Monday, February 22, 2021

Saat Defai Sakit Gigi


“Pada zaman dahulu kala … ada seorang putri bernama … hmm …”

“Putri itu apa?” tanya Defai sambil meringis. Tangan kanannya mengusap-usap pipinya yang bengkak.

“Putri itu adalah anak perempuan raja dan ratu, yang memimpin suatu kerajaan.” Aku mengambil salah satu buku dongeng HC Andersen yang ada di atas meja samping tempat tidur. Aku menunjukkan halaman-halamannya. “Ini gambar putri dan dia tinggal di istana. Istananya baguuus sekali, tapi sayang, putrinya sakit gigi.”

“Seperti Defai!” seru anakku, lalu dia mengaduh pelan.

Aku menarik napas panjang. “Iya seperti Defai,” gumamku sedih.

Thursday, January 14, 2021

My Own Personal 30DTummyFatLossChallenge - Day 3

My Own Personal 30DTummyFatLossChallenge

Jurnal Hari 3 - 14 Januari 2021

Berat badan: 66,30 kg

Lingkar perut: 96,5 cm

Lingkar pinggang: 86 cm


Tanggal        Berat badan (kg)          Lingkar perut (cm)         Lingkar pinggang (cm)
12 Jan            68,25                              96,5                                   87

13 Jan            66,75                              96,5                                   87    

14 Jan            66,30                              96,5                                   86  

Hmmm ... berat badan turun lagi sebanyak 0.45 kg ... not bad ...

Di postingan kali ini, aku akan mencoba menulis tentang PLANK, dari berbagai sumber ya.


Jadi untuk sederhananya, plank seperti yang diilustrasikan di gambar atas adalah gerakan mirip push-up tetapi kita tidak bergerak naik turun. 

Sebenarnya ada berbagai ragam plank, tetapi yang paling umum adalah  siku ditekuk, badan lurus seperti papan lalu mulailah berhitung.

Berapa lama kita harus bertahan di posisi plank? Tergantung kekuatan tubuhmu, tetapi umumnya disarankan untuk menahan posisi ini selama 30 detik saja.

30 detik saja? Bentar amat?

Yeah ... kalau kamu sudah terbiasa mungkin akan terasa sebentar. Kalau belum pernah mencobanya, ckck ... 30 detik itu feels like forever!

Kenapa plank sulit dilakukan?

Jika kamu tidak terlatih atau tidak terbiasa berlatih, maka core muscle atau otot intimu akan lemah. Apa itu otot inti? Otot inti adalah otot di mana titik tengah gravitasi tubuh berada. Otot inti terdiri dari jaringan otot yang menopang keseluruhan struktur tulang belakang, perut, panggul dan pelvis. Otot inti yang kuat berarti keseimbangan yang baik dalam melakukan gerakan kinetik tubuh.

Nah, jika otot inti lemah, maka akan sulit sekali melakukan plank. Otot perut dan otot samping perut yang lemah akan menyulitkan tubuh dalam menahan bagian tengah tubuh saat plank, sehingga tubuh akan melengkung ke bawah.

Posisi plank yang salah justru berpotensi menyebabkan nyeri dan cidera, lho, jadi jangan salah melakukannya.

Tahukah kamu, rekor terlama orang melakukan plank? 8 jam lebih! My god! George Hood, usia 62 tahun, memecahkan rekor dunia pada tahun 2020 dengan melakukan plank selama 8 jam 15 menit 15 detik! Strong banget otot perutnya ya!

Dan aku mah, 30 detik aja rasanya kayak apa tau. Padahal aku sudah setiap hari melakukan plank minimal 5 x 30 detik, tetapi kenapa tidak jadi lebih mudah, ya?

Plank ini sangat banyak manfaatnya. Selain manjur meratakan perut, plank juga akan menguatkan dan mengencangkan otot kaki, lengan, paha dan bokong. Kalori yang digunakan untuk plank lebih banyak dibandingkan dengan yang digunakan untuk sit-up dan crunch. Makanya plank disebut-sebut sebagai olahraga otot perut nomor 1.

Olahraga plank juga sangat baik untuk orang-orang yang banyak bekerja sambil duduk di depan komputer, karena plank akan memperbaiki postur tubuh dan mengurangi rasa pegal di bahu dan leher karena sering membungkuk.

Next post, aku akan menjelaskan tentang crunch yaaa ...

Wednesday, January 13, 2021

My Own Personal 30DTummyFatLossChallenge - Day 2

 My Own Personal 30DTummyFatLossChallenge

Jurnal Hari 2 - 13 Januari 2021

Berat badan: 66,75 kg

Lingkar perut: 96,5 cm

Lingkar pinggang: 87 cm

Eh ... beneran nih turun sekian gram dari timbangan kemarin?


Tuesday, January 12, 2021

My Own Personal TummyfatlossChallenge

My Own Personal TummyfatlossChallenge 

Jurnal Hari 1 ~ 12 Januari 2021

Berat badan : 68,25 kg

Lingkar pinggang: 87 cm

Lingkar perut: 96,5 cm

Oh my gosh!

Friday, January 8, 2021

Let's Read: Memperkenalkan Bahasa Ibu lewat Cerita Bergambar


Defai mendekat lalu menarik lengan bajuku. Aku merendahkan kepala. Dia berbisik di telingaku.

“Bunda ge … gelisss.”

Dia terkikik geli. Aku menoleh dan tersenyum lebar ke arah putri 4,5 tahunku itu, lalu balas berbisik, “Defai oge geulis!”

Terlepas dari kebenaran fakta (ehem!) dan pujiannya yang tulus, bisikan Defai ke telingaku terdengar lebih istimewa karena dia mengatakan geulis, sebuah kosa kata bahasa Sunda yang artinya cantik. Kenapa jadi lebih istimewa? Karena bisikan mesranya menyiratkan titik awal keberhasilan misiku.

Memperkenalkan anakku ke bahasa ibunya.

Saturday, October 10, 2020

Ayo Lestarikan Hutan lewat Adopsi Hutan!

Everybody wants to stand in the shade, but no one wants to plant a tree - anonim.

Pernah dengar tentang quote di atas? Eh, aku bisa nambahin lho. Semua orang ingin menghirup udara segar, tetapi tidak mau menanam pohon. Semua tidak ingin banjir dan longsor, tetapi hutan dibuka dan diubah menjadi vila. Uhukk ...     

Jika satu pohon saja sedemikian artinya, terlebih lagi suatu hutan. Terlebih lagi hutan Indonesia. Semua tahu bahwa hutan sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun pertanyaan besarnya adalah, apakah kita sudah melakukan tindakan nyata untuk membantu pelestarian hutan? 

Friday, August 28, 2020

Yuk, Ajak Anak Kita Lestarikan Hutan Lewat Adopsi Hutan

"Katanya ada hantu di hutan di atas tebing."

Aku mengerutkan kening. "Kata siapa?" 

"Kata yang punya rumah dekat tebing. Suka kayak ada yang lewat di sela-sela pohonnya kalau malam. Terus ada juga suara-suara aneh gitu," jelas anakku dengan kening berkerut.

Aku tersenyum, lalu kembali ke serious-mode saat anakku cemberut. 

"Bunda percaya, hutan itu memang ada penjaganya," ucapku sambil mengangguk-angguk.

Anakku menatapku tak percaya.

"Beneran! Kamu tahu enggak, kenapa hutan itu perlu dijaga?" tanyaku sambil mengangkat-angkat alis.

"Ah, Bunda mah bercanda aja!" gerutu anakku kesal.

Aku kembali tersenyum, merangkulnya lalu mulai bercerita tentang para penjaga hutan.