baik untuk melepaskan stress dan toksin dari dalam tubuh.
   
    Olahraga akan menghasilkan keringat, yang artinya juga mengeluarkan toksin dari tubuh. Kulit memiliki kemampuan untuk mengekskresikan logam berat seperti arsenik, timbal dan merkuri. Jangan lupa, kegiatan yang dianggap sebagai olahraga adalah gerakan-gerakan yang dapat mengeluarkan keringat dan mempercepat kerja jantung, bukan yang sekadar menimbulkan rasa lelah. Jadi, seharian masak di dapur atau duduk mengucek cucian di ember, belum terhitung olahraga, ya Moms ;)
   
    Aku memilih olahraga yang kusukai, yaitu berenang dan jogging. Tidak terlalu butuh banyak biaya dan perlengkapan yang njlmet. Cukup dengan niat yang kuat hihihi ....

4. Berpuasa

    Saat berpuasa, kita membatasi asupan makanan dan minuman dalam sehari. Hari dan usus akan memiliki waktu untuk beristirahat dan membersihkan diri. Puasa detoksifikasi pastinya adalah puasa dengan cara yang benar, yaitu bersahur dan berbuka dengan makanan yang baik dan tidak berlebih.  Puasa Senin Kamis bagus nih, untuk mendetoks tubuh secara rutin.

5. Cukup beristirahat/relaksasi

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat baik untuk kesehatan kita.
Sumber gambar: pixabay.com.
    Jangan sepelekan tidur malam. Hati atau liver melakukan tugasnya pada pukul 23.00 hingga 03.00, membuang racun-racun yang ada di dalam tubuh dan meregenerasi sel-selnya sendiri. Jika kita suka begadang dan tetap mengonsumsi makanan dan minuman di rentang jam itu, maka hati dipaksa untuk bekerja lebih keras dari yang sewajarnya. Jika hal ini berlangsung terus menerus, hati pun akan kelelahan. Kecuali sangat penting seperti bagi para ibu yang memang harus terbangun di tengah malam untuk menimang bayinya yang terbangun, patuhilah jam tidur sebaik mungkin agar hati dapat bekerja optimal.

6. Kelola stress, bergembiralah

Liburan bersama orang-orang tercinta akan melarutkan stress.
    Hadapi masalah yang ada, jangan dipendam dan dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian. Cari seseorang yang dapat dipercaya untuk membicarakannya. Hey, katanya, membicarakan masalah yang dihadapi -- dengan orang yang tepat tentunya -- sama dengan menyelesaikan setengah masalah itu sendiri.

    Di sisi lain, jangan terlalu serius menghadapi dunia. Lighten up! Perbanyak tawa, dan cobalah sesekali untuk melihat dunia melalui kacamata humor. Berliburlah bersama orang-orang tercinta, insyaaAllah stress akan berkurang :)

If life gives you lemons, make lemonade!

Pernah dengar quote di atas? Sering, ya? Itu artinya, kalau kehidupan memberimu kesulitan, maka carilah peluang di balik kesulitan tersebut, untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Bukankah setelah kesulitan ada kemudahan?

Ahh, omong-omong tentang begadang, ini nih kegiatan aku sehari-hari banget. Setelah resign dari pekerjaan kantoran, aku sekarang ngantor di rumah. Lebih enak dong? Eh, jangan salah! Malah lebih sibuk, lho.

Aku kini berprofesi ganda, ibu rumah tangga plus penerjemah lepas dan sesekali menulis. Tidak ada yang bisa memungkiri kesibukan seorang ibu rumah tangga tanpa ART, tapi aku ingin lebih berdaya guna dengan memanfaatkan bakat di bidang bahasa. Tentu saja ada yang harus dikorbankan, dalam hal ini adalah waktu istirahatku.

Aku juga ibu tiga orang anak, yang paling kecil baru berusia dua tahunan. Semua juga tahu kalau anak seusia ini masih sangat needy, sangat butuh perhatian ekstra, dan tentu saja selalu jadi prioritas utama. Maka saat ada order terjemahan atau menulis, aku mengalah dengan begadang untuk mengerjakannya, kadang sampai beberapa malam. Aku minum kopi dan makan camilan untuk membuatku tetap terjaga.

Defai mau membantu pekerjaan Bunda :)

Dua buah buku antologiku, ada cerpen hasil karyaku di dalamnya :)
Apakah aku bahagia? Ya. Apakah aku lelah? Tentu saja. Apakah pencapaian yang kudapat sepadan dengan risiko kesehatan yang kutanggung? Hmmm, pastinya aku ingin meminimalisir risiko yang ada. Kurangnya istirahat dan stress yang ditimbulkan oleh pekerjaanku ini, secara perlahan akan menimbun toksik dalam tubuh, tapi aku juga bertekad kuat untuk tetap memiliki tubuh yang sehat, bebas toksik.


Apa yang Dirasakan oleh Tubuh yang Bebas Toksik?
Yang jelas, tubuh akan terasa lebih segar dan bugar. Berangsur-angsur, wajah juga akan merasakan manfaatnya, menjadi lebih bersih dan cerah. Pikiran lebih jernih dan fokus. Dengan kombinasi itu semua, kita akan bisa menjalani hidup lebih optimal, mendapatkan lebih banyak pencapaian. Memang benar, hidup #AsikTanpaToxic pasti lebih menyenangkan.

