Monday, October 9, 2023

Vania Febriyantie: Menyemai Asa kala Pandemi dengan Urban Farming



Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal. Membuat banyak orang terpuruk karena kehilangan orang tersayang. Pembatasan interaksi membuat banyak sektor ekonomi terpaksa menghentikan aktivitasnya. Ini berarti berkurang bahkan hilangnya pekerjaan yang berarti hilang pula sumber penghasilan sehari-hari. Hilang sumber penghasilan berarti tak ada lagi kemampuan untuk menghidupi diri maupun keluarga.

Namun, kesempitan yang terjadi ternyata juga berhasil memantik ide kreatif bagi yang lain. Yang lain ini salah satunya adalah Vania Febriyantie. Perempuan kelahiran 24 Februari 1993 ini menggagas ide Petani Kota dengan Advance Payment, yang membuatnya memenangkan Penghargaan SATU Indonesia Awards 2021 di Kategori Khusus Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19. Penghargaan SATU Indonesia Awards adalah penghargaan bergengsi dari PT Astra International Tbk. yang diberikan kepada individu maupun kelompok generasi muda yang memiliki kepeloporan dan melakukan perubahan untuk berbagi dengan masyarakat di sekitarnya di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan dan Teknologi, serta satu kategori Kelompok yang mewakili lima bidang tersebut.

Apa sih Petani Kota itu? Terlebih lagi, kok dikaitkan dengan Advance Payment?

Petani tentu saja orang yang bertani, alias melakukan aktivitas yang berkaitan dengan bercocok tanam. Petani kota berarti orang yang melakukan aktivitas bertani di daerah perkotaan. Istilah kerennya adalah urban farming. Ini mungkin membuat sebagian orang berkerut kening. Memangnya bisa bertani di kota? Bukankah bertani membutuhkan lahan yang luas? Ternyata tidak selalu begitu.

Vania yang telah lama berkecimpung di dunia tanam-menanam sudah lama menyadari bahwa bertanam sejatinya hanya membutuhkan tanah yang subur, benih yang baik, dan niat yang kuat.

Sejak tahun 2017, Vania aktif berkampanye melalui Komunitas 1000Kebun, komunitas yang bergerak di bidang kebun organik untuk para urban farmer demi ketahanan pangan. Dengan menanam sendiri cabai dan tomat di pot di halaman rumah, kita tidak perlu kesusahan bikin sambal saat harga kedua sayur mayur itu melonjak tajam. Itulah gambaran kecil manfaat urban farming di skala rumah tangga.

Saat pandemi melanda, perekonomian melambat. Daya beli masyarakat menurun karena kehilangan sumber penghasilan. Bagaimana bisa membeli kebutuhan sehari-hari, termasuk sumber pangan bergizi, jika tidak ada uang? Vania melihat bahwa urban farming bisa menjadi solusi bagi ketahanan pangan dengan jeli melihat peluang di sekitarnya.

Vania yang tinggal di Kompleks Perumahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, melihat ada lahan-lahan tak terpakai di sekitar rumahnya, seperti kavling tak terpakai atau  tanah kosong di bawah saluran udara tegangan esktra tinggi (SUTET). Dia meminta izin kepada pemilik lahan dan juga pengurus RT/RW bahkan sampai ke tingkat pemerintah Kota Bandung untuk bisa menggunakan lahan-lahan tersebut untuk ditanami sayur mayur.

Maka lahan di bawah SUTET pun dialihfungsikan oleh Vania dan teman-temannya menjadi kebun komunal. Pada November 2020, Vania membentuk Seni Tani sebagai komunitas yang bertanggung jawab atas kegiatan ini.

Nama Seni Tani sendiri dibuat untuk menarik kaum muda di tempatnya--yang menjadi target Vania--agar tertarik bergabung dan berkegiatan bersama dalam bertani urban. Saat itu sebagaimana di tempat lain, anak-anak muda di tempatnya banyak yang terpaksa harus tinggal di rumah saja dan dibatasi aktivitasnya. Dengan berkegiatan di Komunitas Seni Tani, mereka jadi bisa tetap beraktivitas positif secara aman, bahkan mendapatkan penghasilan.

Lewat Seni Tani, Vania dan teman-temannya mengubah lahan tidur yang tadinya  tempat sampah, menjadi lahan produktif. Mereka menanam bayam, lompong, singkong, jagung, kenikir, cabai, pisang dan tomat, dan lain-lain. Berkat kegiatan komunitas ini, Vania memberikan akses pada pangan lokal bagi daerahnya sendiri, karena yang menanam dan mengonsumsi adalah warga Cisaranten Indah sendiri. Jadi meski pandemi, ketahanan pangan warga tetap terjaga.

Ilustrasi sayur mayur.
Sumber gambar: pixabay.com

Lalu bagaimana hubungannya dengan Advance payment?

Advance payment atau pembayaran di awal adalah suatu bentuk Community-Supported Agriculture atau CSA. Konsumen membayar di awal bulan sebelum benih sayuran ditanam. Maka sang petani kota mendapat kepastian pembayaran sebelum panen. Sistem ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani, juga mendorong minat kaum muda untuk meminati bidang kerja pertanian yang selama ini dipandang sebelah mata sebagai suatu profesi yang bisa memberikan pendapatan.

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Vania terkait hasil panen yang disalurkannya adalah bahwa belum adalah sertifikasi. Agar konsumen yakin dengan keamanan bahan pangan yang mereka beli, Vania mengajak mereka ikut serta dalam kegiatan Komunitas Seni Tani untuk berbagi informasi dan melihat langsung proses berkebun Komunitas Seni Tani.

Berkiprah sepenuh hati sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, dengan memanfaatkan semua peluang yang ada sekecil apa pun itu sambil melihat potensi yang ada di sekitar, dan pada akhirnya memberikan manfaat pada sesama. Itulah yang bisa dirangkum dari perjalanan kegiatan Vania dan Komunitas Seni Tani.

***

#VaniaFebriyantie #UrbanFarming #Bandung #PetaniKota #AdvancePayment #Arcamanik #UrbanFarmingdenganAdvancePayment #SATUIndonesiaAwards2021 #KitaSATUIndonesia #Astra #AnugerahPewartaAstra2023 #SemangatUntukHariIniDanMasaDepanIndonesia

 

Daftar pustaka:

Vania Febriyantie. Petani Kota dengan Advance Payment. Diakses 8 Oktober dari https://www.satu-indonesia.com/satu/satuindonesiaawards/finalis/petani-kota-dengan-advance-payment/

Safitri, Yessi. 2022. Mengenal Vania Febriyantie, Inisiator Seni Tani dari Bandung. Diakses pada 8 Oktober dari  https://www.radioidola.com/2022/mengenal-vania-febriyantie-inisiator-seni-tani-dari-bandung/

Vania Febriyantie. Participant: 2020 Indonesia Grassroot Accelerator. Facilitating sustainable futures through organic gardening. Diakses pada 8 Oktober 2023 dari https://womensearthalliance.org/vania-febriyantie/

Tunggal, Nawa Ignatius. 2023. Vania Febriyantie, Mendekatkan Akses Pangan Berkualitas. Diakses pada 8 Oktober 2023 dari https://www.kompas.id/baca/tokoh/2023/04/04/dekatkan-akses-pangan-berkualitas.

No comments:

Post a Comment