Wednesday, September 13, 2017

Food Recycling : Chocolate Cheese Bread Crust Pudding


Hallo guys... Kembali lagi ke edisi food recycling :)

Kali ini aku akan berbagi cerita tentang cara aku memanfaatkan pinggiran roti tawar (bread crust) yang ngga pernah mau dimakan oleh anak-anakku. Anak-anakku dan suamiku hampir selalu sarapan dengan roti tawar, dengan olesan margarin dan meses, atau margarin dan SKM, atau margarin dan meses dan keju... atau apa saja deh tergantung persediaan yang ada di lemari.

Duluuu... mungkin dua tahun yang lalu, mereka sarapan nasi dan hanya suamiku yang sarapan roti karena pagi hari perut tidak bisa diisi banyak-banyak, tetapi sarapan itu wajib. Eh, lama-lama mereka jadi ikut-ikutan sarapan roti juga. Tetapi mereka selalu minta agar aku memisahkan bagian pinggirannya. Ngga enak kata mereka.

Thursday, September 7, 2017

Rangkaian Perawatan Kulit Mustela Bebe, menjaga kesehatan kulit bayi, sekarang dan seterusnya

Apa yang paling sering digunakan untuk menggambarkan kesehatan dan kelembutan kulit, ya Bun? Pastinya kulit bayi. Tidak ada yang bisa menandinginya. Bahkan sampai tergetar hati kita saat menyentuhnya pertama kali.

Semakin lama mengenal sang buah hati, semakin dalam rasa sayang yang kita rasakan. Semakin ingin kita melindunginya sepenuh hati. Dan tahukah Bunda, kulit lembutnyalah yang pertama menjaga tubuhnya dari segala yang mengganggu.

Saturday, August 12, 2017

Bakpia Pathok Mutiara Jogja dan Gudeg Jogja Bagong, Oleh-oleh Jogja yang Sedap Nikmat


Idul Fitri kemarin, kami dapat rezeki oleh-oleh bakpia pathok dan gudeg dari kakak ipar yang pulang mudik ke Yogya.

Sudah kenal dong ya dengan yang namanya bakpia pathok? Penganan manis berbentuk bulat-bulat ini juga ada sih di Bogor, tetapi dapat dari kota asalnya langsung selalu menimbulkan rasa penasaran. Apalagi yang ini bukan dari merek yang biasa. Ini merek yang baru, tapi rasanya sungguh tidak mengecewakan.

Monday, July 31, 2017

Karena ibu menyusui, hanya ingin dimengerti



"Ada pelatihan penerjemahan di Jakarta..." ucapku, membaca lini masa di grup HPI Facebook.
"Bunda mau ikut?" tanya suamiku. Aku menggeleng perlahan.

Kali lain...

"Ada undangan event blogger di Jakarta, fee-nya lumayan lho, Ayah," ujarku setelah membuka gmail.
"Hmmm... Bunda mau datang?" sahut suamiku.
"Di Jakarta, malam, ya ngga bisa lah," aku menyimpulkan sendiri.
...

Tuesday, July 4, 2017

Icip-icip Oleh-oleh Kekinian Bogor Raincake


"Bawa apa ya buat ke kantor besok?" tanya suami tiba-tiba. Saat itu kami sedang dalam perjalanan pulang dari Leuwiliang selepas menghadiri acara silaturahim keluarga besar suami. Hari sudah sore, kami baru memasuki kota Bogor dari arah Ciampea menuju Jalan Baru. Badan lelah, anak-anak tertidur di kursi belakang. Rasanya malas kalau harus pergi ke tempat-tempat oleh-oleh yang jauh.

Adalah suatu kebiasaan, untuk membawa oleh-oleh khas daerah masing-masing saat kita kembali masuk kantor setelah liburan panjang Idul Fitri. Yang mudik ke Jawa, bawa makanan khas Jawa. Yang pulang kampung ke Sumatera, bawa makanan dari sana. Ini yang membuat suamiku bingung, mau bawa makanan khas Bogor apa untuk dibawa ke kantornya besok? 

Wednesday, June 21, 2017

Membayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) di Kantor Pos


Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ini terus terang adalah pajak yang paling sering terlewatkan pembayarannya oleh kami. Yah, suami kan bekerja, aku susah keluar rumah kalau ngga ada suami yang mengantar, terus kertas form PBB itu kecil jadi suka terselip dan terlupakan (maaffff hehe) dan masih ada mindset bahwa PBB ini hanya bisa dibayarkan di Bank BJB saja. Bank-bank itu kan Sabtu-Minggu tutup ya? Jadi walaupun form PBB sudah didapat di awal tahun dan tenggatnya lama sampai September, kami suka telat aja tuh bayarnya hhhh....

