Friday, February 14, 2020

Cerita Anak Menurut(Cerita)ku

Cerita anak adalah … cerita untuk anak, yang layak dibaca oleh anak. Penulisnya bisa siapa saja, orang dewasa dan anak-anak pun boleh.

Siapa sih anak-anak?

Ada yang bilang, anak ada di rentang usia 6-12 tahun. Ini bukan patokan resmi. Ada pula pembagian anak berdasarkan kemampuan membacanya. Ada pembaca awal, menengah dan tinggi.

Apa saja jenis cerita anak?

Banyak macamnya : cerita pendek, novel anak, novel grafis, pictorial books, dll.

Aku belum familiar dengan semua, tetapi mulai menyeriusi cerita pendek dan novel anak.

Kenapa aku menulis cerita anak?

Friday, February 7, 2020

Self Healing with Writing #1 - Journey to Happiness

Setiap orang punya luka, setiap orang punya kisah duka. Masing-masing mungkin punya cara sendiri untuk menyembuhkannya. Luka dan duka itu, bisa saja sembuh 'seiring waktu berlalu'. Ada orang-orang kuat yang bisa melakukan upaya penyembuhan mandiri, ada juga yang butuh bantuan dari luar untuk bisa sembuh.

Kadang kala, kita bingung dan kalut saat terluka. Tidak tahu harus ke mana mengadu. Tentu kita punya Allah yang Maha Penyembuh, tetapi Allah juga mewajibkan usaha atau ikhtiar beriringan dengan doa.

Tahukah kamu, menulis bisa jadi salah satu cara untuk menyembuhkan luka?

Monday, February 3, 2020

Menjaga Hutan, Menjaga Sumber Pangan

Terus terang, pengalamanku 'bermain' di hutan tidaklah banyak. Hanya dua kali ke Gunung Gede-Pangrango saat SMA dan kuliah, jelas tidak membuatku seorang ahli di bidang jalan-jalan atau petualangan ke hutan.

Apalagi, aku si Anak Bawang biasanya jalan kedua paling belakang, terengah-engah menggendong carrier sambil didorong oleh teman supaya tidak terlalu tertinggal barisan *tutup muka karena malu.

Tetap saja, dua perjalanan itu menyisakan kenangan. Salah satu hal yang paling kusuka saat naik gunung adalah ... saat istirahat di posko? Hehehe bukaaan! Jalan turunan sehingga kaki tidak terlalu berat melangkah? Bukan juga!

Sunday, January 12, 2020

6 Alat untuk Melakukan Composting di Rumah

6 Alat untuk Melakukan Composting di Rumah

Go Green, Back to Nature, Kembali ke Fitrahnya, adalah beberapa slogan yang kini sedang naik daun terkait pelestarian lingkungan.

Kembali ke fitrahnya, berhubungan erat dengan memisah dan memilah sampah non-organik dari organik. Sampah non-organik masih bisa didaur ulang atau dialih-fungsikan ke kegunaan lain. Sampah organik dikembalikan ke fitrahnya, kembali ke tanah.

Sumber utama sampah organik masyarakat adalah sampah rumah tangga atau sampah dapur. Bisa dalam bentuk sampah sayur yang tidak terolah seperti kulit buah atau batang sayur, sisa makanan seperti sisa sayur dan nasi basi atau tulang belulang. Sampah organik juga bisa berasal dari potongan rumput, daun kering dan buah busuk di halaman.