Mendapatkan hidup sehat tanpa toksik sekarang jadi lebih mudah dan praktis dengan adanya Natsbee Honey Lemon. Eh, kalian sudah tahu belum tentang minuman madu lemon manis menyegarkan ini?

Natsbee Honey Lemon.
Sumber gambar: IG pokka_id

Natsbee Honey Lemon, sesuai namanya, mengandung madu dan lemon dalam kemasan botol 450mL. Apa saja sih sebenarnya khasiat madu dan lemon?

Madu -- Ah, kayaknya semua sudah tahu ya manfaat luas dari cairan kental keemasan yang dikumpulkan oleh para lebah ini. Khasiat madu sudah lama dikenal sejak zaman Mesir Kuno sebagai penjaga kecantikan Ratu Cleopatra. Dari sisi kesehatan, madu dapat menyeimbangkan kadar kolesterol dalam darah, mengandung antioksidan dan dapat meningkatkan stamina. Rutin mengonsumsi madu ternyata juga dapat meningkatkan daya ingat, lho!

Lemon -- Buah berkulit tebal berasa masam ini, juga banyak manfaatnya. Meminum satu sendok makan perasan lemon yang dilarutkan dalam satu gelas air hangat setiap pagi, akan membantu memulihkan kinerja hati yang malam sebelumnya telah bekerja keras menyaring toksik-toksik dalam tubuh. Lemon juga kaya akan vitamin C, yang sangat baik untuk meningkatan daya tahan tubuh.

Madu dan lemon dapat mengikat zat-zat toksik dalam tubuh lalu membuangnya. Saat keduanya bergabung dalam botol Natsbee, ya jadinya adalah cara praktis untuk menikmati hidup #AsikTanpaToxic kapan saja di mana saja. Aku sangat suka rasanya yang fresh, apalagi kalau didinginkan lebih dulu di dalam kulkas. Meneguk Natsbee Honey Lemon saat bekerja di depan laptop, menghalau suntuk dan mendatangkan ide-ide segar :)

Natsbee Honey Lemon menggantikan kopi saat bekerja dengan laptop.
Natsbee Honey Lemon juga cocok untuk dibawa berolahraga. Eh, kalian pernah malas ngga sih berolahraga? Nah, ini ada satu tips dariku agar olahraga jadi lebih menyenangkan: ajak orang-orang tersayang untuk ikut olahraga juga. Bisa keluarga, teman atau calon ... uhukk :) Pastinya kamu bakal jadi lebih semangat deh olahraganya! Jangan lupa, sehabis olahraga, jangan lantas kulineran hehehe. Sayang dong, kalori yang sudah terbuang nanti balik lagi dalam jumlah yang lebih besar.

Tapi setelah olahraga, kan keringatan ya? Nah, aku mengandalkan Natsbee Honey Lemon untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang setelah berolahraga. Kandungan gula alami dari madu sangat baik untuk mengembalikan energi, dan rasa segar lemonnya membuat tubuh tetap bugar.

Aku berolahraga bersama keluarga di Stadiun Pakansari.

Paling asyik olahraga ditemani orang tersayang :)

Penasaran dengan kesegaran rasa Natsbee Honey Lemon ini? Kamu bisa dapatkan di mana saja kok, karena Natsbee sudah tersedia di toko-toko seperti Carrefour hingga Indomaret, juga di online shop seperti Tokopedia.

Nah, setelah kamu tahu caraku untuk membebaskan diri dari toksik, sekarang giliran kamu untuk bersihkan hari aktifmu. Beneran deh, jangan sampai menyesal belakangan ya. Boleh kok ikuti caraku. Yuk tinggalkan gaya hidup tidak sehat, mulai makan makanan alami, berolahraga dan minum Natsbee Honey Lemon, dan rasakan kesegaran hidup #AsikTanpaToxic!

***

Tulisan ini diikutsertakan pada lomba blog NatsbeexBloggerPerempuan

Literatur:
https://evolvedental.com.au/what-are-toxins-where-do-they-come-from-and-what-do-they-do/
https://www.practo.com/healthfeed/5-effective-ways-to-detoxify-your-body-at-home-naturally/
https://doktersehat.com/puasa-dpat-mengeluarkan-racun-dari-tubuh/
http://ensiklo.com/2015/10/16/inilah-jam-kerja-organ-tubuh-sesuai-ilmu-pengobatan-tiongkok/




8 comments:

  1. ada madu dan lemonnya yang bikin tambah sehat selain menyegarkan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Praktis lagi dibawa ke mana-mana.

      Delete
  2. Wah paduan madu dan lemon pasti enak ya mbk nastbee ini. Sehat juga pastinya yak. Btw nih makasih udh share cara bebeaskan diri dari toksik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak banget,Mbak. Segerr...terima kasih kembali, mbak. Saya juga menulis ini sebagai pengingat :)

      Delete
  3. aku udah coba rasa nastbee emang enak banget ya, segeer kalau di minum siang hari. Pilihan minuman sehat neh mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi kalau dimasukin kulkas dulu ya, Mbak. diminum dingin, enak segerrrr

      Delete
  4. Sekarang toxic bisa dari mana-mana, ya. Harus rutin melakukan detox :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sekitar kita penuh toksik. Jadi kita juga harus rajin membersihkan diri.

      Delete