Saturday, September 30, 2023

Triana Rahmawati: Griya Schizofren, Menjadi Teman, Mengurangi Beban


Tak ada di dunia ini yang mau menjadi
ODMK, pasti tidak si ODMK-nya sendiri, begitu juga dengan keluarganya.

Apa itu ODMK?

ODMK atau orang dengan masalah kejiwaan, menurut UU Kesehatan Jiwa No.18/2014 adalah orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, dan/atau kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa.

Jika ODMK berpotensi ‘naik tingkat’ ke gangguan jiwa, apa itu gangguan jiwa?

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami gangguan pikiran, perasaan, dan perilaku, yang termanifestasi/terwujud dalam kumpulan gejala (sindrom) dan/atau adanya perubahan perilaku yang bermakna, menimbulkan hambatan, dan penderitaan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.

Menurut situs hermina.hospitals.com, prevalensi ODMK di sekitar kita adalah 15-30% atau 15-30 orang di antara 100 orang. Sementara ODGJ adalah sekitar 1% atau 1 orang dari 100 orang di sekitar kita.

Sunday, September 24, 2023

Ratna Indah Kurniawati: Melawan Dusta Kusta dengan Empati dan Dedikasi


Wanita itu bernama Ratna Indah Kurniawati. Tahun ini genap berusia 43 tahun. Perawakannya biasa saja, dengan tubuh ramping dan tinggi badan rata-rata. Saat berbicara, tutur bahasanya lembut. Tangannya kadang bergerak saat hendak memberi penekanan pada hal-hal yang penting. Siapa sangka, di balik yang biasa itu tersimpan sesuatu yang istimewa? 

Keistimewaan Ratna terletak pada profesi kesehariannya. Dia adalah perawat di Puskesmas Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sejak tahun 2009, Ratna mengelola program kusta. Tugasnya mencakup mendata ulang penderita kusta di wilayah kerjanya yang mencakup sembilan desa. Dia menghubungi satu per satu penderita untuk mengetahui status terbaru penyakit mereka. 

Kusta? Memangnya penyakit kulit itu masih ada di zaman sekarang ini? Bukankah penyakit mengerikan itu hanya ada di masa lalu? 

Wednesday, September 20, 2023

Visista Pratama Ashadi: Siambu dan Sikatup, Solusi Pakan Ternak Irit Tanpa Ngarit

Visista Pratama Ashadi: Siambu dan Sikatup, Solusi Pakan Ternak Irit Tanpa Ngarit

Berjalan di jalanan tanah pedesaan pada pagi hari yang sejuk dan berkabut, dengan latar gunung yang membiru, sawah yang luas membentang dengan bulir-bulir padi kuningnya yang gemuk merunduk, mendengar gemericik sungai kecil yang mengalir jernih, ditingkahi dering sepeda peternak yang membawa sekarung rumput hijau di boncengan, hasil aritan yang akan diantarkan ke kawanan ternak yang pasti sudah tak sabar menunggu ….

Sungguh pemandangan yang indah … di masa lalu. Banyak yang sudah berubah kini: gunung tak lagi rimbun, sawah menyempit, tanah semakin gersang.

Thursday, September 14, 2023

Hayu Dyah Patria: Meningkatkan Gizi Masyarakat Sekitar lewat Tanaman Liar

 Kaya tapi miskin, miskin padahal kaya

Itulah mungkin gambaran sebagian besar penduduk pedesaan Indonesia. Banyak dari mereka hidup dalam kemiskinan, atau malah di bawah garis kemiskinan. Dikutip dari cnnindonesia.com, Kepala BPS Margo Yuwono menyatakan bahwa total orang miskin di Indonesia mencapai 26,16 juta orang pada Maret 2022. Sebanyak 14,34 juta di antaranya ada di pedesaan dan sisanya yaitu 11,82 juta orang ada di perkotaan. Sedangkan menurut situs bps.go.id, persentase penduduk miskin menurut daerah di semester 1 (Maret) 2023 adalah 7,29% berada di perkotaan dan 12,22% ada di pedesaan.

