Monday, August 22, 2016

Kisah DeFai dan Jem: Persahabatan yang Tidak Direstui

Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.




Kisah DeFai dan Jem: Persahabatan yang Tidak Direstui


Aku punya sahabat dekat, namanya Jem. Dia selalu ada untukku, saat aku sedih, senang, galau dan gembira. Dia tidak pernah bertanya kenapa atau menyalahkanku, aku cukup menatapnya dan dia akan mengerti. Bahkan kadang, kupikir dia bisa membaca pikiranku, karena bahkan sebelum aku bisa menyebut namanya, dia telah ada.


Thursday, April 28, 2016

Lebih Jauh Mengenal ROBOTIC

Gambar dari Pixabay, diedit

"Wah, presentasi robotic..." aku senggol suamiku.
"Apaan tuh?" mata suami masih tertuju ke tivi. Aku mengendikkan bahu, "Ngga tau, bikin-bikin robot kali,"
"Mauu ikutan.. bikin robot!" seru Faza. Matanya menatapku seperti memohon. Aku tersenyum.
"Robot Transformer! Atau Real Steel!" seru adiknya Izzan ngga mau kalah.

Aku masih memegang surat undangan seminar dari sekolah Faza. Sebenarnya tema utama seminar adalah parenting, tapi ada presentasi tambahan tentang kursus robotic. Aku sering dengar tentang yang satu ini, tapi tidak pernah benar-benar mengerti apa itu kursus robotic. Kadang melihat baliho atau spanduknya memajang gambar-gambar robot yang menurutku tidak terlalu indah maupun artistik, hanya kumpulan kabel dan PCB (PCB-nya pun tampak berbeda dengan PCB yang kugunakan dulu di jaman SMP). Beberapa kali aku melihat berita tentang lomba robotic, dan melihat robot-robot kecil yang aneh berjalan dan sesekali terguling. Sungguh tidak terlalu menarik minatku. Lomba para geek, pikirku.

Wednesday, April 20, 2016

Herbal di Sekitar Kita

Gambar dari pixabay

Kamu tahu kan, betapa kayanya alam Indonsia? Dari seluruh spesies tanaman di dunia, 60%-nya ada di Indonesia. Dan menurut LIPI ada sekitar 9.606 spesies tanaman herbal di Indonesia. Hebat sekali kan?

Tanaman herbal adalah tanaman dengan khasiat obat, tentunya jika dikonsumsi dengan aturan yang benar. Mungkinkah, tanaman herbal itu ada di sekitar kita, tanpa kita ketahui keberadaannya? Sangat mungkin. Kurangnya pengetahuan kita tentang jenis-jenis tanaman yang ada di sekitar kita karena keengganan untuk belajar tentang tanaman dan manfaatnya, membanjirnya informasi tentang obat-obatan 'praktis' di media massa, aku rasa turut berperan dalam kurang populernya konsumsi obat-obatan herbal.

Tuesday, April 19, 2016

cek verifikasi

<span data-iblogmarket-verification="DEif~1kWuVX6" style="display: none;"></span>

Friday, April 8, 2016

Aku Buta Warna Tidak, Ya?

Gambar dari pixabay, diedit


Apa itu buta warna?

Secara garis besar, buta warna terbagi menjadi dua kategori, yaitu buta warna total dan buta warna parsial. Buta warna total dialami oleh orang yang benar-benar tidak dapat membedakan semua warna sehingga ia hanya dapat melihat warna hitam dan putih saja, namun ini sangat jarang terjadi. Sementara buta warna parsial dialami oleh orang yang hanya mengalami keterbatasan dalam suatu rentang warna, misalnya pada rentang Merah-Hijau yang paling banyak dialami oleh kaum pria, atau buta warna pada rentang Biru-Kuning yang paling sedikit terjadi dan mungkin dialami oleh kaum pria maupun wanita dengan persentasi yang sama. Berdasarkan situs www.xrite,com, faktanya ada 1 dari 255 wanita dan 1 dari 12 pria yang memiliki suatu 'bentuk' buta warna. 

