Wednesday, October 3, 2018

Seru-seruan Main di Taman Kita OREO


"Jangan mempertentangkan penggunaan teknologi informasi dan interaksi sosial. Mereka bukan musuh bebuyutan. Keduanya bisa berjalan beriringan. Tentunya jika kita bisa bijak mengambil manfaat positif dari teknologi tersebut dan tidak kebablasan menggunakannya."

Entah mengapa, hal di atas itulah yang paling membekas di pikiranku saat menghadiri press conference pembukaan Taman Kita OREO di Taman Heulang Bogor tanggal 30 September 2018 kemarin. Dr. Juneman Abraham, seorang ahli psikologi sosial yang menyatakan hal ini -- kata-kata persisnya mungkin berbeda, namun maksudnya sama dan aku mengaminkannya. 

Aku menghadiri peresmian Taman Kita OREO di Taman Heulang, Bogor.
Aku sebagai blogger, aktif di berbagai media sosial seperti IG, Twitter dan FB. Aku juga memiliki dua orang putra berusia 8 tahun dan 10 tahun serta seorang putri 2 tahun. Dan tahukah kalian kalau ketiganya sangat menyukai media sosial? Mereka sangat suka main games dan menonton youtube. 

Apakah aku tidak paham mengenai 'bahaya' media sosial bagi anak-anak? Tentu aku paham. Hal itu yang membuat aku dan suami memperbolehkan mereka menonton youtube hanya di bawah pengawasan kami, agar kami bisa menjamin keamanan kontennya. Kami juga membatasi penggunaan gawai bagi anak-anak di rumah, hanya di akhir pekan saja. Dan terus terang, dua hari ini saja pun cukup membuat kami menghela napas.

Kenapa?

Karena anak-anak akan duduk di pojokan sambil menggenggam gawai, dan enggan main ke luar rumah. Kalau aku tanya alasannya? Karena main di luar ngga seru. Lebih seru main gawai. 

Apa mereka tidak punya teman di luar rumah? Punya, ada banyak. Tetapi teman-teman mereka datang ke rumah kami untuk sama-sama nonton youtube. Atau anak-anakku yang berkunjung ke rumah teman mereka. Untuk apa? Untuk main gawai *hela napas panjang lagi.

Padahal, manusia membutuhkan interaksi nyata. Mereka perlu untuk berbicara langsung secara tatap muka, melihat gesture atau sikap tubuh yang tidak akan tampak dalam komunikasi di media sosial yang katanya 'penuh pencitraan'.

Anak-anak perlu bergerak dan berinteraksi dengan rekan sebaya, atau lebih baik lagi dengan orang-orang dari beragam latar belakang untuk mendukung tumbuh kembang dan membantu mereka menghadapi dunia masa depan. Ya di masa depannya, mereka tidak bisa tidak akan berinteraksi secara langsung dengan 'manusia-manusia lain'. Jika selama ini mereka terkurung oleh pesona gawai, mereka akan kehilangan kesempatan untuk belajar menghadapi orang-orang yang berbeda dengan mereka. Potensi konflik bisa jadi lebih besar. 

Makanya, aku sangat senang saat Pemerintah Kota Bogor sekali lagi, meresmikan sebuah ruang terbuka yang asyik banget di tengah kota yang bertajuk Taman Kita OREO.

Asyik banget, karena siapa sih yang ngga kenal OREO? Snack ini sangat disukai oleh berbagai kalangan, dan keluarga kami termasuk di dalamnya.

Asyik banget, karena selain lokasinya sangat mudah dijangkau, Taman Kita OREO terdiri dari beragam arena permainan yang mendukung interaksi langsung dan aktivitas bersama. 

Ayo pilih tim-mu untuk bermain bersama di Taman Kita OREO!