Kemiskinan di pedesaan ini berdampak langsung salah satunya pada ketahanan pangan masyarakatnya. Ketahanan pangan itu sendiri adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi masyarakat dari aspek makanan yang bergizi, aman, bermutu, beragam, terjangkau dan dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat. Kemiskinan dan ketahanan pangan memiliki hubungan sebab akibat yang sangat erat. Karena miskin, maka masyarakat menjadi rawan pangan atau malah tidak memiliki ketahanan pangan. Kenapa begitu? Karena pangan harus dibeli.

Sungguh kondisi yang memprihatinkan, karena di banyak kasus, desa itu sebenarnya kaya. Kaya akan potensi kekayaan alam, di antaranya adalah tanaman lokal yang belum sepenuhnya diambil manfaatnya.

                Tanaman lokal ini sebenarnya pada suatu masa yang lalu pernah menjadi bahan konsumsi, tetapi kini mulai ditinggalkan malah dilupakan. Salah satu sebabnya menurut Hayu Dyah Patria, adalah masyarakat pedesaan terlanjur berpikir bahwa makanan modern lebih baik dari makanan mereka sendiri, yang berbahan tanaman lokal. Makanan modern yang dimaksud di sini yaitu makanan hasil industri misalnya makanan instan atau processed foods. Dari yang selama ini ditemui oleh Hayu, sulit sekali membalik pemahaman ini. Yang dipahami oleh masyarakat pedesaan adalah bahwa makanan yang selama ini mereka konsumsi adalah makanan rendahan, makanan masyarakat kelas dua.

Lebih lanjut menurut Hayu, propaganda pangan saat revolusi hijau di tahun 70an juga sedikit banyak bertanggung jawab atas hal ini, yaitu saat beras diperkenalkan kepada masyarakat dan digaung-gaungkan sebagai makanannya orang Indonesia. Hingga akhirnya tertanam paham bahwa belum jadi orang Indonesia kalau belum makan beras/nasi. Sehingga lalu mereka berpikir bahwa tanaman lokal yang ada di sekitar mereka sendiri tidak cukup baik, padahal kenyataannya adalah sebaliknya.

Karena itu Hayu berpendapat bahwa literasi pangan sangatlah penting. Masyarakat pedesaan harus dibukakan matanya dan diingatkan kembali bahwa ada banyak sekali tanaman di sekitar mereka yang memiliki nilai gizi tinggi dan sangat baik untuk dikonsumsi. Tanaman yang tumbuh liar, baik di pekarangan rumah, tepi jalan desa maupun di hutan yang melingkupi desa.

Omong-omong, siapa itu Hayu Dyah Patria?

Hayu Dyah Patria, Berjuang lewat Tanaman Liar

Hayu Dyah Patria, penerima SATU INDONESIA AWARD 2011
Sumber gambar: Youtube BBC News Indonesia

Dia adalah seorang ahli teknologi pangan lulusan Universitas Widya Mandala Surabaya yang meneliti manfaat tanaman liar untuk ketahanan pangan masyarakat pedesaan. Jalan hidup perempuan warga Sidoarjo kelahiran tahun 1981 ini mulai berkelindan dengan tanaman liar di tahun 2004, saat ketika masih menjadi mahasiswa dan meneliti kandungan gizi mangrove.

Sejak tahun 2009, Hayu berkegiatan dengan ibu-ibu di Desa Galengdowo dan Dusun Mendira, Jombang, Jawa Timur untuk memanfaatkan tanaman liar sebagai bahan pangan.

Hayu awalnya mendengar bahwa desa-desa ini adalah daerah-daerah paling miskin di Kabupaten Jombang. Tempatnya terpencil jauh di atas bukit, jalan menuju ke sana rusak, rumah-rumahnya terbuat dari kayu dan pekerjaan warganya hanya berkebun saja. Warga desa sering dicibir oleh warna di luar desa sebagai orang gunung yang miskin. Namun saat Hayu datang sendiri ke sana, yang dia lihat justru adalah kekayaan alam yang luar biasa melimpah.

Desa-desa ini dikelilingi oleh sumber air bersih yang mengalir langsung dari gunung, tanah yang gembur dan keanekaragaman hayati yang menunggu untuk diambil manfaatnya.

Hayu berkenalan dengan ibu-ibu yang ingin memajukan daerahnya. Dengan memanfaatkan pengetahuannya, Hayu mengajak ibu-ibu berkebun menanam tanaman-tanaman liar yang awalnya disepelekan.

