Sunday, September 27, 2015

Desau angin yang mengerikan di The Happening

Sebenarnya aku bukan penggemar film, baik layar kaca maupun layar perak. Aku tidak pernah sengaja pergi ke bioskop saat ada film baru, apalagi datang ke premiere. Aku jarang beli DVD atau mengunduh film. Genre-ku tidak jelas, kadang suka film romantis seperti Sleepless in Seattle, atau film komedi seperti Shaolin Soccer, atau film anak-anak seperti Narnia, juga film remaja seperti Flipped.

Oh ya, satu genre yang belum kusebutkan di atas adalah horor atau thriller. Kadang penasaran ingin nonton, tapi adegan-adegan seramnya suka terbawa mimpi dan aku jadi takut pergi ke kamar mandi atau ke dapur sendiri. Di jaman kuliah, ada satu film horor nasional yang booming banget: Jelangkung. Saking hebohnya pembicaraan tentang film itu, aku yang penakut ini ingin nonton juga. Jadi berangkatlah kami sekosan -sekitar 6 orang- pergi nonton ke Bandung. Di Jatinangor tahun 2001-an belum ada bioskop. Dan alhasil, sepulang nonton kami semua tidur sekamar! Tidak ada yang berani tidur di kamarnya sendiri, hahaha...

Selain bikin takut, film horor juga sering bikin kesal. Gimana ngga kesal, coba... Sudah tau ya itu tuh rumah berhantu, kenapa juga masih dimasuki?! Kenapa kalau ada bayangan sekelebatan masuk ke basement atau loteng yang gelap, masih juga diikuti?! Terus kenapa sih setting-nya harus gelap gulita, kenapa musik latarnya harus jreng-jreng-jreng begitu? Kenapa orang-orang itu ngga sadar kalau musiknya udah mulai 'begitu', itu tuh tanda kalo hantunya mau keluar.. jadi kan mereka bisa siap-siap..



Mengandalkan suami buat menemani nonton bareng film horor pun tidak terlalu berguna. Saat konsentrasi nonton, aku merasa dong kalo lagi diliatin..trus saat menengok ternyata dia lagi melotot dengan tatapan kosong...iiihhh.. seram dan bikin kesel! Atau saat musik jreng-jreng-jreng dan sesaat lagi hantunya mau keluar, lalu tiba-tiba suami duluan ngagetin sambil teriak "Huaaaa!!" jadi akunya kaget banget.. heuuu.. benar-benar partner yang tidak bisa diandalkan....

Dan tiba-tiba suatu waktu bertemulah aku dengan film The Happening...

Poster film The Happening
Sumber gambar: kylesmithonline.com

Suatu pagi di New York City Park, angin berhembus dan semua orang diam terpaku, sebagian bicara meracau dan bunuh diri massal tiba-tiba terjadi (note: tidak ada musik latar yang seram berkumandang di sini -ini saja sudah membuatku terkagum-kagum.. dan oh ya, kejadian di New York City Park ini terjadi di pagi hari yang cerah, bukan di malam gelap gulita). Bunuh diri massal terus terjadi di seluruh kota. Berita mulai menyebar. Elliot Moore (diperankan oleh Mark Wahlberg) seorang guru sains di SMA di Philadelphia mendengar tentang hal ini dan mengungsi dengan kereta ke Harrisburg bersama istrinya Alma, temannya Julian dan Jess anak Julian. Berita TV menyatakan bahwa otak para korban terinfeksi suatu toksin. Rasa panik mulai menyerang orang-orang.

Dimulai di New York City Park...
Sumber gambar: thedorkreport.com

Para pekerja konstruksi bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari atas gedung
Sumber gambar: mubi.com

Sementara itu di pagi yang sama, angin berhembus di taman kota Philadelphia dan serangan bunuh diri masal mulai terjadi di kota itu dan di kota-kota di sepanjang pesisir timur. Julian sangat mengkhawatirkan istrinya yang masih berada di Philadelphia. Kereta mengalami gangguan dan terpaksa berhenti di suatu kota kecil. Julian berkeras kembali ke Philadelphia untuk menjemput istrinya dan menitipkan Jess pada Elliot dan Alma. Di Philadelphia, Julian mendapat serangan itu juga.

