Saturday, January 6, 2018

Serunya Main Perahu Donat di Pantai Anyer


Pantai berarti pasir, laut dan kesenangan...

Sudah tiga kali kami sekeluarga besar liburan semesteran di Pantai Anyer, dan kami tidak pernah bosan. Anak-anak suka main pasir dan air... eh, hey! Kami orangtuanya juga suka! Hahaha...

Kami tiba di cottage Pesona Krakatau hari Minggu tanggal 24 Desember 2017 jam 14.00, dan kedua kakak Defai sudah tidak sabar main ke pantai.

Jika tahun kemarin Defai masih belum terlalu kami perkenalkan dengan pantai -- lebih tepatnya, Defai dibundel terus dalam jaket dan hanya menjejakkan kaki di pasir pantai untuk take pic dan diposting di IG, wkwkwk -- maka tahun ini kami sengaja membeli baju renang agar Defai tidak salah kostum di pantai hahaha...



My little princess Sofia on the beach :)
Tidak seperti kakak-kakaknya, Defai tidak terlalu bersemangat. Heuuu... jam segitu memang jam tidur siangnya Defai sih. Kami sempatkan Defai menjejak pasir dan merasakan air laut, tapi dia terus menerus menguap dan menempel di dada ayahnya. Lama kelamaan, kasihan juga melihatnya. Akhirnya kubawa kembali ke cottage dan kubiarkan tidur saja.

Membawa batita ke pantai bukan berarti bundanya ngga bisa senang-senang juga lho ahaha... Beruntungnya aku punya bayi yang suka tidur (^_^) Besok paginya saat Defai tidur pagi setelah sarapan, aku diajak oleh kakak-kakak ipar untuk mencoba donut boat alias perahu donat.

Pertamanya sih keder juga. Aku masih sedikit trauma dengan pengalaman naik perahu pisang alias banana boat tahun kemarin. Dijungkirkan dari boat dan menelan beberapa teguk air laut, lalu tangan menggelepar-gelepar ke atas karena rasanya kayak mau tenggelam... huhuhu... padahal sudah dekat dengan pantai... qiqiqik aku cemen banget yak!

Masalahnya kan, aku ngga bisa berenang. Dan ada tiga anak yang cemas menungguku di pantai. Lebay yah? Terus suaminya gimana? Ngga cemas juga? Ngga lah, kan dia ikutan satu banana boat dengan aku. Mana mau aku ikut kalau ngga ada dia, nanti yang mengangkat aku yang kelepek-kelepek siapa dong? (~_~)

Di belakangku ada donut boat berwarna biru
Nah, jadi untuk yang sekarang ini, aku extra cautious gitu deh. Curigaan aja jangan-jangan perahu donat juga nanti dijungkirkan sama mamangnya. Melihat penampakan perahunya sih, kelihatannya hampir ngga mungkin dijungkirkan. Bentuknya bulat kekotakan besar, terlalu berat untuk dibalik. Kalau banana boat sih bisa langsung terbalik jika perahu boat penariknya membelok tajam.

Ah ya, tahun kemarin, aku belum lihat nih perahu donat di Pantai Anyer. Adanya banana boat saja. Kenapa juga diberi nama perahu donat? Padahal bentuknya tidak bulat, malah cenderung kotak dengan cekungan-cekungan tempat lima penumpangnya duduk. Sebisa mungkin lima ya, untuk membuat perahu seimbang. Kalau kurang satu, mungkin perahu lebih mudah terbalik jika perahu boat penariknya berbelok tajam atau perahu terkena ombak besar. Kalau sudah terbalik... eeuuhh... syusyah deh nasibmu, Nak!