Friday, May 19, 2017

Atasi Anyang-anyangan, Bebas Beraktivitas dengan Prive uri-cran


Apakah teman-teman pernah merasakan rasa sakit buang air kecil? Sakit sekali ya! Aku pernah merasakannya dulu. Aku sampai merasa takut lho untuk buang air kecil. Aku takut merasakan perihnya! Sungguh dilema, karena aku tahu bahwa buang air kecil tidak boleh ditahan-tahan. Tetapi malah, hasrat untuk buang air kecil menjadi lebih sering terasa. Sungguh beberapa hari yang sangat menyiksa!

Itulah yang namanya infeksi saluran kemih. Dari mana aku tahu, ya berdasarkan pemeriksaan dokter.

Thursday, May 4, 2017

Tumis Jamur Kancing Saus Tiram


Aku suka semua jenis jamur. Jamur kancing, jamur merang, jamur tiram, jamur kuping, semua suka. Walaupun ada bau-bau khasnya, aku tetap suka.

Jamur tiram dan jamur kuping sih sering aku temui di tukang sayur, sampai bosan. Tetapi kemarin, Mamang Tukang Sayur bawa jamur kancing, dan aku langsung terpikat.

Friday, April 28, 2017

Mengintip Situ Ciburuy, Riwayatmu Kini


Situ Ciburuy Bandung (sumber: infobdg.com)

Long weekend di depan mata, lhoo... Saatnya liburan^^ Apakah teman-teman bosan dengan wisata pegunungan dan ingin mengunjungi tempat berbeda seperti danau? Situ Ciburuy yang terletak di kabupaten Bandung Barat, Padalarang, bisa menjadi pilihan tepat dan murah meriah untuk jalan-jalan.

Danau ini merupakan peninggalan Prabu Siliwangi, dan diwariskan kepada anaknya Prabu Kian Santang. Di zamannya, danau ini menjadi arena pertarungan para jawara di pulau Jawa. Namun yang tersisa saat ini situ Ciburuy menjadi salah satu destinasi wisata di area Bandung Barat.

Bagi teman-teman wisatawan dari Bandung dan Jakarta yang melewati jalan tol Cipularang, tinggal keluar dari gerbang tol Padalarang, lalu menuju ke lokasi sekitar 1 kilometer dari pintu tol.

Danau ini terbentuk dari dua buah sungai kecil, yang kemudian ujungnya bertemu di sebuah desa bernama Ciburuy. Tempat pertemuan dua sungai kecil ini, di tahun 1918 dibendung warga untuk pengairan sawah di desa. Ternyata bendungan ini tidak cukup untuk menahan banyaknya air, sehingga area ini tergenang seluas 15 hektar.

Itulah sedikit cerita sejarah terbentuknya Situ Ciburuy ini, yang lokasinya tak jauh dari jalan Raya Tagog Padalarang. Dahulu danau ini menjadi tempat hiburan yang ramai dikunjungi orang.

Dari berbagai dokumentasi yang ada, tempat ini menjadi tempat nongkrong dan hiburan bagi warga sekitar saat itu. Banyak yang sekadar menggunakan ‘getek’ atau perahu batang bambu mengelilingi danau.

Sebaliknya saat ini, seiring dengan banyaknya tempat hiburan, danau ini tidak seramai di masa lampau tentunya. Teman-teman bisa menikmati suasana santai sembari menyewa perahu berbayar atau sepeda air mulai Rp25 ribu hingga Rp50 ribu. Tujuannya adalah menuju pulau kecil di tengah danau dan makan siang di sana.

Jika tidak, teman-teman pun masih bisa menikmati sore yang tenang di warung lesehan yang banyak ditemukan di tepi danau, sambil minum kelapa muda dan sajian masakan khas Sunda.

Sambil bersantai, teman-teman bisa berfoto selfie di tepi danau. Barangkali kalian melihat satu dua orang sedang memancing ikan di tepi danau? Danau ini juga menyimpan mitos yang cukup layak diulik. Bila kalian mengunjungi danau ini, dan menyaksikan ketenangannya seolah tak terlintas mitos tersebut.

Kalian mungkin pernah mendengar tentang mitos keberadaan ikan raksasa, serta sulitnya memancing ikan di danau ini. Menurut mitos, konon ikan di Situ Ciburuy ini tidak mudah ditangkap, baik dipancing maupun dijala kecuali yang memancing adalah warga asli Desa Ciburuy, cukup unik bukan?

Mitos lain adalah sepasang kekasih sebaiknya jangan mengunjungi danau ini, terutama di hari Jumat dan Sabtu. Ini bila ingin hubungan mereka tetap langgeng. Lalu mitos lain adalah terkadang muncul pusaran air di tengah-tengah danau tersebut, namun kapan munculnya tidak ada yang tahu.