Saat Hayu bertanya tanaman apa saja yang bisa dimakan, ibu-ibu desa dengan sigap memberi tahu berbagai nama tanaman seperti sintrong, pegagan, bayam banci, suwek, gadung dan lain-lain. Dari sekitar 100 nama, dipilih 40 jenis tanaman yang kemudian dicocok tanam di kebun seluas 3000 meter persegi.

Hasil kebun ini dimanfaatkan oleh warga desa untuk dikonsumsi sendiri dan sisanya dijual ke pasar. Tanaman liar juga diolah menjadi beragam makanan seperti kue, selai dan aneka minuman kesehatan. Warga desa merasa percaya diri mengonsumsi tanaman liar setelah memahami bahwa tanaman-tanaman ini sebenarnya memiliki nilai gizi tinggi. Misalnya saja krokot yang biasanya dijadikan pakan ayam dan jangkrik, kaya akan vitamin A, C, dan asam lemak omega 3 yang sangat baik untuk kesehatan jantung.

Tanaman krokot.
Sumber gambar: www.detik.com.

Tanaman jelatang
Sumber gambar: www.halodoc.com.

Jelatang atau lateng yang biasanya dibuang karena bulu-bulu di bagian batangnya bisa menyebabkan gatal-gatal, ternyata tinggi kandungan kalsium, vitamin A, C, dan D.

Hayu juga mendirikan organisasi nirlaba Mantasa yang salah satu kegiatannya adalah melakukan penelitian kandungan gizi tanaman liar. Sudah lebih dari 400 jenis tanaman liar tercatat bisa dikonsumsi, tetapi tidak semuanya bisa dimanfaatkan karena sudah jarang ditemukan. Ada sekitar 10 jenis tanaman liar yang sudah diketahui kandungan nutrisinya. Mereka masih dikonsumsi tetapi sudah mulai ditinggalkan, seperti tanaman sintrong, rukem dan sembukan. 

Prestasi dan Mimpi Hayu Dyah Patria

Berkat semangat dan kerja kerasnya dalam memajukan ketahanan pangan desa lewat tanaman liar, Hayu Dyah Patria memperoleh SATU INDONESIA AWARDS pada tahun 2011. Ini adalah penghargaan bergengsi sebagai apresiasi dari PT ASTRA International Tbk. untuk generasi muda, baik individu maupun kelompok, yang memiliki kepeloporan dan melakukan perubahan untuk berbagi dengan masyarakat sekitar di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi.

Selain di Jombang, Hayu juga menggagas Lokakarya Literasi Pangan yang dilaksanakan bersama para pemuda desa di Kampung Adat Saga, kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Flores, NTT.

Impian Hayu terkait pangan lokal adalah agar masyarakat menyadari betul potensi luar biasa yang dimiliki oleh desa, lalu masyarakat desa bangga dengan budaya pangan mereka sendiri sebagai identitas sosial dan adat mereka yang bisa menjadikan mereka berdaulat pangan dan berdaulat gizi. Lokakarya-lokakarya yang digagas oleh Hayu di desa-desa membangkitkan kesadaran masyarakat desa bahwa identitas sosial maupun adat mereka berhubungan erat dengan alam, pangan, dan sejarah komunitas.

Hayu juga berharap bahwa di masa depan, ibu-ibu pedesaan bisa lebih mandiri, mampu mengelola dusun, menjaga alam kini dan nanti, karena Hayu yakin ibu-ibu inilah sebenarnya yang menjadi tulang punggung kedaulatan pangan suatu bangsa.

#SatuIndonesiaAwards #AnugerahPewartaAstra2023 #HayuDyahPatria #TanamanLiar #KetahananPangan #DesaIndonesia

Daftar pustaka:

https://www.bps.go.id/indicator/23/184/1/persentase-penduduk-miskin-menurut-wilayah.html, diakses pada 12 September 2023.

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220715115822-532-821946/bps-sebut-mayoritas-orang-miskin-ada-di-desa diakses pada 12 September 2023.

https://www.youtube.com/watch?v=2SdWBbdKYmQ&t=8s diakses pada 13 September 2023.

https://news.detik.com/bbc-world/d-3212402/ibu-ibu-dusun-di-jombang-jatim-ini-olah-tanaman-liar-jadi-pangan-bergizi diakses pada 14 September 2023.

https://www.halodoc.com/artikel/lawan-eksim-hingga-lancarkan-asi-ini-5-manfaat-daun-jelatang diakses pada 14 September 2023.

