Friday, April 14, 2017

Bersama Milna, Mengawal Momen Tumbuh Kembang si Kecil



Menjadi ibu adalah suatu berkah. Cantiknya bayi kecil Defai yang ditaruh di dada selepas keluar dari rahim, tubuh hangatnya menggetarkan hati, membuatku bertekad untuk memberinya ASI eksklusif selama enam bulan penuh. Aku berhasil. Kukira dulu, itu adalah suatu pencapaian besar. Ya, memang hebat, tetapi masih jauh dari selesai. Usia enam bulan adalah saatnya Defai memulai MPASI-nya.

"Setelah si Kecil memasuki usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan energi untuk proses tumbuh kembangnya, kekurangan energi harus dipasok dari makanan tambahan selain ASI. Data RISKESDAS 2010 juga menunjukkan bahwa terjadinya growth faltering ataupun peningkatan prevelensi stunting (kurus) dan wasting (pendek) lebih banyak terjadi setelah anak berusia 6 bulan yaitu usia di mana mereka harus mendapatkan MPASI. Jadi MPASI yang memadai perlu diberikan pada anak saat berusia 6 bulan sampai 2 tahun untuk mencukupi kebutuhan energi selain dari ASI. Pentingnya pemberian MPASI jangka pendek adalah untuk memenuhi kebutuhan energi, sedangkan pentingnya pemberian MPASI jangka panjang adalah untuk memastikan bahwa dengan pemberian MPASI yang tepat maka tumbuh kembang anak akan terjaga sebagaimana seharusnya," --- Dr. Endang Dewi Lestari, MPH, SpA(K), Spesialis Anak, Pakar Gizi dan Penyakit Metabolik.

Jadi jangan main-main dengan MPASI ya…

Sudah enam tahun berlalu sejak aku menggendong lagi bayi usia enam bulan. Ya, Defai dan kakaknya berbeda enam tahun usianya. Aku harus memutar ulang ingatanku tentang bagaimana cara membuat MPASI. Tak sulit juga sih. Dengan adanya akses internet, tinggal klik Mas Google dan semua resep-resep sehat terpampang di depan mata. Dokter dan bidan pun hanya sejauh panggilan telepon saja.

Jadi, tidak ada masalah dong dengan pemberian MPASI untuk Defai? Haha.. andai saja sesederhana itu…

Menjadi ibu, penuh dengan tantangan. Defai kecil yang tadinya lahap menyantap bubur bayi buatanku sehingga hatiku berbunga-bunga, tiba-tiba suatu hari menggelengkan kepala dan menepiskan sendok yang kuangsurkan padanya. Tak kurang akal, aku mengajaknya jalan-jalan atau memberinya sesuatu untuk dipegang sehingga perhatiannya teralihkan, lalu hap.. bubur bayi kembali masuk ke mulutnya.

Tetapi Defai adalah bayi yang cerdas. Tidak lama dia bisa diperdaya oleh bundanya hanya dengan trik-trik seperti itu.

Defai kembali menggelengkan kepala saat sendok sudah di depan mulut. Bubur bayi buatanku sudah mengalami variasi rasa beberapa kali. Tetap tidak mempan, hanya beberapa suapan kecil yang bisa masuk ke mulutnya, itu pun melalui perjuangan keras. Defai lebih banyak tergantung pada ASI lagi. Tetapi seperti yang dinyatakan oleh Dr Endang, bahwa ASI saja sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan energi bayi dan ini tak pelak membuatku khawatir. Lalu Mama memberiku saran cemerlang, “Sudah coba dikasih Milna?”

Kenapa Milna? Hey, kenapa tidak?

Beragam varian Milna

Ragam varian Milna

Biskuit Milna varian Jeruk
Milna Bubur Bayi Organic varian Pisang
Tahun ini, 30 tahun Milna hadir di Indonesia. Bukan waktu yang pendek untuk sebuah brand. Produk unggulan dari PT KALBE NUTRITIONALS ini pertama kali hadir di Indonesia di tahun 1987, dan selama ini kita pun telah akrab dengan produk-produk seperti Milna Bubur Bayi, Milna Bubur Goodmil untuk Alergi, Milna Bubur WGain untuk mengoptimalkan berat badan bayi dan yang terakhir adalah Milna Bubur Bayi Organik.

