Thursday, March 30, 2017

Menemukan Ayam Bakar Enak di Resto Ayam Pakuan


Suatu siang selepas acara di Cibinong Square, kami bergerak pulang ke Kebon Pedes melalui Jl Cikaret. Waktu itu hari Minggu, jam 1 siang. Perut lapar, belum sholat pula. Kami sudah menjanjikan kepada anak-anak untuk makan di luar. Sesekali menyervis mereka, dan kebetulan honor terjemahanku juga baru saja cair hehe...

Tengok ke kiri dan kanan Jl. Cikaret, koq rasa-rasanya tidak melihat ada tempat makan yang cocok di hati ya. Aku bertanya kepada suami, mau makan apa? Dijawab terserah. Tak lama si Ayah tanya, Bunda maunya apa? Kujawab, apa aja boleh. Tetapi aku ngga mau bakso, sarupaning mie, batagor, siomay atau 'makanan-makanan ringan'. Aku mau nasi. Sampai akhirnya kami masuk ke Jl. Setu Cikaret dan mulai putus asa, tidak ada rumah makan yang tampak asik gitchuu...

Saturday, March 25, 2017

Food Recycling: Cireng Nasi Basah


Hai Emak-emak sekalian di luar sana, pernah mendapati nasi yang Emak masak jadi basah? Nasi basah ini awalnya nasi yang normal, namun setelah beberapa jam di rice cooker, jadi berair padahal seharusnya nasi masih baik-baik saja. Sebal ngga sih kalau sudah begini? Aku sih iya... soalnya suami dan anak-anak jadi ngga mau makan nasi itu, dan kepikiran mubazir dong jadinyaaa...

Sebenarnya, nasi itu belum basi. Belum ada baunya. Rasanya masih tetap sama, tawar saja. Tetapi tekstur nasi basah memang sudah berbeda dengan nasi normal. Bahkan jika ditambahkan kuah sayur panas pun, tanpa diberitahu bahwa itu adalah nasi basah, suami dan anak-anak tetap akan menyadari dan akhirnya bertanya, "Bun, nasinya kenapa sih?" *ketauan emaknya pernah ga bilang-bilang maksain ngasi nasi basah, hihihi...


Friday, March 10, 2017

Menikmati Liburan Santai di Pantai dengan Bayi


Akhirnya aku berhasil mengatasi ketakutanku untuk bepergian jauh dengan membawa bayi.

Padahal, saat keluarga besar suamiku mengajak kami berlibur bersama saat liburan panjang kemarin, aku sudah membulatkan tekad untuk tidak ikut.

Bukannya tanpa alasan aku tak mau ikut. Bawa bayi bepergian kan memang merepotkan, bahkan meskipun tak jauh.  Defai pernah tersedak dan muntah di rumah sakit saat kontrol. Aku langsung bergegas mencari suster dan memintanya memanggilkan cleaning service untuk membersihkan lantai. Defai sih tertawa-tawa saja tanpa rasa bersalah... hmmm... Defai juga pernah muntah di kantin sekolah dasar, saat kami menunggui anakku yang pertama seleksi test matematika. Untungnya, muntahnya di kantin yang sepi dan ada tongkat pel di sana. Suamiku yang membersihkan semuanya.

Wednesday, February 8, 2017

Ayo Bermain di Taman Kaulinan Bogor

Bogor terus membangun. Itulah yang kurasakan beberapa tahun belakangan ini. Yang tampak sangat kasat mata adalah jalur pedestrian yang semakin rapi, tampilan muka Terminal Barangsiang dan sekitaran Kebun Raya Bogor yang semakin cantik dan dibangunnya taman-taman kota di berbagai tempat.

Taman-taman itu penting untuk warga kota. Bukan hanya penghias semata, taman-taman kebanggan warga kota ini juga dapat berfungsi sebagai paru-paru kota dan ruang publik di mana warga kota bisa bertemu dan bersilaturrahim.

Di taman anak-anak juga dapat bermain bersama. Tetapi di Bogor, taman yang benar-benar memiliki fungsi sebagai tempat bermain anak, baru benar-benar resmi dibuka di hari Minggu tanggal 5 Februari 2017, yaitu Taman Kaulinan.

Thursday, January 19, 2017

Bakmi Mewah Pangsit Keju - Sajian Mewah yang Sehat, Lezat dan Cepat di Rumah ala Restoran


Suamiku sangat suka mie, bakmi dan semua kreasinya. Semua jenis bakmi dan makanan berbahan dasar mie pasti disukainya.

Suamiku juga suka mencoba-coba rasa baru. Nah, begitu tahu ada iklan Bakmi Mewah di tivi, langsung dong ingin coba. Ternyata Bakmi Mewah mudah dijumpai di berbagai minimarket hingga toko-toko besar. Harganya pun terjangkau, masih di bawah Rp10.000,00.

Wah, dilihat dari kemasannya saja sudah berkesan mewah, kotak karton berlapis plastik tipis. Pastinya aman dan higienis nih. Lalu... lalu... yang paling penting apa ayoo? Yups, label halal dari MUI. Terpampang jelas di depan sebelah kiri bawah. Jadi tenang kan menyantapnya :)

Sunday, January 15, 2017

Oleh-oleh Khas Bogor yang Lembut nan Menggoda: Bika Bogor Talubi


Selalu ada yang baru dan enak dari kota Bogor. Inovasi yang menggoda dan menggugah selera. Kelembutannya membuatnya tidak akan mudah dilupakan, malah mungkin akan selalu dicari.

Aku bicara tentang Bika Bogor Talubi (Talas dan Ubi).

Bika Bogor? Bukannya bika itu penganan khas Ambon eh... Medan? Ahaha.. makanya main dong ke Bogor. Ada yang baru nih buat dijadikan oleh-oleh dari Kota Hujan.

Kalau bika Ambon berbahan utama tepung sagu dan tepung terigu, Bika Bogor Talubi berbahan dasar tepung talas dan tepung ubi. Rasanya semua sudah tahu dong kalau talas itu icon-nya kota Bogor banget. Seperti ubi, hasil olahan talas cukup banyak, mulai dari keripik, hingga kue dan keik.

Friday, December 30, 2016

Martabak YuMmy, Martabak Mini Rasa Maxi!

Martabak manis adalah kudapan yang penuh kenangan manis.

Dulu... saat aku masih kecil, Papa suka membeli martabak manis. Martabak bangka namanya. 
Belinya hanya di satu tempat, di belokan Jalan Mawar, Merdeka. Aku tak tahu nama penjualnya, namun saat aku diajak Papa untuk ikut beli martabak, pembelinya selalu ramai. Gerobaknya tidak pernah sepi. Saat kanak-kanak, martabak di Bogor yang kutahu ya martabak bangka itu saja. 

Martabak masa kecilku itu polos saja. Tanpa topping apapun.Walaupun polos, rasanya legitt sekali. Martabak manis, semanis kenangan menunggui martabak di pinggir jalan sebelum kemudian dibonceng pulang Papa di jok belakang vespa birunya.