Serta berbagai sumber.

Sunday, December 18, 2022

Navya Arma Bus Otomatis Pertama Ada di BSD City

 

Navya Amra Bus Otomatis Pertama di Indonesia

Navya Arma, Bus Otomatis Pertama Ada di BSD City

Jika Teman-teman ke BSD Green Office Park hari-hari ini, kalian akan melihat kendaraan eye-catching berwarna biru sedang lalu lalang di jalan-jalan kawasan itu. Yes, itu adalah Navya Arma, autonomous vehicle (AV) atau bus otomatis pertama yang ada di Indonesia.

Bentuk Navya Arma yang lucu nan imut mungkin membuatmu tersenyum, tapi jangan salah… AV ini baru saja mengikuti acara Electric Vehicle Exhibition di Nusa Dua, loh, sebagai official side event dari G20, yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan pada tanggal 11-16 November 2022.

Tuesday, October 11, 2022

Yuk! Jalan-jalan Seru bareng Teman Hidup Traveloka



Dua tahun lalu kita terpenjara C19, enggak bisa ke mana-mana terlalu jauh, atau mau ke mana-mana pun harus dengan banyak aturan yang memang pada dasarnya dibuat untuk melindungi kita semua, tapiii bikin susah gerak euh. 

Sekarang keadaan sudah membaik. Kita bisa lebih leluasa bepergian lebih jauh pakai moda transportasi apa pun. Mau pakai pesawat, kapal laut, kereta api, atau mobil pribadi, hayuk ajah sekarang mah. Kita bisa jelong-jelong lagi gaess ....

Omong-omong soal jalan-jalan, pastinya paling asyik sama teman yang paling klop sama kita. Satu minat jadi enggak bingung milih tempat tujuan. Bisa ngobrol banyak atau gosipin semua yang kita lihat bareng-bareng. Teman yang klop ini juga bakal ngertiin banget kalau kita lagi capek dan pengin istirahat dulu, ngga akan maksain jalan terus, tapi mungkin akan duduk sebentar di bangku taman atau di tepi jalan dan duduk dalam keheningan yang nyaman. Buatku, siapa lagi teman yang paling asyik buatku kalau bukan pasangan hidup selama ini, alias suami. 

Dan ngomongin soal jalan-jalan bareng suami (ajah, tanpa anak-anak hihihi) seru banget pastinya kalau bisa ke destinasi yang ada di bucket list kami selama ini. Tujuan wisata kami selalu mencakup tiga lokasi: pantai, gunung dan hutan. Masing-masing punya kelebihannya dan semua enggak ada kekurangannya hahaha. Ya iya sih kan mau wisata. Cari poin yang bikin senang-senang aja deh wkwkwk. 

Aku tuh suka banget pantai, terutama yang berpasir halus, ya. Aku suka jalan-jalan di pagi hari, kalau bisa sambil melihat sunrise. Selama ini, kalau aku ke pantai itu bareng anak-anak. Memang menyenangkan tapi ya tidak ada yang namanya kesempatan untuk menikmati alam dengan tenang. Yang ada rusuh dan sibuk mengurus semua keperluan keluarga. Untuk bisa santai menikmati alam, liburan juga ngga bisa berangkat hari ini pulang besok ... hahaha. Paling enggak minimalnya tujuh hari tujuh malam, supaya ada cukup waktu untuk menikmati jalan-jalan pelan bergandengan tangan di tepi pantai bareng paksu ... asyiiik. Haha, memangnya mau terus-terusan pegangan tangan? Ya enggak lah.

Wisata tepi pantai enggak akan lengkap tanpa aktivitas air yang menantang. Misalnya aja naik bananaboat, paragliding, snorkeling, dan speedboating. Pasti seruuu! Apalagi kalau ada paket jalan-jalan ke pulau terdekat, lihat-lihat flora dan fauna khas di sana, senangnyaa ... pastinya butuh waktu untuk mengeksplore semua keseruan ini tanpa merasa diburu-buru. Jadi harus mengalokasikan waktu yang cukup yaaa… cateet. 