Menurut USDA Food Organic, arti dan manfaat makanan organik adalah
  • Mengurangi risiko kesehatan, karena makanan organik bebas dari bahan kimia yang cenderung berbahaya.
  • Bebas dari Genetically Modified Organisms (GMO) atau produk rekayasa genetika, dan Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) atau penyakit sapi gila akibat pupuk yang tercemar.
  • Terbukti mengandung gizi yang lebih banyak dibandingkan dengan weaning food yang berasal dari pertanian biasa (non-organic).
  • Mengurangi risiko infeksi patogenik seperti E. coli dan mycotoxins.

KALBE NUTRITIONALS meluncurkan MILNA BUBUR BAYI ORGANIC sebagai Bubur Bayi Organik Pertama di Indonesia dan terbuat dari bahan alami organik pilihan. KALBE NUTRITIONALS juga melancarkan kampanye MILNA Bubur Bayi Organik untuk Suapan Pertama si Kecil

”Kalbe Nutritional, melalui brand unggulannya, Milna, akan selalu berinovasi dan akan mendukung kesehatan anak indonesia serta selalu mendukung hak seorang anak untuk mendapatkan nutrisi terbaik pada momen makan pertamanya,” -- Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Infant and Baby – Kalbe Nutritionals.

Seluruh rangkaian Bubur Bayi Organic Milna, membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian bayi usia 6-12 bulan pada saat weaning food, karena kandungannya diperkaya dengan:
  • Tinggi Protein: 6 gr/saji
  • Tinggi Serat: 3 gr/saji
  • Omega 3 dan Omega 6: 300 mg dan 60 mg
  • Zat Besi Tinggi: 40% AKG/saji
  • Tinggi Seng: 25% AKG/saji

“Makanan organik adalah makanan yang dikembangkan dan diproduksi secara alami, lebih segar dan bertahan lama, tidak mengandung antibiotik, tidak direkayasa genetik. Pupuk atau pestisida sering mengandung logam berat, oleh karena itu dengan mengonsumsi makanan organik maka anak lebih terhindar dari konsumsi cemaran logam berat sehingga menurunkan risiko terkena penyakit autisme maupun ADHD. Disamping itu, konsumsi makanan tanpa terpapar pestisida maupun rekayasa genetika juga menurunkan risiko terkena penyakit kanker,” 
-- Dr. Endang Dewi Lestari, MPH, SpA(K), Spesialis Anak, Pakar Gizi dan Penyakit Metabolik.

Jadi bagaimana mungkin aku ragu memberi Milna Bubur Bayi Organic kepada Defai?

Defai sukaaa Milna Bubur Bayi Organic Kacang Hijau!

Senang hati melahap Milna Bubur Bayi Organic

Senangnya tidak sulit menyuapi Defai makan

Ada tiga varian rasa bubur bayi organik yang dikeluarkan oleh Milna yaitu beras merah, kacang hijau dan yang terakhir adalah pisang. Semuanya cocok dengan selera Defai. Bukan hanya produk bubur bayi organik, tetapi produk biskuitnya pun disukai oleh Defai. Kini Defai sudah memiliki enam gigi susu yang cocok sekali untuk mengigit biskuit Milna. Ah, aku sungguh tenang sekarang karena ada yang bisa aku andalkan sebagai variasi MPASI Defai.

Riang makan sambil bermain

Defai juga suka biskuit Milna

Terkadang aku juga mengkreasikan Milna untuk lebih menarik perhatian Defai. Defai suka bermain dan kadang aku membiarkannya ‘bermain-main’ dengan makanannya. Buah segar selalu cantik dipadukan dengan biskuit Milna.

'Beruang Milna'

Defai suka makan Beruang Milna
Mudah sekali membuat Beruang Milna, hanya perlu pisang untuk kupingnya, keju dan meses untuk matanya, buah naga merah untuk mulutnya dan papaya untuk dasinya. Defai pun mendapatkan tambahan asupan serat, vitamin dan mineral dari buah-buahan ini.