Nah, terlepas dari mitos-mitos tersebut, jangan ragu untuk mengunjungi danau ini bila ingin menikmati keindahan danau. Teman-teman juga bebas duduk-duduk di tepi danau, karena tidak dipungut biaya masuk.

Bila kalian tertarik untuk mengunjungi tempat ini, segera booking hotel murah di Bandung melalui Airy Rooms yang memiliki jaringan hotel terbesar di Indonesia. Fasilitas yang diberikan lengkap mulai kamar ber-AC, perlengkapan mandi, air panas, hingga air minum gratis.


Untuk sarana hiburan, teman-teman bisa menikmati TV layar datar serta WiFi gratis. Teman-teman juga bisa booking dengan mudah melalui website resmi Airy Rooms, aplikasi Android dan iOS.  Selamat berlibur dan berekreasi!

Wednesday, April 26, 2017

Gejala dan Cara Mengatasi Ruam Popok


Selamat datang musim panas, eh... musim kemarau! Walaupun di Bogor masih sering hujan sore-sore, tetapi kalau siang panasnya lumayan puolll... Yah, jemur baju jam 8 pagi, jam 1 siang udah bisa diangkat lah. Malam-malam di Bogor juga sudah mulai gerah nih...

Buat ibu yang punya bayi, setiap musim ada keuntungannya, dalam kaitannya dengan adanya bayi ya. Musim hujan itu cuaca adem, bayi ngga rewel kegerahan tetapi pipisnya banyak, hehe. Buat yang masih pakai mesin cuci dua tabung macam aku ini, yang hasil pengeringnya masih lembab, jemuran bisa jadi numpuk banget di musim hujan. Disposable diaper alias popok sekali pakai jadi penolong banget lah buat aku di musim hujan.

Friday, April 14, 2017

Bersama Milna, Mengawal Momen Tumbuh Kembang si Kecil



Menjadi ibu adalah suatu berkah. Cantiknya bayi kecil Defai yang ditaruh di dada selepas keluar dari rahim, tubuh hangatnya menggetarkan hati, membuatku bertekad untuk memberinya ASI eksklusif selama enam bulan penuh. Aku berhasil. Kukira dulu, itu adalah suatu pencapaian besar. Ya, memang hebat, tetapi masih jauh dari selesai. Usia enam bulan adalah saatnya Defai memulai MPASI-nya.

"Setelah si Kecil memasuki usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan energi untuk proses tumbuh kembangnya, kekurangan energi harus dipasok dari makanan tambahan selain ASI. Data RISKESDAS 2010 juga menunjukkan bahwa terjadinya growth faltering ataupun peningkatan prevelensi stunting (kurus) dan wasting (pendek) lebih banyak terjadi setelah anak berusia 6 bulan yaitu usia di mana mereka harus mendapatkan MPASI. Jadi MPASI yang memadai perlu diberikan pada anak saat berusia 6 bulan sampai 2 tahun untuk mencukupi kebutuhan energi selain dari ASI. Pentingnya pemberian MPASI jangka pendek adalah untuk memenuhi kebutuhan energi, sedangkan pentingnya pemberian MPASI jangka panjang adalah untuk memastikan bahwa dengan pemberian MPASI yang tepat maka tumbuh kembang anak akan terjaga sebagaimana seharusnya," --- Dr. Endang Dewi Lestari, MPH, SpA(K), Spesialis Anak, Pakar Gizi dan Penyakit Metabolik.

Wednesday, March 29, 2017

Menemukan Ayam Bakar Enak di Resto Ayam Pakuan


Suatu siang selepas acara di Cibinong Square, kami bergerak pulang ke Kebon Pedes melalui Jl Cikaret. Waktu itu hari Minggu, jam 1 siang. Perut lapar, belum sholat pula. Kami sudah menjanjikan kepada anak-anak untuk makan di luar. Sesekali menyervis mereka, dan kebetulan honor terjemahanku juga baru saja cair hehe...

Tengok ke kiri dan kanan Jl. Cikaret, koq rasa-rasanya tidak melihat ada tempat makan yang cocok di hati ya. Aku bertanya kepada suami, mau makan apa? Dijawab terserah. Tak lama si Ayah tanya, Bunda maunya apa? Kujawab, apa aja boleh. Tetapi aku ngga mau bakso, sarupaning mie, batagor, siomay atau 'makanan-makanan ringan'. Aku mau nasi. Sampai akhirnya kami masuk ke Jl. Setu Cikaret dan mulai putus asa, tidak ada rumah makan yang tampak asik gitchuu...

Friday, March 24, 2017

Food Recycling: Cireng Nasi Basah


Hai Emak-emak sekalian di luar sana, pernah mendapati nasi yang Emak masak jadi basah? Nasi basah ini awalnya nasi yang normal, namun setelah beberapa jam di rice cooker, jadi berair padahal seharusnya nasi masih baik-baik saja. Sebal ngga sih kalau sudah begini? Aku sih iya... soalnya suami dan anak-anak jadi ngga mau makan nasi itu, dan kepikiran mubazir dong jadinyaaa...