Lombok adalah lokasi wisata yang sangat terkenal di Indonesia dan kami belum pernah ke sana. Boleh banget jadi tujuan wisata berikutnya doong dan aku lihat-lihat di Traveloka, Jeeva Klui Resort menawarkan pengalaman berlibur yang duh, kayaknya mantap bangets. Lokasinya dekat dengan pantai Senggigi yang super indah saat sunrise maupun sunset. Suasananya romantiiis, dengan konsep dekat dengan alam. 

Jeeva Klui Resort di Lombok
Sumber: traveloka.com

Next destinasi yang kusuka itu melibatkan gunung. Alasan utamanya karena gunung itu suejuuuk dan bersih udaranya. Kalau kamu pikir, ngapain ke gunung, ngga ada kegiatan yg bisa dinikmati selain udara dingin, maka kamu salah besar, girl! Di gunung dengan perkebungan teh, kamu bisa trekking, dan biasanya di sekitar gunung ada curug atau air terjun yang pastinya bisa banget jadi tujuan melepas lelah setelah lelah trekking. Jika sudah jadi destinasi wisata yang cukup dikenal, biasanya kegiatan perekonomian yang menunjang wisata juga ikut menjamur di sekitarnya. Pasti ada banyak pedagang makanan khas, souvenir atau cenderamata yang asyik banget kalau ditiliki satu persatu. 

Kami ingin memasukkan Gunung Bromo sebagai isian bucket list tujuan wisata. Di dekat situ ada Hotel Plataran Bromo yang cantik banget dan cocok sekali untuk mendapatkan pemandangan Gunung Bromo yang sudah terkenal keindahannya sampai manca negara. Konon, tinggal di hotel ini bagaikan tinggal di negeri atas awan. Tentunya juga karena service mengesankan yang diberikan pihak hotel. Hmm …. Bikin penasaran. Selain Gunung Bromo itu sendiri sebagai lokasi wisata yang menjanjikan, ada banyak lokasi atraksi turis di dekat Plataram Bromo, seperti Alun-alun Probolingo dan Museum Probolinggo yang berisi berbagai peninggalan sejarah khas Probolinggo. Pastinya sangat menarik untuk dikunjungi.

Plataran Bromo
Sumber: traveloka.com

Destinasi yang ketiga ini adalah yang paling menantang menurutku, karena sama sekali belum pernah kulakukan, yaitu wisata di tengah hutan terpencil. Aku suka outdoor, tapi aku juga suka kenyamanan. Aku selalu penasaran dengan resort-resort di daerah terpencil, misalnya di pulau privat atau di tengah hutan lebat. Bagaimana mereka memberikan pelayanan kepada pelanggannya? Pasti akan jadi pengalaman unik banget untuk bisa tinggal dalam ketenangan hutan, menikmati alam yang benar-benar liar tepat saat kita membuka pintu kamar, atau memandang luasnya hutan belantara dari jendela kamar. Menikmati gemuruh hujan atau sungguh-sungguh beratapkan bintang gemerlap karena langit-langit kamar tembus pandang… pasti jadi pengalaman yang sangat amazing

Salah satu tempat yang mungkin bisa menawarkan pengalama ini adalah Vila Awang-Awang di Jalan Melayang, Ubud, Bali. Hotel yang dibangun di tengah kehijauan pohon-pohon ini menawarkan sensasi tinggal di tengah hutan, diliputi ketenangan, jauh dari hiruk-pikuk kesibukan kota. 

Vila Awang-awang
Sumber: traveloka.com

Kenapa sih liburan itu penting? Kenapa juga milih tiga destinasi itu? Buatku, ada tiga alasan utama.

Yang pertama, liburan itu jadi cara kita untuk refresh dan recharge. Refresh artinya kembali segar. Ya, kesibukan dan rutinitas sehari-hari yang itu-itu saja bisa membuat kita layu. Liburan ke tempat-tempat yang berbeda dari keseharian, pastikan bisa memberikan selingan dan pikiran serta hati kita sejenak dihentikan dengan pemandangn yang biasa. Recharge artinya energi kita diisi ulang. Konon, badan sering lemas itu adalah tanda kita kurang piknik. Setelah liburan diharapkan kita jadi berenergi kembali, dan bersemangat kembali. Karena itu, liburan jangan terburu-buru. Liburan harus dihayati dengan hati tenang dan senang. Jangan sampai pulang liburan badan malah ngedrop dan lelah lahir batin... hahaha.