Kapan sih seseorang mulai menyadari, dia buta warna atau tidak?

Aku sendiri, menjalani tes buta warna pertama kalinya saat akan masuk Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBo). Ini adalah salah satu tes wajib yang harus dilalui dengan hasil baik jika ingin masuk sekolah kejuruan ini, karena kami akan banyak belajar dan bekerja dengan warna dan menganalisis warna di sana.

Tuesday, March 29, 2016

"Bun, Ayo ke Dokter Gigi Lagi!"

"Bun, ayo ke dokter gigi lagi!"

Siapa yang suka pergi ke dokter gigi? Rasanya kalaupun ada, akan sangat sedikit yang mengacungkan jari ya untuk pertanyaan ini. Pergi ke dokter gigi identik dengan rasa sakit ngilu yang tak tertahankan, bunyi alat bor yang mengerikan.. belum lagi jika si kait tajam itu sudah di genggaman sang dokter dan siap mengorek lubang gigi kita, waduuhh.. rasanya ingin kabur saja! Tapi jika tidak begitu, gigi kita akan tetap sakit. Tahu kan rasanya sakit gigi, lebih parah dari sakit hati :)

Tapiiii.. anak-anakku suka ke dokter gigi! Buktinya, mereka minta lagi tuh diperiksa giginya.. Hmmm.. Koq bisa ya?

Mengingat ketakutan kami sendiri, sebenarnya kami sedikit khawatir untuk membawa anak-anak kami memeriksakan gigi ke dokter gigi. Di beberapa sumber, dikatakan bahwa gigi anak sebaiknya mulai diperiksakan enam bulan sejak pertumbuhan gigi pertama. Wah.. kini anak-anak kami sudah berusia 6 dan 8 tahun. Telat sekali ya, tapi toh lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kan?

Seminggu sebelum hari H, kami sudah mulai memberikan briefing tentang kunjungan ke dokter gigi. Nanti Aa Faza dan Ade Izzan akan duduk di kursi pasien, terus giginya akan dilihat dan dibersihkan.
"Tapi jangan dicabut," kata-kata Faza tak jelas karena dia bicara sambil menutup (baca: melindungi) mulutnya.

Monday, October 5, 2015

Piknik Terindah

Apa sih piknik itu? Makan siang di atas selembar kain di padang rumput dengan keranjang makanan berisi sandwich dan limun, setelah bersepeda di pinggir pedesaan bersama teman-teman?

Atau pergi ke Puncak bersama keluarga saat long weekend, dengan menghabiskan beberapa jam menunggu akses buka-tutup ke arah Puncak?

Atau 'sekadar' makan malam romantis berdua dengan pasangan, dengan nyala lilin di teras rumah, menatap bintang dan bulan yang bersinar terang?

Nah, aku pilih jenis piknik yang terakhir sebagai jenis piknik favoritku. Siapa teman terbaik untuk berbagi saat-saat terbaik? Tentunya dengan pasangan tercinta. Tapi apakah makan malam bisa dikategorikan piknik? Kan malam? Ehmm, menurutku sih bisa saja. Piknik tidak perlu melulu di saat matahari bersinar cerah, beralaskan tikar di taman, dengan keranjang piknik berisi roti lapis. Piknik adalah refreshing dari hal yang biasa kita lakukan, sesuatu yang dilakukan dengan cara yang berbeda dari biasanya untuk mendapatkan tenaga-semangat-motivasi baru, atau memperbaharui relasi. Meditasi pun, bisa dianggap sebagai piknik bagi pikiran yang ruwet, dengan doa sebagai makanan jiwanya.

Bersama suami tercinta, aku punya kenangan piknik terindah. Dulu, kira-kira sembilan tahun yang lalu, di tahun 2006, di depan calon rumah kami.