Elliot, Alma dan Jess menumpang mobil seorang pemilik pembibitan yang berkata bahwa, tanamanlah yang bertanggung-jawab atas ini semua karena mereka bisa melepaskan toksin untuk melindungi diri jika merasa terancam. Dibantu oleh angin, toksin itu menyebar dan menciptakan wabah bunuh diri yang mengerikan. Mereka bertemu dengan sekumpulan orang-orang, namun satu persatu mati bunuh diri hingga akhirnya hanya tersisa Elliot, Alma dan Jess. Mereka tiba di suatu rumah terpencil. Si pemilik rumah akhirnya terinfeksi toksin dan mengancam membunuh mereka. Elliot mengurung diri di ruang bawah tanah rumah utama dan terpisah dari Alma dan Jess yang terkurung di rumah musim panas kecil. Mereka menyumbat semua celah yang mungkin dimasuki hembusan angin. Mereka mampu berkomunikasi karena adanya saluran udara antara kedua ruangan itu. Elliot menyatakan rasa cintanya pada Alma dan mengungkapkan bahwa jikapun mereka harus mati, ia ingin mereka bersama-sama di saat-saat terakhir mereka.

Dikelilingi pepohonan yang mengancam...
Sumber gambar: thelowdownunder.com
Mereka keluar, digulung angin kencang di sekitar mereka dan pohon-pohon bergoyang mengancam, Tak disangka, mereka tidak terkena infeksi. Serangan itu telah berhenti dan menghilang secepat datangnya dulu. Beberapa bulan kemudian, dalam sebuah wawancara di televisi, seorang pakar menyatakan bahwa serangan yang telah terjadi adalah suatu peringatan dari alam. Manusia telah menjadi ancaman terhadap bumi dan tanaman sebagai bagian dari alam merespon secara agresif.

Dan di Taman Tuileries di Paris, angin berhembus di antara pepohonan dan orang-orang terpaku. Serangan itu terjadi lagi..


Nah, keren banget kaaan, filmnya? Menurutku film ini menumbangkan semua stereotype film horor/thriller. Setting film ini kebanyakan di siang hari, di ruang terbuka dan tidak ada musik latar yang bikin stress, dan tidak ada hantunya! Teror malah lebih terasa dari suara hembusan angin di pepohonan, suara yang sangat aku sukai sebenarnya. Cahaya matahari tetap mendatangkan kematian. Tapi jujur saja yaaa, aku tetap tuh merasa ngeri dan sesekali lari ke kamar dan lanjut nonton sambil ngintip dari pintu. Suami yang masih ketak-ketik cuma geleng-geleng kepala sambil bilang, "Ya udah, kalo takut matiin aja tivinya.. hehe.."

Ada beberapa kutipan yang aku suka dari film ini, diantaranya:

"Science will come up with some reason to put in the books, but in the end it'll be just a theory. I mean, we will 
fail to acknowledge that there are forces at work beyond our understanding. To be a scientist, you must have a respectful awe for the laws of nature."

"Traces of the neurotoxin have been found in some plants and trees. Now most environmentalists feel that this event is like a tide in the ocean but instead of algae killing fish this happened on land. Plants and trees just cannot pick up and move when they are threatened by other species. Plants have only one option: to rapidly evolve their chemistry."

"This was an act of nature and we'll never fully understand it. We have become a threat to this planet. I don't think anybody will argue with that. And this is a warning." 


Satu pesan moral yang jelas dari film ini; alam dapat setiap saat berbalik menebarkan ancamannya dan itu bisa dianggap sebagai salah satu pesan alam bagi manusia untuk memperlakukan alam dengan baik, bersahabatlah dengan alam!


Postingan ini diikutsertakan dalam Evrinasp Second Giveaway: What Movie are You?







6 comments:

  1. datar gak ya ni film? tp kayaknya seru nih..
    salam kenal ya mba :) sukses GA nya

    ReplyDelete
  2. Ngga Mba.. ngga datar koq. Film ini cocok buat yang penasaran pengen nonton film serem tapi ngga serem-serem amat hehe..
    Makasih udah berkunjung yaa.. :)

    ReplyDelete
  3. kyyaa... itu ilustrasi filmnya menyeramkan, hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaa.. aga serem-serem seru gitu deehh :)

      Delete
    2. Mba Rohma, linknya apa ya? Nanti aku mampir :)

      Delete
  4. hadeuhhh jangan sampai terjadi di dunia nyata aja ya mbak, ngeri pisan atuh ya, makasih ya mbak atas partisipasinya

    ReplyDelete