Thursday, October 26, 2023

Akhmad Sobirin Ekspor Gula Semut ke Mancanegara, Kok Bisa?


Menulis tentang para peraih apresiasi
SATU Indonesia Awards, merupakan salah satu momentum yang membuka mata hatiku. Ya, karena aku jadi ‘terpaksa terpapar’ pada kisah-kisah sukses orang-orang hebat ini. Beberapa dari mereka sungguh usianya lebih muda dariku, tetapi sudah bisa meraih kesuksesan (insyaAllah) dan bukan hanya itu, juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya, mengubah nasib dan mungkin masa depan mereka hingga ke anak cucu. MasyaAllah.  

SATU Indonesia Awards adalah suatu bentuk apreasiasi yang diberikan oleh PT Astra International Tbk. bagi generasi muda, baik individu maupun kelompok, yang memiliki kepeloporan dan melakukan perubahan untuk berbagi dengan masyarakat sekitar di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi, serta satu kategori Kelompok yang mewakili lima bidang tersebut.

Salah satu peraih apresiasi ini adalah Akhmad Sobirin pada tahun 2016, dengan aksinya memberdayakan gula semut.

Friday, October 20, 2023

Menggali Inspirasi dari Joko Sulistyo Sang Penyalur Air Tanah Kapur


Waktu itu kami pulang ke rumah dengan terburu-buru. Sudah pukul 16.00. Kami harus berangkat lagi pukul 16.30 jika tidak mau telat mengantarkan si nomor dua ke pondok pukul 19.00.

Hujan mengguyur Bogor seperti air yang disiramkan ke dua kucing yang sedang berantem. Banyak banget, maksudnya. Deras kalau untuk konteks hujan. Kami kuyup hanya sejarak turun dari mobil, membuka pagar lalu lari ke teras.

“Cepat semuanya mandi! Jangan pakai lama!” seruku. Aku sendiri sudah kebelet pengin buang air kecil. Karena suami dan si nomor dua langsung mengakuisisi dua kamar mandi di lantai bawah, aku langsung lari ke kamar mandi lantai atas. Si sulung dan si bungsu harus rela mengantre.

Sunday, October 15, 2023

Belajar pada Heri Chandra Santoso, Menghidupkan Sastra dari Desa Boja ke Indonesia


Aku menghela napas panjang saat melihat anak-anakku sibuk masing-masing. Anak pertama main game di ponselnya, anak kedua main game di komputer dan yang ketiga nonton video mukbang di tablet. Ini memang hari Minggu, tetapi ….

“Apa ngga ada kegiatan lain selain main game atau nonton youtube?” tanyaku jengkel.

Tidak ada jawaban pasti, ketiga anakku hanya menggumam tak jelas dengan mata tetap tertancap di layar.

“Udah berapa lama main?” tanyaku lagi.

Kali ini semua mulai dengan enggan menatapku, lalu pelan-pelan meringis. Itu artinya sudah lebih dari waktu yang diizinkan.

Aku mengangkat alis, lalu menjatuhkan vonis. “Yak! Kalau gitu semua udahan nontonnya, yaa!”

Sebagaimana bisa diduga, suara-suara protes langsung bermunculan. Aku bergeming dan akhirnya semua meninggalkan gawainya.

“Sekarang ngapain?” tanya si bungsu. Dia ikut-ikutan aku menyilangkan tangan di dada.

“Kan bisa baca buku,” jawabku cepat. “Bunda punya banyaaak buku!” Aku menunjuk ke arah rak-rak buku di sebelah komputer sambil tersenyum lebar.

Tuesday, October 10, 2023

Vania Febriyantie: Menyemai Asa kala Pandemi dengan Urban Farming



Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal. Membuat banyak orang terpuruk karena kehilangan orang tersayang. Pembatasan interaksi membuat banyak sektor ekonomi terpaksa menghentikan aktivitasnya. Ini berarti berkurang bahkan hilangnya pekerjaan yang berarti hilang pula sumber penghasilan sehari-hari. Hilang sumber penghasilan berarti tak ada lagi kemampuan untuk menghidupi diri maupun keluarga.

Namun, kesempitan yang terjadi ternyata juga berhasil memantik ide kreatif bagi yang lain. Yang lain ini salah satunya adalah Vania Febriyantie. Perempuan kelahiran 24 Februari 1993 ini menggagas ide Petani Kota dengan Advance Payment, yang membuatnya memenangkan Penghargaan SATU Indonesia Awards 2021 di Kategori Khusus Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19. Penghargaan SATU Indonesia Awards adalah penghargaan bergengsi dari PT Astra International Tbk. yang diberikan kepada individu maupun kelompok generasi muda yang memiliki kepeloporan dan melakukan perubahan untuk berbagi dengan masyarakat di sekitarnya di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan dan Teknologi, serta satu kategori Kelompok yang mewakili lima bidang tersebut.

Apa sih Petani Kota itu? Terlebih lagi, kok dikaitkan dengan Advance Payment?

Wednesday, October 4, 2023

5 Tips Bisnis Melejit ala Elsa Maharani dan Kampung Jahit



5 Tips Bisnis Melejit ala Elsa Maharani dan Kampung Jahit


Ada beberapa hal yang bisa aku pelajari dari seorang Elsa Maharani tentang hal-hal yang dibutuhkan untuk meraih sukses melejit di dunia dan akhirat (insyaAllah …)

1. Niat yang Lurus

Kalau ada yang bilang segala sesuatu dimulai dari niat, itu sungguh benar adanya. Niat adalah segala sesuatu yang mendasari perbuatan kita. Niat membantu kita tetap teguh berjuang saat aral melintang di jalan yang kita tempuh untuk mencapai tujuan.

Elsa Maharani, ibu dua anak asal Kampung Simpang Koto Tingga, Kelurahan Ambacang, Kecamatan Kuranji, Padang, Sumatera Barat ini berniat memberdayakan masyarakat ekonomi lemah di kampungnya.

Sejak dahulu kebanyakan penduduk Kampung Simpang Koto Tingga memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai kuli bangunan, asisten rumah tangga, petani, atau pemecah batu kali. Penghasilan mereka pas-pasan, malah diistilahkan sebagai petang-pagi, alias dapat duit petang, besok paginya sudah habis. Bukan hanya itu, pengguna narkoba pun ada banyak di kampung ini.