Tuesday, September 6, 2022

Review Lengkap O’Naomi Shampoo, Bikin Rambut Gak Lepek Seharian!


Hei girls
, ada yang pernah ngalamin gak sih, abis keramas pagi hari, rambut udh perawatan terus pas dibawa aktivitas seharian di luar malah cepet lepek? Bikin bad hair day banget gak sih?!

Untungnya sekarang aku udah nemu solusinya nih, jadi aku mau sharing ke kalian semua.

Jadi sekarang aku tuh pakai O’Naomi Black Sesame & Ginger Rejuvenating Shampoo & Hair Treatment.

O'Naomi Black Sesame & Ginger
Rejuvinating Shampoo & Hair Treatment


Yuk, baca review aku satu persatu dari kemasan, cara pemakaian hingga kesan setelah penggunaan.

Kemasan

Dari segi kemasan shampoo O’Naomi Black Sesame & Ginger Rejuvenating Shampoo & Hair Treatment ini berwarna coklat tua serta sudah disertai pump untuk kemasan 600ml. Sehingga sangat membantu dalam mengeluarkan shampoo dari botol. Isinya sangat banyak bukan? Bisa digunakan lebih dari 1 bulan pemakaian, loh. Untuk kamu yang mau coba, sekarang sudah ada kemasan barunya yang 200ml.

Cara Pemakaian

Keluarkan shampoo secukupnya, lalu oleskan ke rambut yang sudah dibasahi. Pijat-pijat kepala dan rambut dengan lembut selama kurang lebih 1-3 menit. Lalu bilas dengan air bersih.

Kesan Setelah Penggunaan

Busa yang dihasilkan tidak terlalu banyak/ berlebihan sehingga rambut jadi terasa lebih bersih setelah keramas. Setelah keramas, biasa rambut jadi terasa lepek, tapi ini gak lepek sama sekali bahkan setelah aktivitas satu harian. Rambut juga terasa lebih lembut. Shampoo- nya juga wangi, bukan yang bau herbal walaupun kandungannya 100% herbal alami.

Nah itulah review lengkap tentang O’Naomi Black Sesame & Ginger Rejuvenating shampo & Hair Treatment yang bisa membantu kamu dalam memilih produk untuk rambut rontok. Untuk mendapatkan produk shampo O'Naomi bisa cek di Tokopedia SSAbadi Official.

 

 

Tuesday, March 15, 2022

Serunya Belajar Bahasa Inggris bersama Aplikasi LEXO LAB

"Bun, memangnya benar penjin hidup di salju?"

Aku yang sedang memotong wortel di dapur, menengok ke arah ruang tamu. "Apa, Defai? Apa yang hidup di salju?"

"Penjin!" jawab anak perempuanku sambil menunjuk ke layar laptop di depannya. Melihat aku mengerutkan kening dan menatapnya penuh tanya, dia mengulang jawabannya. "Penjin. Peng ... jin?" Nadanya semakin ragu-ragu. Lalu dia mulai cemberut.

Wah, pertanda buruk ... Aku menghampiri Defai, lalu menengok tontonan yang sedang dihadapinya. Film kartun tentang hewan lucu berwarna hitam putih yang hidup di kutub. Aku tersenyum lebar. "Ooo ... penguin."

"Iya, dari tadi kan Defai juga bilang peeen ... jiiin," omelnya dengan mata mendelik.

Aku meringis.

Di waktu lain, Defai menyanyikan lagu berbahasa Inggris. Liriknya ... sedikit melenceng dari yang sebenarnya. Saat dikoreksi, dia bakal cemberut. 

Adorable ....

Tuesday, June 22, 2021

Return to Beauty with Scarlett Face Care


"Lama amat ngacanya? Ayo dong, anak-anak sudah siap."

Aku tersentak, berpaling dari cermin yang sejak tadi kutekuri. Suami berdiri di ambang pintu dengan ekspresi tak sabar. Aku cepat-cepat memulas pipi dengan bedak, mengenakan kerudung, lalu keluar kamar. Di ruang tamu, ada sebuah cermin besar tergantung di dinding. Sekali lagi aku berhenti sejenak, memeriksa wajahku. 

"Bunda udah cantik, kok! Ayo dong, Bun! Nanti keburu macet!" Anak-anak bergantian berteriak. Aku tertawa lalu bergegas menyusul. 

***

Monday, February 22, 2021

Saat Defai Sakit Gigi


“Pada zaman dahulu kala … ada seorang putri bernama … hmm …”

“Putri itu apa?” tanya Defai sambil meringis. Tangan kanannya mengusap-usap pipinya yang bengkak.

