Monday, June 8, 2015

Demam pada Anak? Hadapi dengan Tempra

Memiliki anak-anak yang sehat dan ceria, cerdas dan penuh aktivitas pastilah menjadi dambaan semua orangtua. Jika sehat, kegiatan apapun bisa dilakukan dengan maksimal, baik belajar maupun bermain. Sebisa mungkin, orangtua akan melindungi anak-anaknya dari segala sesuatu yang bisa mendatangkan penyakit. Namun, terkadang sakit sungguh tidak dapat ditolak. 

Dua anakku hanya berbeda dua tahun usianya, sepintas nampak seperti kembar. Raut wajah yang sama, tinggi badan juga hampir sama. Berat badan pun saling berkejaran, paling berbeda hanya satu kilo, lebih berat sang adik Izzan dari pada sang kakak, Faza. Namun, Izzan bisa dibilang lebih rentan terhadap sakit dibanding Faza. Izzan memang lebih banyak makan, namun lebih pemilih. Faza juga banyak makan, namun tidak terlalu pemilih. Mungkin karena variasi makanan yang lebih beragam, membuat daya tahan tubuh Faza lebih kuat.

Salah satu indikator lebih rentannya Izzan terhadap serangan penyakit adalah Izzan lebih sering mengalami demam dibanding Faza. Demam, yaitu peninggian suhu tubuh di atas 37,5⁰C, adalah tanda bahwa tubuh sedang memerangi penyakit yang masuk. Terkadang, badan Izzan terasa hangat di sore hari, dan langsung panas menyengat di malam harinya. Umumnya kondisi ini akan didahului oleh pilek dan batuk, walaupun terkadang tanpa disertai dua penyakit tersebut.

Jika sudah demam, siap-siaplah kami orangtuanya untuk 'ronda' alias begadang menunggui Izzan. Dulu, kami pernah panik: Izzan memanggil-manggil aku di jam dua dini hari, menggigil hingga badannya bergetar dan meminta selimut, padahal dia tidak pernah mau tidur dengan selimut sebelumnya. Aku dan suami belum pernah melihat anak kami menggigil. Aku langsung menelepon Rumah Sakit dan bertanya pada Perawat yang bertugas, apa yang harus kami lakukan. Ternyata, kata Mba Perawat dengan sabar dan tenang (padahal aku sudah panik setengah mati rasanya), tubuh yang menggigil adalah tanda akan datangnya panas tinggi. Yang perlu kami lakukan adalah menyelimuti si anak jika dia masih kedinginan dan menggigil, dan jika panas telah datang, memberinya obat penurun panas dan melakukan tindakan pertama penanganan demam pada anak. Tentu saja kami selalu menyediakan obat penurun panas Tempra Forte Parasetamol di kotak obat kami. Benar saja, tidak berapa lama setelah menggigil, suhu tubuh Izzan perlahan meninggi.

Untungnya, tidak ada riwayat demam kejang di keluarga kami. Namun demikian, kami tetap selalu siaga dan waspada jika anak mengalami demam, apalagi demam dengan suhu di atas 39⁰C. Berikut adalah tindakan pertama penanganan demam pada anak yang kami lakukan:
  • Ukur suhu tubuh dengan thermometer, jika panas masih dibawah 38⁰C dan anak masih aktif, beri air minum yang banyak dan jaga suhu ruangan tetap sejuk
  • Pakaikan baju yang nyaman, menyerap keringat dan  longgar pada anak, supaya panas tubuh bisa lebih mudah dibuang
  • Terus pantau kondisi anak.
  • Kompres anak dengan air hangat, bukan dengan air dingin. Jika panas meninggi dan bertahan lama, bisa dilakukan surface cooling. Surface cooling ini diajarkan oleh Perawat yang menangani Faza saat dirawat karena Demam Dengue. Baju dibuka, badan diseka oleh lap/handuk yang dibasahi oleh air hangat, lalu dikeringkan (dapat dengan cara dikipas-kipas perlahan). Surface cooling dapat dilakukan di are tubuh manapun, kecuali kepala, karena dikhawatirkan bisa menimbulkan pusing.
  • Tetap beri anak minum air putih yang banyak. Air minum akan membantu menurunkan suhu tubuh.
  • Beri obat penurun panas, sesuai dosis atau anjuran dokter.  Obat penurun panas dapat diminumkan setiap 4-6 jam sekali. Tempra Forte Parasetamol, sangat cocok untuk anak, cepat menurunkan demam dan rasa jeruknya disukai oleh anak.
  • Beri anak waktu untuk beristirahat dengan baik. Anak perlu waktu untuk memulihkan kondisi tubuh dan kembali sehat. Anak bisa saja sakit di tengah masa sekolah, namun jangan pernah memaksakan anak yang tidak sehat untuk tetap beraktivitas. Bukan saja membuat masa pemulihannya tertunda, si sakit bisa bertambah sakit atau malah menularkan sakitnya pada anak-anak lain yang sehat.
  • Jika demam berlangsung lebih dari tiga hari, anak harus segera dibawa ke dokter untuk ditangani lebih lanjut. 

Sehat ceria, pulih dari demam karena Tempra

Tempra, obat penurun panas demam kami

Anak-anak yang terbebas dari demam, siap beraktivitas kembali! Terima kasih Tempra, sudah membantu kami menjaga kesehatan anak-anak kami... :)


 https://www.facebook.com/OneThousandSmile/photos/a.555275781256257.1073741829.161248940658945/772108172906349/?type=1&theater








4 comments:

  1. Replies
    1. Hidup..hidup.. hehe... Makasih ya Mak Liya Aliycia sudah mampir :)

      Delete
  2. Good luck ngontesnya ya mbak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiinn.. hehe.. makasih sudah mampir Mba Mayya..

      Delete