Sebenarnya, nasi itu belum basi. Belum ada baunya. Rasanya masih tetap sama, tawar saja. Tetapi tekstur nasi basah memang sudah berbeda dengan nasi normal. Bahkan jika ditambahkan kuah sayur panas pun, tanpa diberitahu bahwa itu adalah nasi basah, suami dan anak-anak tetap akan menyadari dan akhirnya bertanya, "Bun, nasinya kenapa sih?" *ketauan emaknya pernah ga bilang-bilang maksain ngasi nasi basah, hihihi...


Thursday, March 9, 2017

Menikmati Liburan Santai di Pantai dengan Bayi


Akhirnya aku berhasil mengatasi ketakutanku untuk bepergian jauh dengan membawa bayi.

Padahal, saat keluarga besar suamiku mengajak kami berlibur bersama saat liburan panjang kemarin, aku sudah membulatkan tekad untuk tidak ikut.

Bukannya tanpa alasan aku tak mau ikut. Bawa bayi bepergian kan memang merepotkan, bahkan meskipun tak jauh.  Defai pernah tersedak dan muntah di rumah sakit saat kontrol. Aku langsung bergegas mencari suster dan memintanya memanggilkan cleaning service untuk membersihkan lantai. Defai sih tertawa-tawa saja tanpa rasa bersalah... hmmm... Defai juga pernah muntah di kantin sekolah dasar, saat kami menunggui anakku yang pertama seleksi test matematika. Untungnya, muntahnya di kantin yang sepi dan ada tongkat pel di sana. Suamiku yang membersihkan semuanya.

Tuesday, February 7, 2017

Ayo Bermain di Taman Kaulinan Bogor

Bogor terus membangun. Itulah yang kurasakan beberapa tahun belakangan ini. Yang tampak sangat kasat mata adalah jalur pedestrian yang semakin rapi, tampilan muka Terminal Barangsiang dan sekitaran Kebun Raya Bogor yang semakin cantik dan dibangunnya taman-taman kota di berbagai tempat.

Taman-taman itu penting untuk warga kota. Bukan hanya penghias semata, taman-taman kebanggan warga kota ini juga dapat berfungsi sebagai paru-paru kota dan ruang publik di mana warga kota bisa bertemu dan bersilaturrahim.

Di taman anak-anak juga dapat bermain bersama. Tetapi di Bogor, taman yang benar-benar memiliki fungsi sebagai tempat bermain anak, baru benar-benar resmi dibuka di hari Minggu tanggal 5 Februari 2017, yaitu Taman Kaulinan.

Wednesday, January 18, 2017

Bakmi Mewah Pangsit Keju - Sajian Mewah yang Sehat, Lezat dan Cepat di Rumah ala Restoran


Suamiku sangat suka mie, bakmi dan semua kreasinya. Semua jenis bakmi dan makanan berbahan dasar mie pasti disukainya.

Suamiku juga suka mencoba-coba rasa baru. Nah, begitu tahu ada iklan Bakmi Mewah di tivi, langsung dong ingin coba. Ternyata Bakmi Mewah mudah dijumpai di berbagai minimarket hingga toko-toko besar. Harganya pun terjangkau, masih di bawah Rp10.000,00.

Wah, dilihat dari kemasannya saja sudah berkesan mewah, kotak karton berlapis plastik tipis. Pastinya aman dan higienis nih. Lalu... lalu... yang paling penting apa ayoo? Yups, label halal dari MUI. Terpampang jelas di depan sebelah kiri bawah. Jadi tenang kan menyantapnya :)

Saturday, January 14, 2017

Oleh-oleh Khas Bogor yang Lembut nan Menggoda: Bika Bogor Talubi


Selalu ada yang baru dan enak dari kota Bogor. Inovasi yang menggoda dan menggugah selera. Kelembutannya membuatnya tidak akan mudah dilupakan, malah mungkin akan selalu dicari.

Aku bicara tentang Bika Bogor Talubi (Talas dan Ubi).

Bika Bogor? Bukannya bika itu penganan khas Ambon eh... Medan? Ahaha.. makanya main dong ke Bogor. Ada yang baru nih buat dijadikan oleh-oleh dari Kota Hujan.

Kalau bika Ambon berbahan utama tepung sagu dan tepung terigu, Bika Bogor Talubi berbahan dasar tepung talas dan tepung ubi. Rasanya semua sudah tahu dong kalau talas itu icon-nya kota Bogor banget. Seperti ubi, hasil olahan talas cukup banyak, mulai dari keripik, hingga kue dan keik.