Wednesday, April 26, 2017

Gejala dan Cara Mengatasi Ruam Popok


Selamat datang musim panas, eh... musim kemarau! Walaupun di Bogor masih sering hujan sore-sore, tetapi kalau siang panasnya lumayan puolll... Yah, jemur baju jam 8 pagi, jam 1 siang udah bisa diangkat lah. Malam-malam di Bogor juga sudah mulai gerah nih...

Buat ibu yang punya bayi, setiap musim ada keuntungannya, dalam kaitannya dengan adanya bayi ya. Musim hujan itu cuaca adem, bayi ngga rewel kegerahan tetapi pipisnya banyak, hehe. Buat yang masih pakai mesin cuci dua tabung macam aku ini, yang hasil pengeringnya masih lembab, jemuran bisa jadi numpuk banget di musim hujan. Disposable diaper alias popok sekali pakai jadi penolong banget lah buat aku di musim hujan.

Friday, April 14, 2017

Bersama Milna, Mengawal Momen Tumbuh Kembang si Kecil



Menjadi ibu adalah suatu berkah. Cantiknya bayi kecil Defai yang ditaruh di dada selepas keluar dari rahim, tubuh hangatnya menggetarkan hati, membuatku bertekad untuk memberinya ASI eksklusif selama enam bulan penuh. Aku berhasil. Kukira dulu, itu adalah suatu pencapaian besar. Ya, memang hebat, tetapi masih jauh dari selesai. Usia enam bulan adalah saatnya Defai memulai MPASI-nya.

"Setelah si Kecil memasuki usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan energi untuk proses tumbuh kembangnya, kekurangan energi harus dipasok dari makanan tambahan selain ASI. Data RISKESDAS 2010 juga menunjukkan bahwa terjadinya growth faltering ataupun peningkatan prevelensi stunting (kurus) dan wasting (pendek) lebih banyak terjadi setelah anak berusia 6 bulan yaitu usia di mana mereka harus mendapatkan MPASI. Jadi MPASI yang memadai perlu diberikan pada anak saat berusia 6 bulan sampai 2 tahun untuk mencukupi kebutuhan energi selain dari ASI. Pentingnya pemberian MPASI jangka pendek adalah untuk memenuhi kebutuhan energi, sedangkan pentingnya pemberian MPASI jangka panjang adalah untuk memastikan bahwa dengan pemberian MPASI yang tepat maka tumbuh kembang anak akan terjaga sebagaimana seharusnya," --- Dr. Endang Dewi Lestari, MPH, SpA(K), Spesialis Anak, Pakar Gizi dan Penyakit Metabolik.

Wednesday, March 29, 2017

Menemukan Ayam Bakar Enak di Resto Ayam Pakuan


Suatu siang selepas acara di Cibinong Square, kami bergerak pulang ke Kebon Pedes melalui Jl Cikaret. Waktu itu hari Minggu, jam 1 siang. Perut lapar, belum sholat pula. Kami sudah menjanjikan kepada anak-anak untuk makan di luar. Sesekali menyervis mereka, dan kebetulan honor terjemahanku juga baru saja cair hehe...

Tengok ke kiri dan kanan Jl. Cikaret, koq rasa-rasanya tidak melihat ada tempat makan yang cocok di hati ya. Aku bertanya kepada suami, mau makan apa? Dijawab terserah. Tak lama si Ayah tanya, Bunda maunya apa? Kujawab, apa aja boleh. Tetapi aku ngga mau bakso, sarupaning mie, batagor, siomay atau 'makanan-makanan ringan'. Aku mau nasi. Sampai akhirnya kami masuk ke Jl. Setu Cikaret dan mulai putus asa, tidak ada rumah makan yang tampak asik gitchuu...

