Tuesday, June 23, 2020

Rapid Test Cepat dan Mudah via Halodoc



Beberapa hari lalu, seorang teman menghubungiku via WA. Isi percakapannya bernada galau. Anaknya yang remaja batuk pilek. Dalam keadaan normal, ini tidak akan dianggap sebagai penyakit gawat. Dia akan membiarkan anaknya beristirahat sampai sembuh sendiri. Paling menyuruhnya makan dan minum lebih banyak. Tetapi keadaan saat ini bukan keadaan normal. Ini adalah masa pandemi Covid-19.

Covid-19, atau corona virus disease-2019 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yang penyebarannya dimulai dari Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019.

Virus corona sebenarnya bukan 'barang baru'. Beberapa tipe virus ini telah lama diketahui menyebabkan penyakit saluran pernapasan seperti batuk pilek. Dua penyakit serius, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah dua contoh penyakit yang lebih dulu 'terkenal' yang disebabkan oleh virus corona.

Tetapi kenapa Covid-19 lebih mengerikan?

Karena infeksi Covid-19 dapat memberikan dampak yang lebih serius bahkan kematian, terutama bagi orang-orang yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, gangguan jantung dan paru-paru. Covid-19 ini sangat mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain. Maka dari itu, penyakit ini dengan cepat berkembang menjadi pendemi di seluruh dunia. Sampai detik ini, tercatat lebih dari 9,1 juta orang terpapar covid-19 dengan angka kematian lebih dari 474 ribu.

Di Indonesia sendiri, per 23 Juni 2020 telah terkonfirmasi lebih dari 46,8 ribu kasus Covid-19 dengan kematian merenggut 2500 jiwa.

Seperti disebutkan di atas, virus Covid-19 sangat mudah ditularkan. Virus ini menyebar melalui percikan dari hidung atau mulut orang yang membawa virus Covid-19. Virus ini juga dapat bertahan di permukaan benda-benda. Virus akan tetap bertahan hidup hingga 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada permukaan tembaga dan kurang dari 24 jam pada permukaan karton. Jika tangan orang berkontak dengan permukaan benda yang dihinggapi virus Covid-19, lalu dia menyentuh mulit, mata atau hidung, virus dapat masuk ke dalam tubuhnya. Dia akan tertular.

Nah, apakah orang yang sudah tertular virus Covid-19 otomatis akan 'sakit'? Belum tentu. Jika daya tahan tubuhnya kuat, orang tersebut bisa saja tetap sehat tanpa menunjukkan gejala apa pun. Namun, hal ini bisa jadi malah membahayakan orang lain. Mengapa? Karena orang tersebut tidak tahu bahwa dirinya sudah terpapar virus, dan jika dia bersin atau batuk tanpa proteksi, maka dia berpotensi menularkan virus ini ke orang lain, yang mungkin saja rentan.

Jadi dua minggu yang lalu, anak temanku itu pergi ke toko buku. Aku tahu dia adalah book lover. Being a book lover myself, memang rasanya toko buku itu kan punya daya magnetik tersendiri. Dia seperti menarik-narik kita untuk mendatanginya. Masa pandemi membuat aku sedih banget, enggak bisa jalan-jalan ke toko buku. Saat perekonomian menggeliat kembali dan toko-toko mulai dibuka, aku masih ragu. Tetapi rupanya anak temanku itu tidak. Dan sekarang dia batuk pilek. Entah sekadar karena cuaca atau ....

Jadi kusarankan kepada temanku agar anaknya menjalani isolasi mandiri. Dia harus lebih menjaga asupan dengan makan makanan bergizi ditambah multivitamin jika perlu.

Baca juga: Microgreens sayuran imut bernutrisi tinggi.

Si Anak dan keluarga juga harus tetap optimis. Kesehatan mental sangat mendukung kesehatan fisik.  Untuk lebih meyakinkannya tentang kondisi kesehatan anaknya, aku juga menyarankan agar si Anak menjalani rapid test. Meski si Anak menjalankan protokol kesehatan dengan baik seperti mengenakan masker, menggunakan hand sanitizer selama bepergian dan cuci tangan sepulang dari toko buku, bahkan langsung mengganti baju dan mandi, siapa dapat menjamin bahwa dia tidak terpapar Covid-19? Apalagi dia mulai menunjukkan gejala sakit.

Maka rapid test adalah langkah awal untuk mengonfirmasi terinfeksi atau tidaknya si Anak dengan Covid-19. Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi IgG dan IgM yang dihasilkan tubuh untuk melawan virus Corona.

Temanku awalnya ragu. Maka aku anjurkan padanya untuk membaca info lengkap tentang rapid test di website halodoc.com. Halodoc yang merupakan perusahaan teknologi asal Indonesia, melayani telekonsultasi masalah kesehatan. Kita dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis, membeli obat, bahkan melakukan pemeriksaan laboratorium kapan saja dan di mana saja selama 24 jam setiap hari.