Kamu mau melakukan apa hari ini?
Menurut Rachel Angelina, selaku Brand Manager Treats Mondelez Indonesia yang mengeluarkan merek biskuit OREO, ada tiga area permainan utama di Taman Kita OREO. Mereka adalah Twist (Putar), Lick (Jilat) dan Dunk (Celup). Twist mengimitasi permainan memanjat, dan siapa yang paling dulu mencapai keping Oreo di puncak, dialah pemenangnya. Lick terdiri dari gabungan permainan panjat tali dan perosotan, sementara Dunk adalah permainan bola basket dengan tiga buah hoop


Twist / Putar
Lick / Jilat
Dunk / Celup
Ketiga permainan ini mendukung interaksi antar anak, karena petunjuk permainannya mendorong anak-anak untuk membentuk kelompok. Secara tidak langsung, mereka juga akan dilatih untuk bermain bersama, bekerja sama, berkompetisi dan belajar menghadapi kekalahan dan kemenangan. 

Ini sangat sejalan dengan nama taman ini sendiri, yaitu Taman Kita OREO. Kata 'Kita' di sini mengacu pada permainan yang dilakukan oleh lebih dari satu orang, yang dapat memupuk kebersamaan. 'Kita' juga berarti bahwa taman kota ini adalah milik bersama yang harus dijaga dan dipelihara bersama-sama.

Aku juga berkomitmen untuk menjaga dan merawat Taman Kita OREO.

Menurut Dr. Juneman lagi, aktivitas di taman terbuka hijau dapat meningkatkan kesehatan mental, lho. Apalagi jika dilakukan bersama seluruh keluarga, dan di taman ini kita bertemu dengan orang-orang dari latar belakang yang beragam. Akan tumbuh rasa kebersamaan yang mendalam yang menunjang kegiatan positif di lingkungan sekitar.
Rachel Angelina (tengah) dan Dr Juneman Abraham S.PSi (kanan)
saat press conference Peresmian Taman Kita OREO
Aktivitas di taman terbuka hijau selama 15 menit saja, sudah mampu membuat kita merasa bahagia. Aliran darah ke otak yang terasosiasi dengan pikiran negatif akan berkurang, dan perasaan bahagia akan bertambah. Keren ya, fungsi taman terbuka itu!

Setengah hari yang kami habiskan di Taman Kita OREO, mampu membuat anak-anak sejenak melupakan gawai dan bermain bersama-sama anak-anak lain, yang padahal, baru mereka temui hari itu! Dan bagiku, Taman Kita OREO ini instagrammable banget! Atau mengutip Mbak Rachel, instagram worthy hehehe ... Iya hasil dari berfoto-foto di Taman Kita OREO, pantaslah untuk dimasukkan ke akun IG aku :) 

Jadi anak-anak senang bermain di taman, dan bundanya senang juga karena mendapatkan bahan untuk feed IG hihihi....

Aku bersama Mr. Rick Lawrence, Biscuit Marketing Director Mondelez South East Asia
Nah, ada cara lebih asyik untuk menikmati kebersamaan di Taman Kita OREO. Apalagi kalau bukan, sambil menyantap biskuit OREO nya itu sendiri hehehe. OREO kini hadir dengan kemasan sachet isi tiga keping yang praktis dinikmati di mana saja. Dengan membeli OREO, masyarakat juga berperan serta menjaga dan memelihara taman kota.

OREO kemasan sachet yang praktis dinikmati di mana saja.

4 comments:

  1. Ini proyek corporate social responsibility-nya Oreo ya? Bagus juga ya idenya.. Selain meningkatkan branding juga bisa bikin tempat umum yang bermanfaat untuk publik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, bekerja sama dengan pemkot Bogor. Simbiosis mutualisme :)

      Delete
  2. Sukaaa deh kalo taman2 yg banyak wahana edukatif gini makin ada di mana2. Sebulan sekali suamiku juga rutin ajakin anak2 ke taman yg ada mainan / kegiatan edukatifnya. Supaya mereka bisa lari2 dan ga cuma fokus ama hp :). Kapan2 kalo ke bogor aku ajakin anak2 ksana deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ke sini Mbak. Lokasinya di tengah kota pula. Aksesnya mudah.

      Delete