Ada satu perahu donat yang sedang melaju di laut dan aku mengamati dengan saksama. Hmmm... sepertinya yang ini sih bisalaaahh... Perahu donat itu hanya terombang-ambing saja di sana. Perahu boat penariknya juga hanya berputar-putar tak tentu arah. Jangan-jangan dia lupa tujuan hidupnya. Mungkin sekitar lima menit atau sepuluh menit saja begitu terus. Akhirnya saat kakak ipar mengajak lagi, kuiyakan saja. Yah, karena tidak ada perempuan dewasa lainnya juga sih untuk menggenapkan jadi lima penumpang. Keponakan ingin ikut tapi badannya terlalu kecil, jadi ibunya ragu-ragu mengizinkan.

Lima dara siap beraksi
Akhirnya kami siap di atas perahu donat. Kami memakai pelampung dan bagi yang memakai kaca mata, menitipkannya dulu di daratan. Ada semacam selipan di tempat kami duduk, tapi aku tidak sempat bertanya itu untuk apa. Mungkin kami seharusnya menyelipkan badan kami di situ agar lebih aman? Akhirnya aku duduk saja dan menggenggam pegangan tangan yang ada di kiri kananku.

Tertawa bahagia sebelum derita hahaha...

Tidak apa-apa... kami akan baik-baik saja...
Bismillah... cuma akan terombang-ambing sedikit saja koq. No worry...

Dan ternyata perahu donat juga menantang! Kami tidak henti-hentinya menjerit dan berteriak. Ahaha... Kami mulai menjerit begitu perahu melepas sauh, eh... begitu perahu donat bergerak menjauh dari pantai. Lima emak-emak paruh baya yang berpetualang di laut, ckckck! Guncangannya benar-benar terasa. Tarikan perahu boat di depan ternyata cukup kuat, lalu jika dia berbelok, rasanya momen-momen ber-banana boat tahun kemarin terulang lagi! Apalagi jika ombak yang cukup besar menghantam perahu donat kami, membuat kami sejenak melayang di udara! Lalu... BAMM!! Menghantam laut!

Kami menjerit dan berteriak sambil tertawa. Tak urung aku terpaksa mencicipi asinnya air laut yang sesekali masuk ke mulut. Tadinya kukira aku akan bisa memandang tenang langit lepas sambil berbaring santai di perahu donat. Itu mimpi!

Tapi apa aku kapok naik perahu donat seperti aku kapok naik banana boat? Ngga sih. Aku suka naik perahu donat. Karena aku tahu aku tak akan tercebur dan menelan air laut dengan terpaksa.

Oh ya, beberapa keponakan kecilku sudah menunggu dengan tidak sabar di pantai. Usia anak yang paling besar adalah 10 tahun. Ternyata mereka juga ingin mencoba dan menunggu 'hasil ulasan' ibu-ibu mereka. Well, aku sih tidak menyarankan yah, walaupun mamang-perahu-donat bilang bahwa tidak ada batas usia minimum untuk bisa naik perahu ini. Bagaimana jika pegangan tangan mereka terlepas? Goncangannya terlalu kuat, dan tidak ada mamang-mamang yang ikut di perahu donat untuk mengawasi dan membantu naik kembali ke perahu jika sampai ada yang terlempar keluar.

After action. Kapok? Aku sih tidak :)

Ada yang lanjut naik banana boat! Hebat!
Biaya naik perahu donat adalah Rp250.000,00 untuk sekali putaran, lebih murah Rp50.000,00 dari biaya naik banana boat

Ada cukup banyak peminat perahu donat, dalam artian, selalu ada yang ingin naik, meski tidak sampai membentuk antrian.

Tahun depan, jika ada umur untuk kembali ke Pantai Anyer, aku mau naik perahu donat lagi (^_^)



4 comments:

  1. Seru juga, tapi kalau saya sekeluarga naik perahu donat kayaknya harus nambah 1 orang lagi supaya jadi 5 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ayo dong kalau gitu... nambah satu lagi hehehe...

      Delete
  2. Wah kok jadi ketagihan pengen ngulang lagi tahun depan mbak hehehe...
    Jadi penasaran pengen nyoba, tapi di malang kayaknya belum ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seru sih, mbak. Di Malang pastinya ada mainan yg lebih seru dari ini ya.

      Delete