Friday, March 24, 2017

Food Recycling: Cireng Nasi Basah


Hai Emak-emak sekalian di luar sana, pernah mendapati nasi yang Emak masak jadi basah? Nasi basah ini awalnya nasi yang normal, namun setelah beberapa jam di rice cooker, jadi berair padahal seharusnya nasi masih baik-baik saja. Sebal ngga sih kalau sudah begini? Aku sih iya... soalnya suami dan anak-anak jadi ngga mau makan nasi itu, dan kepikiran mubazir dong jadinyaaa...

Sebenarnya, nasi itu belum basi. Belum ada baunya. Rasanya masih tetap sama, tawar saja. Tetapi tekstur nasi basah memang sudah berbeda dengan nasi normal. Bahkan jika ditambahkan kuah sayur panas pun, tanpa diberitahu bahwa itu adalah nasi basah, suami dan anak-anak tetap akan menyadari dan akhirnya bertanya, "Bun, nasinya kenapa sih?" *ketauan emaknya pernah ga bilang-bilang maksain ngasi nasi basah, hihihi...


Thursday, March 9, 2017

Menikmati Liburan Santai di Pantai dengan Bayi


Akhirnya aku berhasil mengatasi ketakutanku untuk bepergian jauh dengan membawa bayi.

Padahal, saat keluarga besar suamiku mengajak kami berlibur bersama saat liburan panjang kemarin, aku sudah membulatkan tekad untuk tidak ikut.

Bukannya tanpa alasan aku tak mau ikut. Bawa bayi bepergian kan memang merepotkan, bahkan meskipun tak jauh.  Defai pernah tersedak dan muntah di rumah sakit saat kontrol. Aku langsung bergegas mencari suster dan memintanya memanggilkan cleaning service untuk membersihkan lantai. Defai sih tertawa-tawa saja tanpa rasa bersalah... hmmm... Defai juga pernah muntah di kantin sekolah dasar, saat kami menunggui anakku yang pertama seleksi test matematika. Untungnya, muntahnya di kantin yang sepi dan ada tongkat pel di sana. Suamiku yang membersihkan semuanya.

Tuesday, February 7, 2017

Ayo Bermain di Taman Kaulinan Bogor

Bogor terus membangun. Itulah yang kurasakan beberapa tahun belakangan ini. Yang tampak sangat kasat mata adalah jalur pedestrian yang semakin rapi, tampilan muka Terminal Barangsiang dan sekitaran Kebun Raya Bogor yang semakin cantik dan dibangunnya taman-taman kota di berbagai tempat.

Taman-taman itu penting untuk warga kota. Bukan hanya penghias semata, taman-taman kebanggan warga kota ini juga dapat berfungsi sebagai paru-paru kota dan ruang publik di mana warga kota bisa bertemu dan bersilaturrahim.

Di taman anak-anak juga dapat bermain bersama. Tetapi di Bogor, taman yang benar-benar memiliki fungsi sebagai tempat bermain anak, baru benar-benar resmi dibuka di hari Minggu tanggal 5 Februari 2017, yaitu Taman Kaulinan.

Wednesday, January 18, 2017

Bakmi Mewah Pangsit Keju - Sajian Mewah yang Sehat, Lezat dan Cepat di Rumah ala Restoran


Suamiku sangat suka mie, bakmi dan semua kreasinya. Semua jenis bakmi dan makanan berbahan dasar mie pasti disukainya.

Suamiku juga suka mencoba-coba rasa baru. Nah, begitu tahu ada iklan Bakmi Mewah di tivi, langsung dong ingin coba. Ternyata Bakmi Mewah mudah dijumpai di berbagai minimarket hingga toko-toko besar. Harganya pun terjangkau, masih di bawah Rp10.000,00.

Wah, dilihat dari kemasannya saja sudah berkesan mewah, kotak karton berlapis plastik tipis. Pastinya aman dan higienis nih. Lalu... lalu... yang paling penting apa ayoo? Yups, label halal dari MUI. Terpampang jelas di depan sebelah kiri bawah. Jadi tenang kan menyantapnya :)