Wednesday, April 20, 2016

Herbal di Sekitar Kita

Gambar dari pixabay

Kamu tahu kan, betapa kayanya alam Indonsia? Dari seluruh spesies tanaman di dunia, 60%-nya ada di Indonesia. Dan menurut LIPI ada sekitar 9.606 spesies tanaman herbal di Indonesia. Hebat sekali kan?

Tanaman herbal adalah tanaman dengan khasiat obat, tentunya jika dikonsumsi dengan aturan yang benar. Mungkinkah, tanaman herbal itu ada di sekitar kita, tanpa kita ketahui keberadaannya? Sangat mungkin. Kurangnya pengetahuan kita tentang jenis-jenis tanaman yang ada di sekitar kita karena keengganan untuk belajar tentang tanaman dan manfaatnya, membanjirnya informasi tentang obat-obatan 'praktis' di media massa, aku rasa turut berperan dalam kurang populernya konsumsi obat-obatan herbal.


Aku masih ingat, Mamaku dulu selalu menggodok atau memeras daun saga kalau Mama atau anak-anaknya sakit batuk atau sariawan. Rasanya yang sedikit manis tapi lebih banyak didominasi oleh rasa pahit membuat Mama harus memaksa plus sedikit memarahi dan akhirnya mencekoki anak-anaknya kalau sudah harus minum perasan daun saga.

Kalau ada yang sakit mata, Mama akan merebus daun sirih, lalu air rebusannya akan dibiarkan mendingin, disaring dan dipakai untuk mengompres atau mencuci mata.

Itu jaman duluuu yaa.. mungkin pada saat aku masih di Sekolah Dasar. Seiring berlalunya waktu, obat-obatan medis praktis banyak beredar di pasaran bahkan hingga ke warung-warung. Rasanya lebih mudah beli saja obat-obatan warung dari pada harus mencuci daun-daun itu, merebus atau menggilingnya, memeras, lalu mendinginkannya. Obat-obatan medis juga lebih tidak berasa pahit, mudah ditelan.

Obat-obatan medis juga lebih jelas cara mengonsumsinya, takaran/dosisnya, dan menurutku lebih spesifik dalam mengobati suatu penyakit tertentu. Tentu saja obat-obatan medis juga memiliki kelemahan seperti harganya yang mahal dan kadang berefek samping. Sementara, tanaman herbal mungkin memiliki beragam khasiat, tapi ada juga kekhawatiran mengenai efek sampingnya yang mungkin belum diteliti. Bagaimana cara mengonsumsi obat-obatan herbal dengan benar? Yang aku tahu, obat-obatan herbal dengan kemasan yang baik dan dosis penggunaan yang tepat berasal dari merek-merek dengan harga yang relatif mahal pula :) 

Aku suka mengamati beragam tanaman yang ada di sekitarku. Menunggu waktu kelahiran, dokter menyarankanku berjalan-jalan pagi untuk meningkatkan stamina dan kebugaran. Sambil ditemani anakku, kami berjalan perlahan-lahan di sekitar rumah dan mengamati apa saja. Namun yang paling aku suka adalah memotret bunga-bunga tanaman liar atau semak. Jika menurutku cukup bagus, aku pasang fotonya di Instagram dengan nama tanaman dalam bahasa lokal, bahasa Inggris (kalau ada) dan bahasa latin. Aku suka bunga :)

Ternyata, ada banyak jenis tanaman bunga yang aku tak tahu namanya. Sebelum aku memulai hobi baruku ini, bunga hanyalah bunga. Mereka hanya indah dan berwarna-warni. Saat aku coba cari tahu namanya dari kangmas Google, barulah aku tahu ternyata tanaman-tanaman ini juga berkhasiat obat, atau malah biasa dikonsumsi sebagai bahan makanan di belahan Indonesia lain. 

Berikut adalah beberapa hasil jepretan fotografer amatir ini:


Bunga Jengger Ayam
Celosia cristata

Sungguh tidak terpikir sebelumnya bahwa bunga ini bernama bunga jengger ayam, padahal bentuknya sudah jelas menyiratkan namanya. Tanaman ini ada di seberang jalan di depan rumah tetangga. Menurut kangmas Google, tanaman ini berkhasiat menjernihkan mata, menghentikan pendarahan (batuk darah, muntah darah, mimisan atau pun wasir berdarah) dan juga dapat mengurangi keputihan atau pendarahan rahim. Semua bagian tanaman dapat digunakan untuk pengobatan dan bagian bunganya, berasa manis dan menyejukkan (tapi aku belum pernah mencobanya sendiri hehe..)


 
Bunga Bayam Kucing
Boroco
Celosia argentea L.

Entah dari mana istilah bayam kucing berasal, karena kucing-kucing di sekitar rumah tidak ada yang suka makan tanaman ini, atau mungkin bentuk bunganya mirip ekor kucing? (maksa..). Tanaman ini memiliki khasiat yang kurang lebih sama dengan tanaman jengger ayam, karena masih berasal dari marga yang sama, hanya saja tanaman ini berasa pahit (aku juga belum sempat mencicipi..)


Bunga Kenikir
Cosmos flower
Cosmos caudatus

Nah, ini adalah tanaman yang sedari kecil sudah sering sekali aku lihat di sekitar rumah orang tua atau di mana saja. Sering kupetik karena warnanya yang indah, kuning cerah dan kuselipkan di telinga. Tapi tentang namanya, aku baru tahu belakangan ini. Aku juga baru tahu kalau bunga kenikir ada yang berwarna ungu, dan daun mudanya banyak disantap sebagai lalap/ulam rebusan atau mentah di masyarakat Jawa dan biasa digunakan dalam campuran pecel. Memiliki khasiat memperbaiki peredaran darah dan mencuci darah, menguatkan tulang, mengobati lemah lambung dan memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi, membuat daun kenikir dijuluki 'ulam raja'.

Itu baru tiga jenis tanaman saja. Masih banyaaak lagi pastinya tanaman-tanaman lain yang khasiatnya masih 'tersembunyi', baik karena belum diteliti atau karena kita malas untuk mencari tahu. Dari jalan-jalanku yang berikutnya, mudah-mudahan aku bisa menemukan lebih banyak lagi tanaman herbal lainnya.

Literatur: http://id.wikipedia.org

2 comments:

  1. Mungkin kudu belajar terus ya, karena banyak sekali herbal yang tak aku kenal hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya aku juga baru tahu setelah googling karena pengen tahu namanya :)

      Delete