Friday, February 23, 2018

Bakpiaku, Oleh-oleh Kekinian dari Yogyakarta


Bakpiaku, Oleh-oleh Kekinian dari Yogyakarta --- Saat visual menjadi salah satu penentu utama keputusan, maka kemasan memegang peranan penting dalam memikat kesan pertama konsumen.

Beberapa hal, tidak dapat dinilai langsung dari kualitas isinya. Untuk produk-produk sejenis ini, utamanya makanan, produsen akan bersaing untuk mendapatkan perhatian calon pembeli pertama-tama melalui pengemasan yang cantik, menarik dan unik.

Setidaknya, itulah yang akan terjadi jika calon konsumen itu adalah aku. Aku sang visual. Aku yang terpincut kemasan cantik Bakpiaku. Kotak kemasan isi 20 berwarna putih bersih minimalis yang cantik. Kemasan kecilnya berbentuk permen kotak yang dapat diputar kedua ujungnya untuk mengeluarkan dus berisi 5 buah bakpia yummy.



Tiga varian rasa Bakpiaku
Di dunia persaingan usaha yang sedemikian ketat, produsen harus giat mencari celah untuk memenuhi keinginan konsumen yang manja, mudah teralihkan, mudah bosan dan suka coba-coba. Tapi kemasan saja pun tidak cukup untuk mengikat konsumen coba-coba menjadi konsumen loyal. Pada tahap inilah, rasa menjadi penentu paling utama. Apalah artinya kemasan cantik, nama 'beking' yang tenar, jika isi produk yang dijual tidak sesuai dengan yang digembar-gemborkan. Apalagi tidak sesuai dengan harga jual... duhh.. ini sih bikin malesin banget deh! Yang kaya gini sih cukup beli sekali aja, terus kapok deh!

Jadi, bagaimana dengan rasa Bakpiaku? Aih, Jeuungg... enak suerr! Isiannya teballl, dan rasanya sangat meyakinkan. Aku kurang yakin dengan istilah yang tepat, tapi 'meyakinkan' sepertinya cukup mewakili.

Aku berkesempatan untuk icip-icip Bakpiaku rasa cokelat, cappucino dan keju. Cokelatnya legit, cappucino-nya lezat dan kejunya mantaff....

Bakpiaku rasa cappucino

Bakpiaku rasa keju
Apakah ada unsur-unsur kacang hijau di dalam isian cokelat, cappucino dan kejunya? Aku tidak tahu, tapi tidak masalah bukan? Meski bakpia Yogya memang sedari dulu terkenal dengan bakpia kacang hijaunya, tapi diisi apa pun masih bisa disebut bakpia karena malah bakpia yang asalnya dari Tionghoa ini dahulunya berisikan daging. Hanya saja, Yogya yang mayoritas penduduknya muslim memodifikasi penganan berbalut terigu ini dengan isian kacang hijau dan gula merah.

Masih tetap ingin bakpia isi kacang hijau? Bisa koq. Selain ketiga rasa yang kusebutkan di atas, Bakpiaku menyediakan beragam varian rasa lain yaitu kacang hijau, durian, kumbu hitam, teh hijau, susu dan stroberi. Hmmm... aku penasaran ingin coba yang rasa durian, buah favoritkuuu... \(^o^)/

Ah ya, yang paling asyik nih ya, Bakpiaku sudah mencantumkan logo halal MUI di kemasannya... yeayy... Jadi tenang deh makannya, mau untuk hantaran juga ngga khawatir kan yaaa... Harganya bagaimana? Duh, ternyata terjangkau sekali lhooo... Yang kecil isi 5 harganya Rp15.000,00 dan yang kotak besar isi 20 seharga Rp47.000,00. Ada juga sih yang isi 10, harganya Rp25.000,00.

Bakpiaku yang punya tagline asyik yaitu Citarasa Mendunia ini melayani pengiriman ke seluruh Indonesia lho. Ini bisa dilakukan karena bakpia ini tahan hingga 7 hari, bahkan yang cokelat, keju dan cappucino tahan hingga 14 hari di suhu kamar. Kalau disimpan dalam kulkas, pastinya lebih lama kali yaaa.... Atau tidak? Karena pastinya bakal cepat habis masuk ke perut, yummmm...

Kalau kalian mau lihat-lihat atau tanya-tanya, bisa dicek koq ke medsosnya Bakpiaku:
Facebook: @bakpiaku
IG : @bakpiaku
WA : 0857.257.99999
Website : www.bakpiaku.com




4 comments:

  1. Halo mba Astrid,

    Aku nggak hafal bakpia-bakpia di Yogya. Sebagai orang awam, enak semua, hihi. Trus lihat foto bakpiaku, isinya kok banyak ya. Halal pula. Next time, perlu dicoba nih.

    ReplyDelete
  2. Sekaarng banayk bakpia dengans egala variasi ya, aku lebihd uka yang originil, empuk isi kacang hijau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku paling suka rasa duren hehehe... buah favorit siiihh

      Delete