Alasan kedua, liburan itu jadi cara kita untuk rebonding dengan teman hidup. Jika sehari-hari hanya ketemu di malam hari dan itu pun kebanyakan waktunya diisi oleh tidur karena kelelahan oleh aktivitas kantor dan rumah tangga, maka saat liburan akan ada aktivitas bersama dengan intensitas yang lebih tinggi. Aku dan suami akan menjalani aktivitas yang sama-sama disukai. Pastinya akan memperkuat ikatan antara kami berdua.

Alasn ketiga adalah untuk memperluas dan memperkaya wawasan. Travel broaden the mind. Karena itu, kami mengusahakan perjalanan ke tempat-tempat yang baru dan berbeda untuk menyerap pengalaman-pengalaman hidup yang baru, baik dari budaya sekitar maupun kearifan lokal masyarakatnya. Maka dari itu liburan sebaiknya bukan hanya dijalani dengan tinggal di hotel terus menerus atau menikmati fasilitasnya--mesti itu jangan sampai terlewat juga sih--tetapi cobalah untuk jalan-jalan ke luar, bertemu dengan masyarakat dan berbaur dengan alam sekitar. Pasti akan ada pelajaran yang bisa diambil. 

Mau liburan dan cari destinasi juga dipermudah banget sekarang. Kamu bisa booking hotel murah, sedang dan mahal sekalipun, via Traveloka. Info Traveloka hotel dijamin valid dan ada banyak review yang dapat dijadikan referensi.

Jadi, yuk #LihatDuniaLagi dan bikin #Staycationjadi dengan Traveloka. Langsung meluncur ke Traveloka lewat link ini: https://trv.lk/kompetisi-lihatdunialagi-bloggerperempuan.

Wednesday, September 7, 2022

Review Lengkap O’Naomi Shampoo, Bikin Rambut Gak Lepek Seharian!


Hei girls
, ada yang pernah ngalamin gak sih, abis keramas pagi hari, rambut udh perawatan terus pas dibawa aktivitas seharian di luar malah cepet lepek? Bikin bad hair day banget gak sih?!

Untungnya sekarang aku udah nemu solusinya nih, jadi aku mau sharing ke kalian semua.

Jadi sekarang aku tuh pakai O’Naomi Black Sesame & Ginger Rejuvenating Shampoo & Hair Treatment.

O'Naomi Black Sesame & Ginger
Rejuvinating Shampoo & Hair Treatment


Yuk, baca review aku satu persatu dari kemasan, cara pemakaian hingga kesan setelah penggunaan.

Kemasan

Dari segi kemasan shampoo O’Naomi Black Sesame & Ginger Rejuvenating Shampoo & Hair Treatment ini berwarna coklat tua serta sudah disertai pump untuk kemasan 600ml. Sehingga sangat membantu dalam mengeluarkan shampoo dari botol. Isinya sangat banyak bukan? Bisa digunakan lebih dari 1 bulan pemakaian, loh. Untuk kamu yang mau coba, sekarang sudah ada kemasan barunya yang 200ml.

Cara Pemakaian

Keluarkan shampoo secukupnya, lalu oleskan ke rambut yang sudah dibasahi. Pijat-pijat kepala dan rambut dengan lembut selama kurang lebih 1-3 menit. Lalu bilas dengan air bersih.

Kesan Setelah Penggunaan

Busa yang dihasilkan tidak terlalu banyak/ berlebihan sehingga rambut jadi terasa lebih bersih setelah keramas. Setelah keramas, biasa rambut jadi terasa lepek, tapi ini gak lepek sama sekali bahkan setelah aktivitas satu harian. Rambut juga terasa lebih lembut. Shampoo- nya juga wangi, bukan yang bau herbal walaupun kandungannya 100% herbal alami.

Nah itulah review lengkap tentang O’Naomi Black Sesame & Ginger Rejuvenating shampo & Hair Treatment yang bisa membantu kamu dalam memilih produk untuk rambut rontok. Untuk mendapatkan produk shampo O'Naomi bisa cek di Tokopedia SSAbadi Official.