“Putri itu adalah anak perempuan raja dan ratu, yang memimpin suatu kerajaan.” Aku mengambil salah satu buku dongeng HC Andersen yang ada di atas meja samping tempat tidur. Aku menunjukkan halaman-halamannya. “Ini gambar putri dan dia tinggal di istana. Istananya baguuus sekali, tapi sayang, putrinya sakit gigi.”

“Seperti Defai!” seru anakku, lalu dia mengaduh pelan.

Aku menarik napas panjang. “Iya seperti Defai,” gumamku sedih.

Thursday, January 14, 2021

My Own Personal 30DTummyFatLossChallenge - Day 3

My Own Personal 30DTummyFatLossChallenge

Jurnal Hari 3 - 14 Januari 2021

Berat badan: 66,30 kg

Lingkar perut: 96,5 cm

Lingkar pinggang: 86 cm


Tanggal        Berat badan (kg)          Lingkar perut (cm)         Lingkar pinggang (cm)
12 Jan            68,25                              96,5                                   87

13 Jan            66,75                              96,5                                   87    

14 Jan            66,30                              96,5                                   86  

Hmmm ... berat badan turun lagi sebanyak 0.45 kg ... not bad ...

Di postingan kali ini, aku akan mencoba menulis tentang PLANK, dari berbagai sumber ya.


Jadi untuk sederhananya, plank seperti yang diilustrasikan di gambar atas adalah gerakan mirip push-up tetapi kita tidak bergerak naik turun. 

Sebenarnya ada berbagai ragam plank, tetapi yang paling umum adalah  siku ditekuk, badan lurus seperti papan lalu mulailah berhitung.

Berapa lama kita harus bertahan di posisi plank? Tergantung kekuatan tubuhmu, tetapi umumnya disarankan untuk menahan posisi ini selama 30 detik saja.

30 detik saja? Bentar amat?

Yeah ... kalau kamu sudah terbiasa mungkin akan terasa sebentar. Kalau belum pernah mencobanya, ckck ... 30 detik itu feels like forever!

Kenapa plank sulit dilakukan?

Jika kamu tidak terlatih atau tidak terbiasa berlatih, maka core muscle atau otot intimu akan lemah. Apa itu otot inti? Otot inti adalah otot di mana titik tengah gravitasi tubuh berada. Otot inti terdiri dari jaringan otot yang menopang keseluruhan struktur tulang belakang, perut, panggul dan pelvis. Otot inti yang kuat berarti keseimbangan yang baik dalam melakukan gerakan kinetik tubuh.

Nah, jika otot inti lemah, maka akan sulit sekali melakukan plank. Otot perut dan otot samping perut yang lemah akan menyulitkan tubuh dalam menahan bagian tengah tubuh saat plank, sehingga tubuh akan melengkung ke bawah.

Posisi plank yang salah justru berpotensi menyebabkan nyeri dan cidera, lho, jadi jangan salah melakukannya.

Tahukah kamu, rekor terlama orang melakukan plank? 8 jam lebih! My god! George Hood, usia 62 tahun, memecahkan rekor dunia pada tahun 2020 dengan melakukan plank selama 8 jam 15 menit 15 detik! Strong banget otot perutnya ya!

Dan aku mah, 30 detik aja rasanya kayak apa tau. Padahal aku sudah setiap hari melakukan plank minimal 5 x 30 detik, tetapi kenapa tidak jadi lebih mudah, ya?

Plank ini sangat banyak manfaatnya. Selain manjur meratakan perut, plank juga akan menguatkan dan mengencangkan otot kaki, lengan, paha dan bokong. Kalori yang digunakan untuk plank lebih banyak dibandingkan dengan yang digunakan untuk sit-up dan crunch. Makanya plank disebut-sebut sebagai olahraga otot perut nomor 1.

Olahraga plank juga sangat baik untuk orang-orang yang banyak bekerja sambil duduk di depan komputer, karena plank akan memperbaiki postur tubuh dan mengurangi rasa pegal di bahu dan leher karena sering membungkuk.

Next post, aku akan menjelaskan tentang crunch yaaa ...

Wednesday, January 13, 2021

My Own Personal 30DTummyFatLossChallenge - Day 2

 My Own Personal 30DTummyFatLossChallenge

Jurnal Hari 2 - 13 Januari 2021

Berat badan: 66,75 kg

Lingkar perut: 96,5 cm

Lingkar pinggang: 87 cm

Eh ... beneran nih turun sekian gram dari timbangan kemarin?


Tuesday, January 12, 2021

My Own Personal TummyfatlossChallenge

My Own Personal TummyfatlossChallenge 

Jurnal Hari 1 ~ 12 Januari 2021

Berat badan : 68,25 kg

Lingkar pinggang: 87 cm

Lingkar perut: 96,5 cm

Oh my gosh!