Di Halodoc, kita dapat mengetahui prosedur rapid test, rumah sakit mana yang mampu melakukannya hingga harga untuk setiap rumah sakit, yang disediakan lengkap dan jelas. Sudah enggak perlu lagi tuh, keliling-keliling buang waktu untuk mencari rumah sakit dan menunggu lama. Apalagi di masa pandemi ini, kita kan sangat dianjurkan untuk tidak keluar rumah untuk hal yang tidak terlalu mendesak.




Melalui Halodoc, temanku dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis, mendapatkan saran dan diagnosis. Jika setelah konsultasi, dokter di Halodoc menyarankan untuk ke rumah sakit, kita bisa klik 'Buat Janji' lalu tentukan hari dan jam yang cocok untuk berkunjung ke rumah sakit. Dengan cara ini, kita akan terhindar dari menunggu untuk antri lama di rumah sakit. 


It was as easy and simple as one two three! Sesuai banget dengan pedoman Holodoc: Simplifying healthcare.

Di masa pendemi ini, kita harus saling mengingatkan. Tetap jalankan protokol kesehatan. Jangan keluar rumah kecuali sangat perlu. Pakai masker dan jaga jarak jika keluar rumah. Kepatuhan kita pada protokol kesehatan berarti keselamatan untuk diri sendiri dan orang lain.

Nah, kalau rekan dan kerabat terdekat kalian juga menunjukkan gejala-gejala yang mengarah pada Covid-19, jangan langsung panik ya! Jangan juga bersikap abai. Konsultasikan dengan dokter dan jika perlu, lakukan rapid test melalui Halodoc :)





Referensi:
https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public
https://www.worldometers.info/coronavirus/?

Friday, February 14, 2020

Cerita Anak Menurut(Cerita)ku

Cerita anak adalah … cerita untuk anak, yang layak dibaca oleh anak. Penulisnya bisa siapa saja, orang dewasa dan anak-anak pun boleh.

Siapa sih anak-anak?

Ada yang bilang, anak ada di rentang usia 6-12 tahun. Ini bukan patokan resmi. Ada pula pembagian anak berdasarkan kemampuan membacanya. Ada pembaca awal, menengah dan tinggi.

Apa saja jenis cerita anak?

Banyak macamnya : cerita pendek, novel anak, novel grafis, pictorial books, dll.

Aku belum familiar dengan semua, tetapi mulai menyeriusi cerita pendek dan novel anak.

Kenapa aku menulis cerita anak?

Friday, February 7, 2020

Self Healing with Writing #1 - Journey to Happiness

Setiap orang punya luka, setiap orang punya kisah duka. Masing-masing mungkin punya cara sendiri untuk menyembuhkannya. Luka dan duka itu, bisa saja sembuh 'seiring waktu berlalu'. Ada orang-orang kuat yang bisa melakukan upaya penyembuhan mandiri, ada juga yang butuh bantuan dari luar untuk bisa sembuh.

Kadang kala, kita bingung dan kalut saat terluka. Tidak tahu harus ke mana mengadu. Tentu kita punya Allah yang Maha Penyembuh, tetapi Allah juga mewajibkan usaha atau ikhtiar beriringan dengan doa.

Tahukah kamu, menulis bisa jadi salah satu cara untuk menyembuhkan luka?

Monday, February 3, 2020

Menjaga Hutan, Menjaga Sumber Pangan

Terus terang, pengalamanku 'bermain' di hutan tidaklah banyak. Hanya dua kali ke Gunung Gede-Pangrango saat SMA dan kuliah, jelas tidak membuatku seorang ahli di bidang jalan-jalan atau petualangan ke hutan.

Apalagi, aku si Anak Bawang biasanya jalan kedua paling belakang, terengah-engah menggendong carrier sambil didorong oleh teman supaya tidak terlalu tertinggal barisan *tutup muka karena malu.

Tetap saja, dua perjalanan itu menyisakan kenangan. Salah satu hal yang paling kusuka saat naik gunung adalah ... saat istirahat di posko? Hehehe bukaaan! Jalan turunan sehingga kaki tidak terlalu berat melangkah? Bukan juga!

Sunday, January 12, 2020

6 Alat untuk Melakukan Composting di Rumah

6 Alat untuk Melakukan Composting di Rumah

Go Green, Back to Nature, Kembali ke Fitrahnya, adalah beberapa slogan yang kini sedang naik daun terkait pelestarian lingkungan.

Kembali ke fitrahnya, berhubungan erat dengan memisah dan memilah sampah non-organik dari organik. Sampah non-organik masih bisa didaur ulang atau dialih-fungsikan ke kegunaan lain. Sampah organik dikembalikan ke fitrahnya, kembali ke tanah.

Sumber utama sampah organik masyarakat adalah sampah rumah tangga atau sampah dapur. Bisa dalam bentuk sampah sayur yang tidak terolah seperti kulit buah atau batang sayur, sisa makanan seperti sisa sayur dan nasi basi atau tulang belulang. Sampah organik juga bisa berasal dari potongan rumput, daun kering dan buah busuk di halaman.