Ada banyak cara lain untuk mengkreasikan Milna. Aku bisa melihatnya di akun-akun media sosial Milna. Milna juga siap membantu para orangtua menghadapi masalah-masalah dalam pemberian MPASI, tips and trik seputar gizi dan nutrisi anak, serta segala sesuatu yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak. Akun-akun media sosial Milna adalah:

Website: www.bayimilna.com
Facebook: MilnaID
Twitter: @BundaMilna
Instagram: @milnaid

Memang, MILNA Ahlinya Makanan Bayi. Milna membantuku saat Defai tidak mau mengonsumsi bubur bayi homemade. Sungguh merupakan anugerah yang sangat besar menyaksikan Defai tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Saat Defai pertama kali bermain meniup ludah di bibirnya di awal usia 6 bulan, tak bisa tidak kami tertawa dan membalas suara-suara lucu yang keluar dari bibirnya. Saat Defai mengulurkan tangannya yang mungil, rasa haru menyeruak dan aku meraih dan memeluknya penuh sayang. Aku tahu ayahnya sangat bangga saat kata utuh pertama yang keluar dari mulut mungil Defai adalah “Ayah”. Di usia 7 bulan, Defai sudah dapat duduk sendiri dan gigi pertamanya tumbuh di usia 8 bulan!

Apa yang kita berikan untuk si buah hati pastinya adalah yang terbaik, untuk masa depan terbaiknya. Cinta, kasih sayang, perhatian dan tak terkecuali gizi yang terbaik.

Menjadi ibu, hari-harinya akan selalu dipenuhi keajaiban indah.

Kini usia Defai sudah 10 bulan, dia sudah bisa bertepuk tangan. Aku tahu, masih banyak keajaiban-keajaiban indah yang akan terus ditunjukkan di masa tumbuh kembang Defai. Aku sungguh menanti-nantikannya, tanpa khawatir lagi, karena ada Milna yang mendampingi kami.

Defai sehat dan ceria dengan bantuan Milna








19 comments:

  1. Defai gemesin banget sih, makannya juga lahap, enak ya Milna nya? Sehat selalu ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Tantee.. Milnanya enyyaakk :) Aamiin.. makasih Tante.

      Delete
  2. Dulu anakku juga pakai Milna, Mbak, terutama biskuitnya.

    ReplyDelete
  3. Dirimu krearif mbak, itu kayanya bayi suka yg banana organik, boleh dicoba nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ayuk Mba coba juga yuk.. hehe.. satu lagi hehe

      Delete
  4. Milna jadi bagian masa lalu saya, saat jadi emak muda yang masih banyak nggak taunya. Dia meringankan perasaan sedih saya kalau anak lagi nggak nafsu makan. Sekarang anak itu sudah jadi anak kantoran, ternyata Milna masih eksis!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Milna bertahan yaa... Anakku juga suka Milna

      Delete
  5. Telaten ya mba, Milna memang kayanya pas buat anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Milna enak sih Mba.. aromanya juga. Bundanya juga suka deh hehe

      Delete
  6. Percaya gak klo aku juga suka banget loh ngemilin milna. Semua biskuit bayi, aku doyan banget. Hehehe. Jadi kadang klo (dulu) anakku gak habis, ya aku habisin deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, kan kalo aku nyiapin bubur bayi pasti aku icip dulu dong. Milna ternyata emang enak banget ya hihihi...

      Delete
  7. Jangankan bayi, aku aja doyan yang beras merah ahahhaah enak abisan.
    Btw anaknya lucu bangetttt :)))

    ReplyDelete
  8. mau tanya, kalau sudah umur 2 tahun, agak sulit makan

    dikasih apa ya mbak???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setelah dua tahun sih kan menunya sudah bisa sama dengan menu orang dewasa ya. Kalau anak2ku yg sdh besar itu pas dulu susah makan sih aku kasi aja apa yang dia suka, misalnya kue2, biskuit, roti, sambil kasi supplemen penambah nafsu makan untuk anak (vit. B). Nanti lama2 muncul lagi selera makannya. Gutlak ya, Mas Arreza :)

      Delete